Title
: My Lovely Noona
Cast
: Kang Hana, Do Kyungsoo / D.O, Member EXO
Length : Chapter
Genre :
Romance, Comedy
Rate
: General
Disclaime : Cerita ini sebagian dari khayalan author, berasal dari otak
yang seadanya ini, jadi tolong jangan di bash, apa lagi di plagiat.. Thankyu
buat admin yang udah mau post FF ini, buar readers jangan lupa coment nya yaa…
Gumawoyo ^^
~My Lovely Noona~
Author POV
Hana baru memasuki halaman
gedung tempat studio radio nya. Dari kejauhan sudah terlihat kerumunan orang
yang memenuhi pintu masuk. Kang hana adalah seorang penyiar di salaah satu
radio di seoul, sebelumnya hana adalah penyiar di kampung halamannya di Daegu,
baru dua tahun ini menjadi penyiar di Seoul. Ia mengisi siaran radio pkl 10
malam, setelah selesai berkerja di salah satu perusahaan penerbit buku sebagai
editor, hana langsung menuju studio tempat ia siaran.
"Apa ada demo hari
ini? Tapi mengapa semuanya gadis muda yang datang" kata hana yang heran
dengan kerumunan gadis muda yang membuat jalan masuknya terhalangi. Setelah
berhasil masuk, hana langsung menuju lift dan menuju lantai 10.
"Ada apa di bawah?
Mengapa ramai sekali?" Tanya hana pada mira, temannya yang bertugas sebagai
script writer
"Kau lupa siapa
bintang tamu acara mu malam ini?"
"Malam ini??
Siapa??"
"Aish..kan aku
sudah memberitahu mu minggu lalu, coba kau lihat di jadwal"
"Hehehe..aku
lupa" kemudian hana melihat ke sebuah ageda kecil miliknya dan membaca
jadwal bintang tamu di acaranya
"Aku kira kau sudah
menyiapkan semua hal tentang bintang tamu malam ini, tapi ternyata kau malah
lupa, aish.."
"Kalau dari catatan
ini bintang tamu kita malam ini adalah exo" kata hana datar
"Mwo?? EXO??"
Sambung hana yang baru menyadari kalau bintang tamu nya adalah exo
"Ne.. E X
O..exo"
"Aigoo..bagaimana
aku bisa lupa kalau mereka yang jadi bintang tamu kita"
"Maka dari itu
banyak sekali fans mereka yang berkerumunan di kantor kita"
"Woaah.. Daebak,
padahal sekarang kan masih jam 7"
"Begitulah.. Fans
exo itu memang di kenal begitu mencintai idolanya. Kau tahu bahkan mereka rela
melakukan segalanya demi exo. Bahkan mereka kerap menyamar menjadi undangan
atau wartawan di setiap acara yang di hadiri exo"
"Jinjja??"
"Ne.. Dan sudah dari
jam 6 tadi fans mulai berdatangan untuk menunggu oppa mereka datang
kesini"
"Woaah..
Daebak.."
"Aiih.. Editor Kang
sepertinya Kau sibuk sekali. Hingga tak tahu kabar tentang fans mereka"
"Ne..project buku
baru ku sudah mendekati death line, jadi aku sedikit sibuk"
"Eoh..geurae.. Ini
script untuk hari ini, kau pelajari saja dulu" kata mira sambill
memberikan kertas script
"Gumabseumnida Kim
Mira Jakkanim"
"Ne.."
~
"Selamat malam
pendengar.. Senang sekali malam ini seperti malam-malam biasanya, saya Kang
Hana kembali hadir menemani waktu anda dengan musik berkualitas, info menarik
dan juga bintang tamu yang spesial dalam Night Star with Kang Hana sampai dua
jam kedepan anda akan kami suguhkan acara menarik dan malam ini akan terasa
lebih menarik dan spesial, kenapa?? Karena kami memiliki bintang tamu spesial
yang nampaknya sudah di tunggu banyak orang. Kira-kira Siapa?? Apa kalian
penasaran?? Kalau penasaran jangan kemana-mana setelah sebuah lagu dari
miliknya EXO dengan Mama kami akan kembali dengan bintang tamu spesial malam
ini."
EXO-Mama playing
Setelah opening dari DJ
Hana, member exo masuk ke studio dan mengambil tempat duduk masing-masing.
Sambil di berikan scrip oleh staff, Mereka memberikan salam pada Hana dengan
sopannya.
"Lagu dari Mama yang
berjudul exo nampaknya pas membuka perjumpaan kita malam hari ini"
Terlihat semua orang
menatap aneh, setelah beberapa detik nampaknya hana tersadar dengan
kesalahannya
"Ah..
Jweseonghamnida, maksud saya lagu dari EXO berjudul Mama. Mianhaeyo.. Mungkin karena
terlalu tegang hingga salah bicara, yang membuat saya tegang sebenarnya karena
saat ini di studio sudah hadir 12 Member tampan dari boy group yang sedang
mencuri hati wanita bukan hanya di korea tapi asia dan seluruh dunia. Siapa
lagi kalau bukan EXO.. Huuuu" kata hana sambil bertepuk tangan
Di pimpin suho exo
memperkenalkan dirinya
"We are one,
annyeonghaseyo exo imnida"
"Annyeonghaseyo,
EXO memberdeul.. Mianhaeyo, tadi saya salah menyebutkan nama. Sepertinya
keberadaan kalian memang selalu membuat hati seluruh wanita berdetak lebih
kencang, seperti yang saya rasakan"
"Gwenchana, kami
juga kadang suka salah bicara seperti itu" jawab baekhyun
"Ne.. Mianhamnida..
Kalau begitu silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing, di mulai dari yang
tertua xiumin-sshi.. Mungkin bukan hanya aku yang tak percaya kalau xiumin
adalah member tertua di EXO"
"Ne, kadang orang
berpikir xiumin hyung adalah magnae line" jawab chen
"Tentu.. Karna
wajahnya yang menipu..hehehe.. Baiklah..silahkan xiumin-sshi"
Mereka memperkenalkan
diri masing-masing, dari xiumin, kris, luhan, suho, lay, baekhyun, chen,
chanyeol dan kini giliran d.o
"Annyeonghaseyo,
bangapseumnida"
"Eung??"
Bukannya memperkenalkan
namanya d.o malah langsung menyudahi ucapannya setelah mengatakan bangapseumnida
"Yak.. Namamu
siapa?" Kata chanyeol
"Mianheyo, jeoneun
d.o imnida, bangapseumnida" kemudian semua orang tertawa
"D.O sshi, mengapa
kau bisa melupakan nama mu huh?" Tanya baekhyun
"Apa kau juga
tegang hyung?" Tanya sehun
"Ne.." Jawab
d.o malu-malu
"Kalau tadi
Hana-sshi tegang karena kami, mungkin d.o tegang karena uri DJ, Kang
hana-sshi" ucap chanyeol yang di balas tatapan tajam dari mata bulat d.o.
"Mungkin karena
baru pertama kali hadir di sini jadi kita sama-sama tegang yaa" kata hana
"Ne"
"Kalau begitu mari
sama-sama kita merelax kan diri masing-masing"
"Ne.."
"Gumawo d.o sshi,
selanjutnya Tao-sshi"
Kemudian tao, kai dan
sehun memperkenalkan dirinya.
Siaran radio berlangsung
menarik penuh canda tawa dari games-games yang di hadirkan. Saat break iklan
d.o berbisik pada chanyeol yang duduk bersebelahan dengannya.
"Yak.. Kau
membuatku malu saja tadi"
"Hahaha.. Kau
memang terlihat tegang sekali, ada apa memang? Biasanya tak setegang itu"
"Ani..biasa
saja"
"Apa benar itu
karena noona ini huh?" Tanya chanyeol sambil mellirik ke arah hana
"Yak!! Diam
kau" kembali d.o memberikan tatapan menakutkan pada chanyeol
"Hei..mengapa harus
marah?"
"Sudah ah.."
"Memang hana noona
terlihat cantik, wjar jika kau.." Belum selesai d.o memotong perkataan
chanyeol
"Yak..Yak..Yak Park
Chanyeol" tak sadar d.o berteriak
"Hei.. Mengapa kau
berteriak huh?" Tanya suho
"Mianhe.. Mianhe..
Ini gara-gara chanyeol"
"Hahaha..mengapa
jadi aku yang salah?"
"Sudah.. Kau duduk
sebelahku saja sini" kata luhan
Kemudian d.o pindah
duduk di sebelah luhan, sementara hana sibuk dengan penjelasan mira tentang
script selanjutnya.
Tak terasa dua jam
berlalu dan acara radio pun sudah selesai kini member exo dan hana tengah
berfoto bersama sambil berbincang
"Rasanya kita
pernah bertemu Noona" tanya chanyeol
"Euhm..
Benarkah?"
"Ah..benar.. Kau
ingat saat syuting sebuah iklan beberapa bulan lalu, kau menjadi pengisi
suaranya dan kita sempat bertemu di sana"
"Yang Kau menjadi
bintang iklannya bersama member sebuah acara apa..aku lupa namanya"
"Ne..betul.. Pantas
saja sejak tadi aku merasa seperti pernah mengenalmu"
"Mianhe..aku
sedikit lupa"
"Gwenchana, oh
yaa..boleh aku minta nomor ponselmu noona? Agar kau tak lupa lagi pernah
berkerja sama dengan ku"
"Tentu boleh"
Kemudian hana dan
chanyeol bertukar nomor ponsel
~
Member exo sudah
berkumpul di dorm, jadwal terakhir mereka adalah di acara radio hana tadi.
Beberapa dari mereka tengah bersantai di ruang tv, ada lay yang nampaknya
mengantuk dan tertidur di sofa, chanyeol yang asik memainkan gitarnya, d.o dan
sehun menonton reality show di tv.
"Hyung, aku mau
itu" pinta sehun pada makanan yang sedang di makan d.o
Kemudian d.o memberikan
makanan itu pada sehun
"Kau habiskan
sajaa, aku sudah kenyang"
"Yak..ini sih
namanya sisa hyung, sudah tinggal sedikit sekali"
"Hehehe" d.o
tertawa
"Kyungsoo-yaa,
kemari sebentar" kata chanyeol sambil menepuk sofa di sebelahnya
"Waeyo??"
"Kesini saja
dulu"
Dengan berat hati d.o
mendekat dan duduk di sebelah chanyeol
"Waeyo??"
Chanyeol mengeluarkan
ponselnya
"Ini nomor
ponselnya kang hana noona. Tenang aku tak memintanya atas namamu, hanya saja
aku ingin membantumu"
"Mwo?? Apa
maksudmu? Aku kan tidak Meminta nomor nya"
"Beberapa waktu
yang lalu Aku menjadi bintang iklan sebuah produk dan dia menjadi pengisi suara
di iklan itu. Jadi tadi aku sengaja saja meminta nomor ponselnya, mungkin kau
membutuhkanya"
"Aku?? Untuk
apa?"
"Hei.. Kau tak bisa
berbohong padaku"
"Bohong
apanya?"
"Aku tahu kau
menyukainya kan?"
"Ku itu sok tau
sekali huh"
"Masih tidak mau
mengaku lagi, dari pertama kita sampai studio tadi matamu sama sekali tak
beralih dari hana noona"
"Kalau begitu
berarti matamu juga tak beralih dari ku. Aigoo.. Kau perhatian sekali
padaku"
"Aish.."
"Hahaha"
"Jadi kau tak mau
nomor ponselnya huh?"
"Ani.."
"Baiklah.. Aku hapus
saja kalau begitu"
"Terserah kau
saja" lalu d.o beranjak
"Sepertinya aku
sudah mulai mengantuk. Aku tidur duluan ya" kata d.o pada member lain
~
Pukul 12 malam hana baru
saja menyelesaikan siarannya, seperti biasa ia pulang dengan menggunakan bus. Sesampainya
di halte bus hana duduk di bangku yang tersedia sambil memasang earphone
mendengarkan lagu favouritnya. Sejak tadi memang ada seseorang yang berdiri di
ujung halte bus, namun hana tak menghiraukannya. Melihat hana, pria itu
mendekati hana kemudian duduk di sebelah hana
"Cheogiyo..Kang
Hana-sshi" panggil pria yang menggunakan topi dan kaca mata itu dengan
pelan
Hana yang menggunakan
earphone tentu tak mendengar panggilan pria itu
"Kang
Hana-sshi" panggilnya lagi, dan kini dengan suara yang lebih keras
Namun hana masih tak
mendengarnya
"Cheogiyo, Kang
Hana-sshi" kali ini pria itu menepuk bahu hana
"Eoh??" Hana
terkejut saat melihat ada seseorang di sebelahnya. Kemudian ia melepaskan
earphone nya
"Kang
Hana-sshi"
"Nuguseyo?"
Tanya hana sambil melihat ke arah pria yang sedikit aneh itu, bagaimana tidak..
Malam-malam seperti ini ia menggunakn topi dan berkaca mata
Setelah memperhatikan
pria itu beberapa saat nampaknya hana mengenal pria itu
"Maaf mengagetkan
mu" kemudian pria itu membuka topinya
"Eoh.. D.O-sshi??
" Tanya hana yang masih kaget
"Ne..annyeonghaseyo
D.O imnida"
"Annyeonghaseyo..bagaimana
kau bisa ada disini? Mengapa kau ada di sini?"
"Aku baru selesai
syuting di dekat daerah sini, tapi manager hyung pergi kesuatu tempat ada
keperluan. Tadi aku menunggu di lokasi syuting, namun terlalu banyak orang
hingga aku pergi ke sini karena halte ini sepi. Jadi aku menunggunya
menjemputku. Kau sendiri sedang apa di sini?"
"Ini kan halte bus,
aku menunggu bus tentunya, aku baru selesai siaran. Studio radio ku juga kan
tak jauh dari sini"
"Ah..Ne, jadi
sekarang kau mau pulang?"
"Ne.. Lalu kapan
managermu akan menjemput? Apa kau sendirian? Kemana temanmu yang lain?"
"Dia bilang 30
menit lagi sampai disini. Hari ini aku syuting sendiri tidak bersama member
yaang lain.Apa setiap hari kau pulang naik bus malam malam seperti in?"
"Eoh.. Ne, aku
selalu naik bus"
"Euhm.."
"Apa tidak ada fans
yang mengikuti mu?" Tanya hana sambil melihat kesana kemari memperhatikan
keadaan sekitar
"Nde?"
"Aku dengar fans
exo selalu mengikuti kemanapun kalian pergi"
"Oh itu.. Iya
kadang ada saja fans yang mengikuti kami. Maka dari itu malam-malam begini aku
menggunakan topi dan kacamata seperti ini"
"Tapi sepertinya
kau masih bisa di kenali"
"Jinjja??"
"Aku saja sekilas
mengenalimu tadi, apa lagi fans-fans yang seperti nya sangat mengenaalimu"
"Tapi disini sepi,
mungkin tidak akan ada yang melihatku"
Tak lama berselang
datang seorang wanita ke halte tersebut
Cepat-cepat hana
mengambil topi yang di lepaskan d.o tadi yang di letakkan di sebelah tempat
duduk nya, kemudian hana memakaikan topi itu di kepaala d.o.
Hana takut wanita itu
mengenali sosok d.o hingga dia buru-buru memakaikan topi itu.
Untungnya Wanita
tersebut duduk agak jauh dari tempat hana dan d.o saat ini.
Dari kejauhan hana
melihat busnya sudah akan tiba
"Itu dia bus
ku" kata hana sambil menunjuk ke arah bus yang sebenarnya masih jauh.
"Apa kau masih mau
menunggu di sini?"
"Ne, nanti manger
hyung menjemputku disini"
"Euhm.."
Hana melihat d.o yang
hanya menggunakan kaos tanpa jacket di malam hari seperti ini, apa lagi melihat
wajahnya yang seperti tak berdosa itu membuat hana khawatir pria yang usia nya
lebih muda dari nya ini akan kedinginan.
Bus hana sudah tiba
"Bus mu sudah
datang, hati-hati di jalan"
"Sebentar" bukannya
menuju bus nya hana malah membuka tas nya dan mengambil sesuatu dari dalam tas.
Ternyata ia mengeluarkn sebuah syal
"Igo.." Hana
memberikan syal itu pada d.o
"Sudah malam,
udaranya juga cukup dingin"
D.o menerimanya namun ia
hanya diam Melihat itu kemudian hana mengambil kembali syalnya dan
memakaikannya di leher d.o hingga sedikit menutupi bagin dagu d.o
"Itu juga bisa
menutupi sedikit wajahmu"
"Ne..
Gumabseumnida" terlihat d.o sedikit terkejut
"Baiklah..aku
pulang dulu"
"Hati-hati di jalan
Kang Hana -sshi"
"Kau juga
hati-hati"
Lalu hana berbisik
"Hati-hatii ada
yang mengenalimu. Hehehe.. Annyeonghaseyo" haana melambai
"Ahjussi, tunggu
aku" teriak hana pada sang pengemudi bus agar tak menutup pintunya.
Kemudian hana pergi menuju bus yang sudah menunggunya.
~
D.O sedang dalam
perjalan pulang bersama dengan member lainnya yang baru saja menyelesaikan
aktivitas mereka hari ini. Di dalam mobil sehun, suho dan xiumin sudah
terlelap, sementara baekhyun sibuk dengan ponselnya dan chanyeol asik mendengarkan
musik dari earphone nya. Sementara d.o memegang sebuah syal, tepatnya syal
milik hana yang diberikan padanya. Tak sadar d.o tersenyum sambil melihat syal
tersebut.
"Kyungsoo-yaa..
Mengapa kau senyum-senyum sendiri begitu huh?" Tanya chanyeol
"Ani.." D.o
langsung membalikkan badannya menghadap jendela, membelakangi chanyeol yang
duduk sebelahnya
"Ish.. Yang penting
kau tidak gila saja"
"Yak.. Enak saja,
sudah jangan menganggu ku"
"Siapa yang
mengganggu mu, aku hanya bertanya"
"Chanyeol-ah"
kata d.o Tiba-tiba saja membalikkan badannya menghadap chanyeol
"Wae??"
"Apa kau masih
menyimpan nomor ponsel Kang Hana?"
"Mwo??" Jawab
chanyeol dengan kagetnya
D.O tersenyum
"Bukannya kau
bilang tak membutuhkannya huh?"
"Ani.. Aku hanya
mau.."
"Mau apa?"
"Aku mau.. mau
mengembalikan sesuatu padanya saja, kalau kau sudah menghapusnya ya sudah tak
apa-apa, nanti saja aku mengembalikannya jika bertemu lagi dengan nya"
"Mengembalikan
apa?"
"Nomornya sudah kau
hapus atau belum?"
"Jawab dulu,
memangnya kau mau mengembalikan apa padanya? Apa kalian bertemu lagi?"
"Ne.. Beberapa hari
lalu tak sengaja aku bertemu dengannya sepulang syuting dekat studio
radionya"
"Jinjja? Lalu dia
memberikan apa padamu?"
"Ada sesuatu"
kata d.o sambil menyembunyikan syal hana yang sejak tadi ia pegang di balik
badannya
"Ah..kau bohong,
kau hanya ingin nomor ponselnya saja kan? Kau menyukainya kan?"
"Ani.. Aku hanya
ingin mengembalikan ini" kata d.o sambil menunjukkan syal milik hana
"Ahh.. Jadi itu
syal milik hana noona, pantas sejak kemarin kau memakainya. Jangan-jangan itu
juga yang membuatmu tersenyum senyum sendiri tadi huh? Aigoo.. Uri
kyungsoo"
"Aish.. Cepat
berikan nomor hana noona"
"Waktu itu kau
bilang tak membutuhkannya, jadi aku sudah menghapusnya"
"Jinjja??"
"Euhm" jawab
chanyeol sambil mengangguk
"Kenapa kau cepat
sekali mengambil keputusan huh? Bagaimana kalau nanti malah kau yg
membutuhkannya? Aish.."
"Aku bisa
memintanya lagi, bilang saja ponselku eror"
"Yaa tapi
kan.."
"Hahaha.."
"Sudahlah.."
Mobil mereka sudah
terparkir di parkiran dorm, para member mulai keluar dari mobil dan berjalan
masuk ke apartemen. D.o berjalan belakangan bersama dengan kai
Drrtt..drrtt..
Ponsel d.o bergetar
menandakan ada pesan masuk, ia membukanya dan kemudian tersenyum
"Yak.. Park
chanyeol" panggil d.o pada chanyeol yang berjalan lebih dulu di depannya,
kemudian ia berlari menyusul chanyeol.
Ternyata chanyeol
mengirimkan nomor ponsel Kang hana pada d.o.
"Wae??"
"Katanya kau sudah
menghapusnya?"
"Aku tahu kau akan
membutuhkan nya, jadi aku memilih untuk tak menghapusnya"
"Gumawoyo"
"Euhm.."
Chanyeol mengangguk
"Aku memang orang
paling baik kan? Paling mengerti mu, paling..."
"Ne..ne..ne.."
"Tapi apa benar kau
menyukainya?"
"Aish.. Sudah
jangan banyak bertanya"
D.o meninggalkan
chanyeol dan berjalan duluan.
"Kyungsoo-yaa..tunggu
aku"
D.o terus berjalan
"Jawab aku
kyungsoo-yaa"
~
Drrtt..drttt
Ponsel hana bergetar
menandakan ada panggilan masuk.
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo, apa kau
benar Kang Hana-sshi"
"Ye, jeoneun kang
hana imnida. Ada yang bisa saya bantu?"
"Aku do
kyungsoo"
"Do
kyungsoo??"
"Ne, exo d.o"
"Ah.. D.o sshi..
Apa Nama aslimu do kyungsoo?"
"Ne.. Namaku do
kyungsoo"
"Eoh..Ada
apa?"
"Aku mau
mengembalikan syal yang waktu itu kau berikan padaku"
"Eoh..kalau kau mau
pakai saja, aku masih ada yang lain. Tidak perlu di kembalikan"
"Bukan kah kau
hanya meminjamkannya untukku?"
"Kalau memang
berguna untukmu, kau pakai saja. Tenang aku tak akan meminta bayaran" kata
hana sambil tertawa
"Tapi kan ini
milikmu, dan aku tak memintanya jadi aku harus mengembalikannya"
"Euhm.. Baiklah
kalau kau tetap mau mengembalikannya"
"Ne..anggap saja
aku meminjamnya kemarin, sekalian aku mau mengucapkan terimakasih kau sudah mau
meminjamkan syal itu padaku."
"Eoh..geureom.."
"Kalau begitu nanti
malam sepulang kau siaran kita bertemu"
"Baiklah.."
"Aku akan
menunggumu di dekat halte bus kemarin, tidak apa-apa kan?"
"Gwenchana.. Nanti
minta saja managermu parkir di dekat halte bus itu"
"Ani.. Aku akan
pergi sendiri"
"Jinjja?"
"Ne..
Geurae..sampai bertemu nanti malam"
~
Memang sebenarnya
mengembalikan syal hanya menjadi alasan d.o untuk bisa bertemu dengan hana
lagi. Sejak melihat hana pertama kali, di ruang tunggu studio radio waktu itu,
d.o sudah tertarik dengan hana. Saat itu ia tak mengira kalau ternyata hana lah
pennyiar di acara radio tersebut.
Flash back
Member exo sedang berada
di ruang tunggu untuk melakukan siaran radio. D.o terlihat sedang bersandar di
sofa, sepertinya kegiatan exo hari ini membuat tenaganya terkuras. Lelah di
campur kantuk karena pagi tadi pkl 5 ia harus sudah bangun untuk mempersiapkan
penampilannya bersama exo di pagi hari, jadi bisa di bilang mood d.o malam ini
tak terlalu bagus. Di sisi lain, baekhyun, chanyeol dan chen malah asyik
bergurau dan tertawa
"Aish..Berisik
sekali kalian"
"Kyungsoo-yaa, sini
aku beritahu suatu hal lucu" kata chen
"Shireo, aku lelah
hyung"
"Baiklah.. Biarkan
dia bersantai" kata baekhyun
"Uri ahjussi sedang
lelah nampaknya" ledek chanyeol
"Ish"
Kemudian d.o berjalan ke
arah meja mengambil sebotol air mineral. sambil meminum air, mata tertuju pada
sebuah objek yang menarik perhatiannya. Seorang wanita dengan rambut panjang
sebahu tengah membaca sebuah kertas yang di pegangnya sambil berjalan, sesekali
ia tersenyum pada orang di sekitarnya. Senyuman yang menurut d.o menyejukkan
itu membuat mood d.o yng kurang bagus menjadi sedikit berubah. Wanita itu terus
berjalan dan akhirnya memasuki sebuah ruangan. Penasaran d.o terus melihat ke
arah ruangan itu, berharap sang wanita keluar lagi.
"Lima menit lagi
acaranya di mulai" kata salah seorang manager
"Ne" jawab
member yang lain
"Kyungsoo-yaa, ke
sini sebentar" panggilan dari managernya
"Ah, ne" jawab
D.o yang masih saja menatap ke arah pintu yang di masuki wanita tadi.
Setelah acara radio di
mulai para member bersiap memasuki studio, d.o yang melihat wanita yang tadi ia
perhatikan duduk di kursi penyiar sedikit terkejut. Kemudian mereka masuk ke
dalam studio
"Annyeonghaseyo.
Kang Hana imnida" sapa hana saat para member memasuki studio
"Annyeonghaseyo exo
imnida" jawab member exo
Kyungsoo nampaknya masih
terpesona dengan kang hana hingga ia sama sekali tak melepaskan pandangannya
pada wanita yang sebenarnya memiliki usia lebih tua dari nya itu.
Flashback end
~
Hana baru saja tiba di
halte bus, ia melihat ada dua mobil yang parkir tak jauh dari halte bus
tersebut
"Pasti salah
satunya mobil kyungsoo"
Kemudian hana mendekat
ke salah satu mobil, setelah hana melihat ternyata mobil itu kosong tak ada
orang di dalamnya.
Tin..tin..
Bunyi klakson dari mobil
yang parkir di belakang mobil itu.
Terdapat seseorang di
dalamnya, dengan menggunakan masker dan topi. Hana melihat ragu, namun orang
itu melambaikan tangan dari dalam mobil. Han menghampiri mobil tersebut,
kemudian si pengemudi membuka kaca mobilnya
"Ini aku, silahkan
masuk" kata d.o menyuruh hana untuk masuk ke mobilnya
"Eoh.. D.o
sshi"
"Ne.. Kita bicara
di mobil saja"
"Baiklah"
Kemudin hana masuk ke
mobil d.o
"Annyeonghaseyo"
sapa d.o
"Annyeonghaseyo"
jawab hana
"Mianhe, aku harus
menggunakan ini" kata d.o sambil menunjuk maskernya
"Gwenchana, kau
harus menggunakannya demi keamanan mu kan"
"Igo" kata d.o
sambil memberikan sebuah paper bag yang berisi syal milik hana
"Gumabseumnida"
sambung d.o
"Ah..ne"
kemudian hana menerimanya
"Syal itu sangat
membuatku hangat saat menunggu manager hyung di sini waktu itu"
"Jinjja?"
"Ne.."
"Kalau begitu, ini
aku berikan saja untuk mu"
"Eoh..tapi kan itu
milikmu"
"Aku berikan saja
padamu. Bukan kah kau sering menerima hadiah dari fans? Anggap saja ini juga
hadiah dari fans mu, karena aku juga adalah salah satu fans kalian.
Terimalah" kata hana sambil memberikan kembali paper bag itu
"Jinjja??
Gamsahamnida Kang Hana-sshi"
"Ne.. Kau cukup
memanggilku noona saja, setelah meliht profilmu sepertinya kau lebih muda dari
ku"
"Jeongmal?"
"Ne.. Panggil saja
aku noona"
"Geure hana
noona"
"Ah..itu lebih enak
di dengar"
"Kalau begitu kau
harus memanggilku Kyungsoo, nama asliku"
"Baiklah.. Aku akn
membiasakan diri untuk memanggilmu kyungsoo"
"Geureom"
"Kyungsoo-yaa~"
kata hana dengan nada suara yang manis
"Ah ne?" Jawab
d.o spontan
"Hehehe.. Aku hanya
mencoba nya saja"
"Ooh Noona.."
Kemudian mereka
sama-sama tersenyum
"Kau mau pulang
kan? Biar sekalian ku antar saja"
"Tidak perlu, aku
naik bus saja. Nanti malah merepotkan mu"
"Gwenchana, jadwal
hari ini tak terlalu padat jadi masih banyak tenaga ku yang tersisa"
"Jinjja?"
"Ne.. Di mana
rumahmu?"
"Ku yakin tidak
apa-apa?"
"Gwenchana noona,
ini sekaligus ucapan terimkasih karena kau telah memberikan syal ini
padaku"
"Baiklah..ini karna
kau yang memaksa yaa"
"Ne.."
Lalu kyungsoo melajukan
mobilnya menuju apartemen hana.
"Maaf hanya bisa
mengantarmu saja, lain kali aku kn mentraktirmu mkan malam"
"Jinjja?
Baiklah..aku anggap kau berhutang pada ku, jdi nanti kau harus membayarnya
dengan mentraktirku makan"
"Baiklah.. Aku
pasti menepatinya noona"
"Ok.. Kalu begitu
aku masuk dulu. Kau hati-htilh di jalan"
"Ne.. Seamat
malam"
"Euhm..
Annyeong"
Kemudian hana kelur dari
mobil d.o
~
Semenjak itu hana dan
d.o sering bertemu, jika d.o sudah menyelesaikan jadwalnya bersama exo, Ia
kerap menyempatkan waktunya untuk menjemput hana sepulng hana siaran kemudian
mereka mengobrol di apartemen hana. Malam ini pun d.o menjemput hana, namun
karena lupa tak memakai masker jadi d.o tak dapat mampir dan mengobrol di
apartemen hana, dan hanya mengobrol di dalam mobil sebentar
"Noona, sepertinya
sebulan ini aku akan sangat sibuk mempersipkan konser tunggal kami"
"Tentu kau akan
sibuk sekali, tak terasa tinggal satu bulan lagi ya."
"Ne.. Akhirnya
impian kami memiliki konser tunggal tercapai. Kami sedang banyak berlahit untuk
penampilan nanti"
"Sudah sampai mana
persiapannya?"
"Sudah Hampir siap
semua dan kami tinggal banyak berlatih karena akan banyak penampilan
sepesial"
"Jadwal kalian saja
sudah padat di tambah persiapan konser. Kau pasti lelah sekali ya.. Jangan lupa
minum vitamin dan istirahat yang cukup"
"Ne noona.. Memang
lelah tapi semua terbayar saat konser nanti"
"Noona yakin kalian
akan menampilkan penampilan terbaik"
"Tentu.."
Han tersenyum
"Noona..
Mianhe..Mungkin nanti kita akan susah bertemu"
"Gwenchana, yang
penting kau bisa menampilkan perfomance terbaik saat konser nanti. Dan jaga
kesehatanmu, istirahat..luangkan waktu untuk beristirahat , kalau sampai aku
mendengar kau sakit karena kelelahan aku orang pertama yang akan menjewer mu.
Jangan pikirkan hal yang aneh-aneh, yang hanya mengganggu konsentrasimu. Fokus
saja pada persiapan konser. Arraseo??"
D.o tersenyum
"Ne noona,
gumawoyo"
"Fighting !!!"
"Fighting !!!"
"Sudah malam, kau
pulang lah. Jangan buang-buang energi terlalu banyak"
"Aku kan sedang
menambah energi sekarang"
"Nde?"
"Ani.. Geurae.. Kau
masuklah.. Noona juga harus istirahat"
Hana mengangguk
"Jaljayo
kyungsoo-yaa"
"Jaljayo.. Kau
hanya boleh memimpikan ku ya noona"
"Aish.. Malam ini
won bin oppa yang akan hadir di mimpiku"
"Andwae.. Lagi pula
Aktor wonbin mana mau hadir di mimpimu"
"Aish.. Ya sudah
kau hati-hatilah di jalan"
"Ne"
~
Hana POV
Lebih dari dua minggu
aku tak bertemu dengan member exo yang bersuara merdu itu. Rasanya seperti ada
yang kurang.
"Noona~"
sudah lama aku tak
mendengar panggilan khas dari nya. Aku tahu jadwalny memanng sedang sangat
padat saat ini, selain harus mempersiapkkaan konser, exo juga tetap hadir di
berbagai acara musik dan lainnya. Walau begitu aku dan kyungsoo masih sempat saling
mengirim pesan, yang kadang lupa atau tak sempat ia balas. Harusnya dia
meluangkan waktunya untuk setidaknnya membalas pesan ku. Aku kan merindukannya.
Chankaman?? Apa aku salah bicara barusan?? Aku merindukannya? Ani..ani.. Aku
salah bicara.. Mungkin karena efek sudah malam saja aku bicara ngawur seperti
ini. Aku melihat ke arah jam dinding di kamarku, benar saja sudah pkl 1.20.
Baikah..mungkin aku harus tidur sekarang, dari pada aku mulai bicara yang
tidak-tidak lagi. Langsung aku menarik selimut dan menenggelamkan tubuhku di
dalam kasur.
Ting tong..
Ting..tong...
Mwo?? Apa itu bunyi bel
ku? Siapa yang datang tengah malam begini??
Ah.. Mungkin shinjae
ahjussi mabuk lagi dan mengganggu tetangga disini. Aish..
Ting..tong..ting tong..
Bel apartemenku berbunyi
lagi.. Apa benar ada yang bertamu jam segini??
Ting..tong..ting..tong..
Argh.. Baiklah..aku
bangun, aku menuju pintu dan melihat dari lubang kecil yang berada di pintu.
Seseorang dengan pakaian hitam-hitam dengan topi dan masker berdiri di depan
pintu ku. Siapa dia?? Apa mungkin??
Drrtt...drrtt...
Ponsel yang sejak tadi
aku genggam, tiba-tiba berdering ada panggilan masuk. Tertera nama kyungsoo di
layarnya.
"Noona... Kau di
mana? Cepat buka kan pintunya"
"Mwo?? Jadi kau
yang datang ke apartemenku huh?"
"Iya..cepat buka
pintunya"
Langsung aku buka
pintunya.
"Apa kau sudah
tidur? Lama sekali membuka nya"
Tanpa di suruh, ia
langsung masuk ke apartemenku sambil membuka masker yang menutupi wajahnya
"Yak.. Ada apa
malam-malam begini huh?"
Aku menutup pintu dan
mengekornya masuk ke dalam. Dia berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya
kemudin mendekat ke arahku. Tanpa di sangka dia memelukku
"Noona ~
bogoshipoyo" bisiknya
Aku hanya diam mematung
di tempatku. Otak ku masih berpikir, apa ini mimpi atau benar-benar terjadi??
Aku merasa kyungsoo
memelukku semakin erat. Kalau begitu ini nyata, benar-benar terjadi
"Apa kau tak
merindukan ku hmm?"
"Kyungsoo-yaa"
aku mencoba mellepaskan pelukkannya
"Sebentar saja
noona" dia menahanku agar aku tak melarikan diri dari pelukkannya.
Rasanya jantungku ingin
meledak saat ini. Aku yakin ia juga merasakan detak jantungku yang tak normal
ini. Aku juga merindukan mu kyungsoo, kalimat itu tak mungkin aku ucapkan walau
rasanya ingin sekali keluar.
Setelah beberapa lama
akhirnya kyungsoo melepaskan pelukkannya. Aku masih diam, tak tahu harus bicara
apa, sementara kyungsoo tersenyum manis yang membuatku ingin menariknya dan
memeluknya lagi..
"Kaja"
"Kemana?"
"Ganti baju mu atau
pakai jacket saja lah, aku tunggu di sini"
"Mau keman huh?
Sudah malam"
"Palli noona, ganti
baju mu"
"Shireo.. Ini sudah
malam kyungsoo. Memangnya mau ke mana?"
"Kita keluar
sebentar ya"
"Shireo"
Terlihat kyungsoo
menekuk wajaahnya cemberut.
"Yak.. Noona, apa
kau tak kasihan padaku huh? siang ini aku baru datang dari beijing, tadi sore
ada performs, setelah itu kami latihan persiapan konser. Sekarang aku
mengajakmu pergi ingin melepas penat, kau malah tidak mau"
Kemudian ia duduk di
sofa, dengan wajah cemberutnya
"Kau lelah sekali
ya? Harusnya kau istirahat"
Aku duduk di sampingnya
"Aish.. Kau malah
menyuruhku istirahat sekarang?"
"Ya kan..kau bilang
aktivitasmu padat sekali hari ini, menurutku lebih baik kau istirahat sekarang.
Besok kan jadwamu padat lagi, jangan sampai kau kelelahan"
"Ah.. Noona.. Aku
ini merindukanmu noona.."
"Heii"
"Ya sudahlah.. Aku
pulang saja" kemudian ia bangun dari sofa
Apa dia marah?? Melihat
wajahnya seperti itu aku jadi tidak tega, apa benar Ia merindukanku hingga
datang tengah malam begini"
"Baiklah.. Kau tunggu
disini, aku ganti baju dulu sebentar"
Aku melihat sekilas ia
tersenyum kemudian duduk kembali di sofa
"Baiklah.."
"Lagi pula
malam-malam begini kita mau ke mana?"
"Sudah.. Kau cepat
ganti baaju saja dulu. Pokoknya kau tak akan menyesal ikut dengan ku"
Aku langsung menuju
kamar dan menganti pakaian lengkap dengan sweeter tebal
Kemudian kami pergi
dengan mobil yang di kemudikan kyungsoo, hingga akhirnya sampai di suatu
tempat. Aku rasa ini seperti bukit
"Cha..kita sudah
sampai"
"Di mana ini?"
"Ayo kita
turun"
Kyungsoo melepaskan
sabuk pengamanku, kemudian ia membuka pintunya dan keluar, akupun keluar.
Kyungsoo menghampiriku
dan menggenggam tanganku, kemudian ia menarikku berjalan bersama nya
"Lihat noona"
katanya sambil menunjuk pemndangan di bawah
"Woah..
Daebak"
Aku sedikit takjub
melihat pemandangan kota dari bukit ini. Gemerlap warna-warni lampu terlihat
begitu indah. Tak salah ia menjakku ke sin, memang pemandangan dari sini
terlihat indah
Kemudian ia menuntunku
untuk duduk di salah satu bangku
"Eotteohke?"
"Indah sekali"
"Tak menyesalkan
kau ikut dengan ku ke sini?"
"Euhm.. Dari mana
kau tahu tempat ini?"
"Jongin pernah
mengajak ku ke sini dulu. Setelah itu aku, jongin dan member lainya sering ke
tempat ini jika sedang suntuk, untuk melepaskan penat"
"Ooh begitu, aku
malah baru tahu ada tempat seperti ini"
"Euhm.. Dan malam
ini aku ingin menikmati pemandangan dari sini dengan mu"
Sejak tadi tangannya
masih menggenggam tangan ku, aku juga tak ingin melepasnya.
Kami mengobrol banyak,
menceritakan apa saja yang terjadi selama kami tak bertemu, banyak cerita lucu
hingga kami terlarut dalam canda tawa. Senang sekali melihat wajahnya penuh
tawa seperti ini di balik setumpuk aktivitasnya padatnya. Ia juga menceritakan
tentang persiapan exo untuk konser tunggalnya.
"Aku suka"
"Aku juga suka,
indah sekali pemandangannya dari sini"
"Ani.. Aku
menyukaimu noona"
"Aku juga
menyukaimu"
"Tapi aku
benar-benar menyukaimu"
"Kalau kau
membenciku, maka kau tak akan berteman dengan ku" aku tertawa
"Bukan begitu.. Aku
benar-benar menyukaimu"
"Nde?"
"Mungkin aku memang
harus mengatakannya. Sejak awal bertemu dengan mu aku sudah menyukaimu, aku
juga tak mengerti mengapa aku bisa menyukaimu begitu saja. Kau ingat saat di
radio waktu itu? Benar yang chanyeol katakan, aku memang grogi hingga salah
bicara itu karena mu."
Apa dia sedang
bercanda??
"Rasanya aku ingin
selalu bersama mu, tak bertemu dengan mu selama dua minggu ini benar-benar
menyiksaku. Aku merindukan mu, sangat merindukanmu noona"
"Kyungsoo-yaa, kau
ini bicara apa huh? Apa karena terlalu lelah kau jadi bicara tidak jelas
begitu?"
"Noona.. Aku
serius.. Aku menyukaimu, ani.. Aku mencintaimu. "
"Hei.. Kau
ini"
"Aku benar-benar
mencintaimu noona, apa kau merasaknnya?Dari sejak pertama melihat mu hingga
akhirnya kita dekat dan aku semakin mengenalmu, aku semakin menyukaimu"
"Aah..Itu mungkin
hanya karena kau merasa cocok dengan ku. Tapi bukan berarti itu cinta
kyungsoo-yaa.."
"Ani.. Aku yakin,
memang aku mencintaimu. Tak pernah sebelumnya aku meraskan hal seperti ini. Aku
ingin kau selalu di sampingku"
"Andwae.."
"Waeyo??"
"Mianhe, mungkin
selama ini aku bersikap salah padamu, aku tak bermaksud membuat mu menyukaiku.
Aku senang berteman dengan mu, dengan seorang super star yang terkenal di
seluruh dunia. Bisa menemani mu di sela-sela jadwal padat yang kau jalani.
Berbagi cerita dengan mu, Tapi kalau untuk mencintaimu aku rasa aku tak
bisa"
"Wae??"
"Kau tahu.. Kita
berbeda.. Kau siapa? Dan aku siapa?? Kau harus ingat berapa lama kau menjadi
trainee, bagaimaana persiapan mu untuk debut, lelahnya dan sulitnya menjadi
dirimu yang sekarang, yang di kenal publik, sudah terlalu banyak pengorbanan
yang kau lakukan untuk karirmu. Memiliki hubungan hanya akan merusak semuanya
kyungsoo-yaa.."
"Salah.. Sejak
mengenalmu, kau seperti menjadi penyemangat di tengah kegiatanku yang
padat"
"Apa kau mau
mengecewakan orang lain, para fans yang sudah melakukan banyak hal untuk
mu"
"Tapi aku punya
kehidupanku sendiri, apa aku tak boleh jatuh cinta? Apa aku tak boleh merasakan
indahnya cinta? Memiliki pacar seperti orng lain? Aku memang aku seorang artis,
tapi aku juga manusia biasa. Lagi pula selama ini pun kita sudah terbiasa
bertemu secara diam-diam kan? "
"Kau juga lebih
mudah dari ku"
Kyungsoo tersenyum
"Mwo?? Apa usia
menjadi masalah? Lagi pula kita hanya berbeda dua tahun"
"Tapi Terlalu
banyak perbedaan di antara kita"
"Itu bukan alasan
noona, aku yakin kita bisa menjalani hubungan seperti yang kita inginkan tanpa
di ketahui publik"
"Mungkin kau bisa,
tapi aku??"
"Tapi kau mencintaku
juga kan?"
"Aku.. Aku..."
Aku berpikir sejenak..aku pun tak tahu perasaan apa yang aku raaasakan pada
kyungsoo. Apa benar aku mencintainya?
"Sebenarnya
aku.."
"Sudahlah.. Tak
perlu di jawab sekarang, kau bilang aku harus fokus untuk konser yang tinggal
hitungan hari, aku juga Tak perlu memikirkan hal yang hanya membuat pikiranku
tak tenang kan? Jadi tidak perlu di jawab"
"Euhm.. kau harus
tetap fokus"
"Ne..karena aku dan
exo akan menampilkan penampilan terbaik kami"
"Mianhe"
"Ssttt... Jangan
ucapkan kata-kata yang malah membuat pikiran ku tidak fokus noona"
"Geurae..
Fighting!!"
~
Kami sudah berada di
apartemenku, sudah pkl 4 pagi sekarang.
"Gomawo sudah
menemaniku malam ini"
"Ne.. Cepat kau
pulang, masih ada waktu untuk istirahat sebelum kau harus memulai jadwalmu
lagi"
"Ne.."
"Chankaman"
kemudian ia mengambil sesuatu dari jacketnya
"Igo" ia
memberikan secarik kertas
"Tiket konser kami.
Kalau kau mencintaiku kau harus datang dan melihat penampilanku"
"Nde?"
"Aku harap kau akan
datang dan memberiku semangat juga jawaban tentang perasaanku"
"Kyungsoo-yaa..
Noona..."
"Ssttss... Aku tak
mau mendengarnya sekarang. Baiklah..aku pulang"
Tanpa basa basi lagi,
kyungsoo langsung pergi meninggalkan apartemenku
Argghh... Apa aku sudah
gila? Mengapa aku senang mendengarnya mengatakn kalau dia mencintaiku?
Tidak..aku tidak boleh seperti ini. Dia itu D.O member boy grup EXO, siapa yang
tak mengenalnya? Memiliki banyak fans fanatik bukan hanya di korea tapi seluruh
dunia. Sementar aku? Hanya editor dan penyiar radio saja, yang tak memiliki
wajh cantik dan tubuh sexy bak model. Apa dia tak salah mengatakan hal itu
padaku? Ahh..tak mungkin ia benar-benar mencintaiku
"Ani.. Aku yakin,
memang aku mencintaimu. Tak pernah sebelumnya aku meraskan seperti ini"
Mengingat kembali saat
kyungsoo mengatakan hal itu tadi, memang terpancar keyakinan dan ketulusan dari
wajahnya. Tapi tidak boleh.. Bagaimana dengan tanggapan publik nanti? Bagaimana
para fans yang kecewa lalu meninggalkannya. Dan aku akan di benci oleh semua
fans nya, acara radio ku tak ada yang mendengarkan dan aku berhenti siaran.
Tidak..tidak..ini tidak boleh terjadi..
Kyungsoo-yaa, mianhe aku
tak bisa bersama mu
~
Baru sampai kantor aku
sudah melihat pemandangan para pegawai magang yang merupakan mahasiswi-mahasiswi
ini sedang berkumpul, biasanya mereka bergosip..membicarakan tentang
artis-artis idola yang termasuk exo salah satu nya. Kadang aku merasa bangga
karena sudah mengenal para member exo, apa lagi kyungsoo yang euhmm.. Aah pagi
pagi begini sudah berpikiran yang aneh.
Aku mulai menyalakan
komputerku
"Bagaimana bisa ia
pergi satu minggu sebelum konser seperti ini huh?"
"Apa ia tak
memikirkan member lainnya"
Kata mereka yang sedang
mengobrol di temani gadget nya masing-masing
"Waah..aku tak bisa
terima ini, mengapa dia tega sekali"
"Mungkin dia punya
alasan lain hingga memilih untuk pergi"
"Benar.. Yang aku
dengar memang managementnya beberapa kali memiliki yang kurang baik dengan
artisnya. Ku ingat hangeng oppa? Lalu JYJ"
Sebenarnya apa yang
sedang mereka gosipkan? Bukan kah itu artis-artis di management exo?
"Tapi jahat sekali
Kris meninggalkan exo dan kita.hiks..hiks.."
"MWO??" Tak
sadar aku malah berteriak kaaget
Terlihat para mahasiswi
itu menatap ku aneh, bagaimana tidak..aku yang sejak tadi hanya duduk di dekat
mereka dan tak ikut dalam pembicaraan mereka , tiba-tiba berteriak kaget
"Mianhe.. Apa
maksud kalian Kris keluar dari exo?"
"Ne.. Apa kau juga
fans exo Editor Kang?"
"A..ani.. aku hanya
bertanya saja"
"Eoh.."
"Pagi ini kris
mengirimkan gugatnnya pada SM"
"Jinjja??"
Tanyaku
"Euhm.." Kata
mereka sambil mengangguk
Langsung aku mencari
informasi di internet tentang kebenaran berita ini, dan ternyata memang benar
kris melayangkn surat gugatannyaa pada SM ent. Konser mereka tinggal seminggu
lagi, bukan kah mereka sudah menyiapkan segalanya? Lalu mengapa kris malah
ingin keluar? Kyungsoo.. Bagaimana dengannya?
Aku mengambil ponsel dan
menekan nomor kyungsoo.. Tapi aku sadar, tak mungkin aku menghubunginya disini,
bagaimana kalau yang lain dengar? Lalu aku keluar dari ruangan ini dan
menghubunginya.
Tuuut..tuuut...
Lama ia tak kunjung
mengangkatnya, hingga panggilan ku terputus otomatis
Apa mungkin aku salah
menghubunginya di waktu yang tidak pas, kyungsoo dan exo pasti sedang kacau
saat ini. Aku tak akan menghubungi nya dulu sekarang, mungkin aaku hanaya akan
menambh masalah nantinyaa.
Aku kembali ke ruangan
kerjaku
~
@ studio radio
Melihat artikel tentang
gugaatan Kris di media membuat ku prihatin dengan keadaan exo saat ini. Mereka
pasti sedang terpuruk sekali. Bagaimana kondisi kyungsoo saat ini? Aku melihat
ponsel ku dan tak menemukan pesan dari kyungsoo. Aku begitu khawatir mungkin ia
akan sangat terpukul, karena exo dan konser tunggalnya adalah hal yang sangat
berharga bagi kyungsoo.
"Yak.. Kang
hana" kata mira dengan volume yang agak tinggi
"Eoh..waeyo??"
"Aku panggil dari
tadi, tapi kau diam saja. Kau ini sedang melamun apa huh?"
"Mianheyo
mira-yaa.." Pikiranku memang sedikit melayang saat break siaran dan
sekarang sedang memutarkan lagu dan iklan
"Aish.. Ini
tambahan script" mira menyimpan beberapa lembar kertas di meja
"Ada berita terbaru
dari exo" tambah mira
"Mwo??"
"Euhm.. Ada member
yang memberi komentar, ini nanti kau bacakan setelah iklan ya"
"Kenapa harus exo
huh?!!"
"Memang berita
mereka tengah hangat dan di nanti par pendengar"
"Yak.. Apa kau tak
memikirkan bagaimana perasaan para member saat ini huh? berbagi pemberitaan
hari ini pasti membuat mereka sangat terpukul. Mereka sudah cukup di sibukkan
dengan persiapan konser,jadwal padat dan sekarang masah ini. Mengapa tega
sekali ?!!"
"Hei.. Kenapa kau
yang marah? Kau hanya di minta untuk bacakan berita ini, bukan untuk memecahkan
masalah mereka"
"Ya.. Tapi..."
"Sudah bacakan
saja, sebentar lagi iklannya selesai"
Argggh..rasanya malas
sekali aku harus membacakan berita ini
~
@ Home
Aku baru saja selesai
mandi dan sedang mengeringkan rambutku. Ingin sekali rasanya menghubungi
kyungsoo, aku ingin tahu keadaannya. Ku ambil ponselku, kemudian mengetik nomor
kyungsoo. Rasanya ragu-ragu sekali untuk menekan tombol call dan malah tombol
back yang aku pilih. Mungkin lebih baik aku mengirim pesan saja
To : D.O kyungsoo
Kyungsoo-yaa, fighting
^^
Send...
2 menit..5 menit.. 10
menit.. 30 menit, tak ada balasan darinya.
Sampai aku akan tidur
kyungsoo tak membalas pesanku. Mungkin di sudah tidur? Aku melihat ke arah jam
yang menunjukkan pkl 02.10. Semoga ia sudah istirahat saat ini.
Aku pun mematikan lampu
dan menarik selimutku.
Ting..tong..ting..tong
Mwo?? Apa itu kyungsoo
yang datang??
Langsung aku bangun dan
segera menuju pintu untuk membuknya
Benar saja dugaanku,
Seperti biasa ia mengenakan baju hitam-hitam dengan topi dan masker menutupi
wajahnya
"Kyungsoo??"
Terlihat dari matanya ia
tersenyum
Kemudian ia masuk
"Kyungsoo-yaa..
Gwenchana??"
"Ani.. Aku tidak
baik-baik saja"
"Aku tahu, tadi aku
mendengar bahwa.."
"Noona.. Apa kau
punya makanan??"
Belum selesai kyungsoo
sudh memotong ucapanku
"Nde??"
"Aku lapar"
"Mwo?? Apa kau
belum makan?"
"Ne.. Sejak tadi
siang aku belum makan"
"Mwo??"
"Hehehe" ia
malah tersenyum
Aku menjewer telinganya
"Aww..apo..noona
apo.." Rintihnya sambil memegang telinganya
"Yak.. Kan sudah
aku bilang, kau harus makan yang benar. Kenapa sampai tengah malam begini malah
belum makan huh??!"
"Aku ingin makan
dengan mu"
"Aku sudah makan,
lagi pula aku tak punya makanan apa-apa sekarang"
"Eh??"
"Mungkin ada
ramen"
"Mwo?? Jadi aku
harus makan ramen?"
"Yaa..Itu kalau kau
mau, atau pesan makanan saja yaa"
"Tidak..tidak..
Lama lagi kalau pesan, aku sudah lapar sekali. Ya sudah kau buatkan saja ramen
untukku"
"Geurae.. Kau
tunggu di sini, aku masakan ramennya"
"Ne.. Jangan
terlalu lama, dan rasanya harus enak"
"Ne.." Kataku
sambil tersenyum malas
Aku menuju dapur dan
mulai memasak ramen untuknya. Terlihat kyungsoo tengah duduk bersandar di sofa
sambil memejamkan matanya. Apa dia mengantuk? Dia belum makan jangan sampai
tidur dulu. Kemudian Ia menutupi wajahnya dengan tangannya. Dia sedang
mengantuk atau sebenarnya berpikir tentang masalah yang di hadapinya?
3 menit berlalu dan
ramen pun sudah matang
"Kyungsoo-yaa.."
Kyungsoo terbangun
"Kau mau makan dulu
atau mau tidur saja?"
"Makan dulu, aku
lapar sekali. Apa sudah matang?"
"Ne.. Ramennya
sudah matang" kataku sambil menunjuk ke meja
Dia bangun dan langsung
menyambar ramen dan kimchin yang tersedia di meja
"Jalmoghaetseumnida"
Kyungsoo mulai
memakannya dengan nikmat
"Pelan-pelan..masih
panas, nanti tersedak"
"Hehhee..aku lapar
sekali noona"
"Mengapa tak makan
sejak tadi siang huh?"
"Pulang dari acara
musik kami langsung latihan lagi"
"Ah ne, tadi kalian
menang juara 1 ya di acara musik. Chukhahaeyo" kataku sambil bertepuk
tangan.
"Kalian keren
sekali"
"Ne gomawoyo"
kyungsoo tersenyum manis
"Woaah..
Massistaa.. Mungkin karena aku terlalu lapar, jadi ramen ini terasa begitu
nikmat"
"Itu memang rasa
ramen buatanku yang enak, karena aku memasaknya dengan sepenuh hati"
"Mungkin kebetulan
saja"
"Aish.."
"Gomawo
ramennya"
"Ne.. Makanlah yang
banyak.. Kalau kurang aku buatkan lagi"
"Euhm"
kyungsoo mengangguk
Sepertinya kyungsoo tak
ingin aku membahas tentang masalahnya, baiklah..aku juga tak akan membahasnya.
Kyungsoo makan dengan
lahapnya, sementara aku duduk di sampingnya sambil menonton tv
"Tadi aku
mendengarkan siaran mu"
"Jinjja?"
"Ne.. Apa sering
ada pendengar pria yang menelepon mu seperti itu?"
"Nde?"
"Itu.. Tadi kan ada
pendengar yang menelepon dan memuji-mujimu. Katanya suaramu merdu, wajahmu juga
cantik, dia juga bilang kalau malam nya terasa indah jika sudah mendengar
siaran mu. Ish.. Berlebihan sekali"
"Ah..itu hanya agar
lagu yang mereka request di putar saja"
"Tidak
mungkin..pasti dia menyukaimu"
"Mungkin benar juga
ya.. Memang pesona ku ini tidak ada habisnya" kataku narsis
"Ish..percaya diri
sekali kau ini"
"Hahaha"
"Aku jadi tidak
bernafsu makan lagi" kemudian kyungsoo menyimpan sumpit dan sendoknya
"Yak.. Memang
ramenmu sudah habis"
"Hehehe"
"Mau
menambah?"
"Tidak..aku sudah
kenyang"
"Baiklah"
Aku mengambil piring dan
mangkuk bekas makannya
"Aku bereskan
dulu"
Kemudian aku membawanya
ke dapur dan mencucinya.
Saat mencuci piring, aku
mendengar derap langkah seseorang mendekat padaku.
"Perlu aku
bantu?" Kata kyungsoo yang berdiri di sampingku
"Tidak perlu hanya
mencuci bekas makan mu saja daan sudah mau selesai"
"Euhm.."
"Lain kali jangan
telat makan seperti ini lagi, bagaimana kalau kau sakit? Tubuhmu sudah cukup
lelah dengan aktivitasmu..jangan buat perutmu mende.."
Grep..
Kata-kataku terpotong,
karena tanpa aba-aba kyungsoo tiba-tiba memelukku dari belakang, membuatku
menghentikan aktivitasku mencuci piring
"Me..Menderita juga
karena tidak di beri makan" sambungku
"Noona.."
"Ne.."
"Jangan pernah
tinggalkan aku. Aku tak mau ditinggalkan lagi" katanya sambil memelukku
erat
Aku terdiam
"Aku mohon jangan
tinggalkan aku juga. Seseorang telah pergi dan membuat ruang kosong. Saat aku
merasa saling mempercayai satu sama lain, namun tiba-tiba pergi dan
meninggalkan semua, aku merasa seperti di khianati. "
"Aku merasa sakit
sebenarnya"
Sambungnya seperti
menahan tangis
"Harusnya kami bisa
sama-sama bersabar sebentar, demi apa yang telah kita raih dan yang akan kita
jalani kedepannya. Nanti kita bis merasakn hasilnya dan berkerja keras
bersama-sama. Tapi kenapa ia malah pergi meninggalkan kami di saat seperti
ini?"
Aku melepas sarung
tangan yang aku gunakan untuk mencuci piring, kemudian mengusap tangan kyungsoo
yang berada di pinggangku
"Aku tahu ini pasti
berat untuk mu, untuk kalian. Tapi Mungkin ia punya alasan lain dan dengan ini
bisa membuat kalian kembali belajar dan menjadi semakin solid satu sama
lain"
"Entahlah.."
"Fighting !!"
"Kau orang yang
berharga bagiku, aku ingin tetap bersama mu. Jangan sampai kau pergi meninggalkanku
juga"
"Hei.. Kau pikir
aku akan pergi kemana huh? Aku selalu di sini"
Aku melepaskan
pelukkannya dan kini menghadap nya.
"Aku tau ini pasti
akan berat.. pertemanan kerja sama dan kerja keras yang selama ini kalian jalin
bersama terasa seperti sia-sia, apapun alasannya pergi meninggalkan kalian akan
terasa menyakitkan. tapi aku tahu, kau bukan orang yang lemah. Kau dan member
lain sudah melewati banyak masa-masa sulit jadi masalah seperti ini aku yakin
bisa kalian lalui"
"Apa aku
bisa??"
"Aku jamin kau
bisa, kau bukan orang yang mudah menyerah kan?"
Kyungsoo menundukkan
kepalanya, kemudian aku mengusap-usap kepalanya, mengacak-acak rambutnya
"Kau pasti
bisa!!"
Kyungsoo menarik
tangaanku dari kepalanya kemudian menggenggamnya
"Kalau kau ada di
sampingku, aku pasti bisa" katanya sambil menatap ku dalam dan penuh harap
"Tentu.. Aku tak
akan kemana-mana" aku tersenyum
~
Kami duduk di sofa
sambil menonton acara di tv, sebenarnya mataku sudah mulai mengantuk, jelas
saja sekarang sudah pkl 3.40 dan aku belum tidur sama sekali. Namun
meninggalkan kyungsoo untuk tidur rasanya tidak tega, apa lagi dalam keadaanya
sekarang ini.
"Noona.."
"Ne.."
"Aku
mengantuk"
Ternyata ia merasa ngantuk
juga
Kemudian ia menyimpan
bantal kursi di paha ku, lalu ia menaruh kepala di atas bantal yang berada di
pangkuanku
"Apa kau mau tidur
di sini huh?" kataku sambal melihat kepangkuan ku
"Euhm.."
Jawabnya sambil memejamkan matanya
“Tidak boleh”
“Terserah, tapi aku akan
tetap tidur di sini”
"Aish.. Yaa Tidurlah.."
Kataku sambil mengusap rambutnya
"Euhm..."
Dia mulai tertidur di
pangkuanku, sementara aku sibuk memperhatikan raga nya yang nampak seperti anak
kecil tak berdosa, walau sebenarnya banyak beban dalam pikirannya namun kini ia
terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Aku juga mulai tak kuat menahan rasa
kantuk dan aku pun terlarut dalam tidur
~
Krrringg.. Krrringg..
Terdengar suara nyaring
yang membuatku terbangun. Aku melihat ke meja yang merupakan sumber suara
tersebut, yang berasal dari sebuah ponsel dan itu merupakan ponsel kyungsoo
Aku bangun dan mencoba
mengambil ponsel tersebut, kyungsoo yang masih tertidur di pangkuanku
sepertinya mulai terganggu.
"Euhm" dia
malah memeluk pinggangku erat sehingga membuatku tak bisa bergerak
Panggilan itu berhenti
namun selang beberapa saat ponselnya kembali berdering. Aku berhasil
mengambilnya, dan tertera nama sehun di layar ponsel.
"Kyungsoo-yaa"
aku mencoba membangunknnya
"Ada telepon"
"Euhm.. Biarkan
saja" jawab kyungsoo dengan mata terpejam
"Sepertinya
penting, sehun sudah menelepon dua kali. Coba kau angkat dulu"
Kemudian kyungsoo bangun
dan terduduk lalu mengangkat panggilan dari sehun tersebut
"Euhm.."
Jawabnya malas
"....."
"Ne aku masih
tidur"
"Yak !!"
Terlihat kyungsoo
menjauhkan ponselnya dri telinga nya
"Mengapa harus
berteriak huh??"
"........"
"Aku di.."
Kyungsoo melirik ke arahku
"Memangnya
kenapa?"
"......"
"Ah, ne.. Baiklah
aku segera ke sana"
"....."
"Di mana saja, kau
tak perlu tahu"
"...."
"Ya sudah.."
Kyungsoo menutup
teleponnya
"Waeyo??"
"Kami ada jadwal
pagi ini, sehun menyuruhku pulang sebelum manager hyung tahu aku tak ada di
dorm dan mencari ku"
"Ya sudah cepat kau
pulang sekarang"
"Ah.. Aku masih
ngantuk noona"
Kyungsoo malah tidur di
pangkuanku lagi
"Heii.. Kau harus
pulang, kalau sampai manager mengetahui kau ternyata disini semalaman
baagaimana?"
"Biar saja.. 5
menit lagi.. Biarkan aku tidur 5 menit lagi"
"Andwae.. Kau harus
pulang sekarang"
"Noona~"
Aku mendorong tubuhnya
agar bangun dan terduduk. Matanya masih terpejam
"Kau pulang
sekarang ne.." Kataku sambil merapikan rambutnya
"Shireo.."
"Ayo.."
Kyungsoo membuka matanya
malas sambil sedikit cemberut
"Memangnya kau tak
ingin bersama ku lebih lama lagi?"
"Ish.."
Aku hanya tertawa
"Di mana topi dan
masker mu huh?" Mata ku mencari ke sekeliling dan menemukan topi dan
maskernya di atas lemari. Aku bangun dan mengambilnya, kemudian kembali ke
hadapan kyungsoo. Aku menyodorkan topi dan masker itu namun kyungsoo hanya
diam, lalu aku memakaikan topi itu di kepalanya dan memasang masker untuk
menutupi wajahnya
"Kau benar-benar
mengusir ku noona?"
"Ne.. Cepat pulang
sana"
"Aish.. Jahat
sekali"
"Cepat pulang,
sebelum manager mencarimu"
"Baiklah.."
Kyungsoo berdiri, kemudian aku mendorongnya pelan sampai di depan pintu keluar
"Sebentar" ia
menghentikan langkahnya dan berbalik menghadpku. Kemudian ia memelukku
"Hei.."
"Sebentar
saja" katanya sambil memelukku erat
Aku melepaskan pelukkannya
"Sudah kau pulang
dulu, nanti kita bertemu lagi euhm.." Kataku sambil menepuk bahunya dan
mengancingkan jaketnya, karena sekarang udara sangat dingin, bahkan matahari
saja belum muncul kaarena sekarang masih pkl 5.20
"Geurom"
Lalu ia keluar dan melambaikan
tangannya
"Hati-hati di
jalan"
Ia mengangguk
~
From : kyungsoo
Noona, kau tak lupa kan
dua hari lagi konser kami di gelar. Kau akan datang kan?
Aku ragu-ragu saat akan
membalas pesan dari kyungsoo. Pasalnya jika aku datang ke konser tersebut itu
tandanya secara tak langsung menyatakan kalau aku juga mencintai dan menerimaa
cintanya, yang berarti kami resmi menjadi sepasang kekasih. Jika tidak datang
itu akan membuat kyungsoo yang keadaannya saat ini sedang sulit, akan semakin
sulit karena berarti aku menolak cintanya bahkan mungkin ia akan membenciku.
Kalau aku datang dan kemudian kami menjadi sepasang kekasih, tidak..tidak
mungkin.. Bagaimana mungkin aku bisa menjalani hubungan tertutup dan selalu
berpura-pura, lagi pula itu membahayakan karirnya jika suatu saat hubungan kita
terungkap. Mungkin juga aku akan jadi bulan-bulanan para fans nya. Atau bisa
juga aku tetap datang ke konsernya dan mengatakan bahwa aku hanya datang untuk
mensupportnya dan tak ada maksud lain.
"Editor Kang"
Panggil bos ku yang
membuyarkan pikiranku
"Ye"
belum sempat membalas
pesan kyungsoo aku menyimpan kembali ponsel ku ke meja
"Bisa tolong bantu
aku.."
"Ye"
Langsung aku menuju
ruangan bos ku
~
Author pov
D-Day
Drrrttt..drrrrttt...
"Yeoboseyo"
"Noona~"
"Ne kyungsoo-yaa"
"Kau ingat kan
kalau malam ini konserku berlangsung?"
"Eoh"
"Kau akan datang
kan?"
"Eoh.."
"Kau masih
ingatkan, jika kedatanganmu malam ini merupakan jawaban dari pernyataan
cintaku?"
"Kyungsoo..Mianhe..
Aku sedang meeting, nanti aku telepon lagi ne. Mianhe.. Fighting !!"
"Euhm.."
Kemudian hana menutup
sambungan telepon kyungsoo dan kembali ke meetingnya di kantor pagi ini.
Di sisi lain kyungsoo
yang baru selesai melakukan rehearsal untuk pertunjukan nanti malam sedang
beristirahat sambil memegang ponsel yang sambungan teleponnya baru saja di
tutup oleh hana, ia terdiam sambil berpikir tentang hana.
"Apakah ia akan
datang? Kalau datang berarti ia mencintaiku juga. Atau Ia tak akan datang? Apa
iya noona tak mencintaiku? Tapi aku yakin ia akan datang, ia mencintaiku juga
kan? " Kata kyungsoo dalam hati
"Heii...kenapa diam
saja? Apa kau tegang untuk nanti malam?" Tanya baekhyun yang menghentikan
langkahnya saat lewat di depan kyungsoo
"Sangat..aku sangat
tegang"
"Santai saja, aku
yakin semua berjalan lancar. Kita sudah menyiapkannya dengan matang kan"
"Ne.. Aku bukan
hanya takut konser kita tidak sukses tapi juga.."
"Mwo??"
"Euhm.."
"Sudah..jangan
khawatir..kita pasti akan memberikan penampilan yang terbaik dan penonton akan
puas" baekhyun menepuk pundak kyungsoo lalu ia pergi.
"Memang selain
konser, kau mengkhawatirkan apa lagi?" Tanya Chanyeol yang duduk di
sampingnya
"Ani.."
"Katakan lah"
"Mollayo"
"Heii.. Katakan
lah..mungkin aku bisa membantumu"
"Apa kau bisa
membantuku?"
"Mungkin saja,
makanya katakan saja"
"Ah..aku rasa kau
tak mungkin bisa membantu"
"Aish..memang
tentang apa?"
"Kang Hana"
"Kang Hana? DJ Kang
? Hana noona?" Tanya chanyeol meyakinkan kalo hana yang di maksud adalah
hana yang ia kenal
"Ne.."
"Waeyo?? Kenapa
dengannya?"
"Aku meminta hana
noona untuk datang malam ini, kalau memang ia juga mencintaiku"
"Mwo?? Jadi kau
sudah menyatakan cinta padanya?"
"Euhm" jawab
kyungsoo sambil mengangguk
"Lalu bagaimaana
responnya?"
"Aku juga tidak
tahu"
"Wae?"
"Aku tahu hana
menyayangiku, tapi aku merasa kalau ia memandang ku seperti seorang anak kecil,
menyayangiku seperti kakak pada adiknya. Bukan cinta"
"Kenapaa kau
berpikiran begitu?"
"Ya..dari sikapnya,
dan perhatian yang di berikannya pun terasa seperti kakak pada adiknya"
"Tetap saja dia perhatiankan
pada mu? Itu tandanya dia juga mencintaimu babo"
"Apa iya?"
"Mungkin saja dia
juga mencintaimu, kau jangan membuat spekulasi sendiri sementara belum
mendengar jawaban darinya langsung"
"Aku sedikit
pesimis. Apa memang aku terlalu kekanak-kanakan baginya? Tapi kita kan hanya
berbeda dua tahun"
"Mungkin karna kau
terlihat terlalu imut baginya, Tapi sebenarnya di dalam hatinya dia mencintaimu
sebagai seorang pria. Aku akui..memang kau masih seperti anak kecil.. Uuhh..
Kyeopta" kata chanyeol yang kemudian menggoda dengan memegang dagu
kyungsoo seperti memegang peliharaannya
"Yak..!!"
Kyungsoo melotot
"Sudah.. Jangan di
pikirkan, noona pasti datang, aku yakin"
"Euhm.."
"Kau tinggal fokus
pada penampilan nanti. Jangan sampai kau melakukan kesalaham dan hana noona
melihatnya..oowh itu akan sangat memalukan"
Kyungsoo tersenyum
"Geurae.."
~
Hana masih berkutat
dengan komputer dan kertas-kertas di mejanya, sementara waktu sudah menunjukkan
pkl 18.00. Tinggal sedikit lagi pekerjaannya selesai.
Malam ini pkl 20.00
konser exo di mulai, memang hana masih bingun untuk datang atau tidak di konser
yang mengartikan kedaatangannya sebagai jawaban dari pernyataan cinta kyungsoo.
Walau malam ini ia harus siaran pkl 22.00 tapi setidaknya ia masih bisa hadir
sebentar di konser exo. Tapi bukan tentang waktu, masalahnya tentang perasaan
hana. Tak di pungkiri memang hana menyayangi kyungsoo, tapi ia masih bingung
apa ia benar-benar mencintai kyungsoo atau hanya sekedaar menyayanginya sebatas
teman atau adik?
"Editor Kang"
"Ne
Minah-sshi"
"Bisa kau periksa
lagi pekerjaan ku, aku sudah menyelesaikannya tapi aku takut masih ada yang
salah. Tolong di cek lagi ya" minta minah yang merupakan karyawan baru di
tempat hana
"Yang penting kau
sudh mengerjakannya dengan benar kan? Apa kaau sudah memeriksanya lagi?"
"Sudah..aku sudah
memeriksany lgi, tapi aku takut masih ada yang kurang. Jadi aku mohon periksa
kembali, sebelum aku menyerahkannya pada Direktur Choi "
"Oh baiklah..
Setelah pekerjaan ku selesai akan aku periksa kembali"
"Gamsahamnida"
"Pekerjaan ku saja
belum selesai, ia malah minta tolong" kata hana dalam hati. Hana melihat
ke arah jam yang menunjukkan pkl 18.20. Jika ia mau pergi ke konser setidaknya
pkl 19.00 ia sudah berangkat, sementara pekerjaannya masih belum selesai di
tambah memeriksa pekerjaan minah.
30 menit kemudian
Hana sedang memeriksa
pekerjaan minah
"Editor Kang"
"Ne.. Sebentr lagi
selesai"
"Ani.. Apa kau mau
kopi? Biar aku buatkan"
"Eoh..tidak perlu,
setelah ini aku akan langsunng pulang"
"Benar kau tak mau
aku buatkan kopi? Kata orang kopi buatanku enak "
"Tidak..terimakasih"
jawaba hana sambil tersenyum
"Baiklah"
"Euhm.." Hana
mengangguk
"Mianhe,
merepotkanmu"
"Gwenchanayo.."
"Aku hanya takut
terjadi kesalahan lagi"
"Ne.. Nanti kau
periksa lagi sendiri dan yakinkan semuanya sudah benar ya"
"Ne"
"Baiklah..sudah
selesai, tidak ada yang salah"
"Jinjja?"
"Ne.. Kerja mu
sudah bagus"
"Gamsahamnida"
"Kalau begitu Aku
harus pulang sekarang" kata hana sambil membereskan mejanya
"Ne.. Sekali lagi
gamsahamda. Hati-hati di jalan dan have nice weekend"
"Ne.." Kata
hana sambil berdiri dan bersiap untuk pergi
Dari luar pintu terlihat
Direktur Choi datang. Hana bermaksud untuk pamit pulang, namun ia memberikan
pengumuman
"Malam ini investor
dari china datang dan akan langsung mengadakan meeting dengan kita"
"Nde?"
"Saya harap semua
jangan pulang dulu, karena 30 menit lagi mereka sampai kantor"
"Tapi.. "
Ucapan hana terpotong
"Sekertaris Jang,
tolong siapkan ruang meetingnya" kataa direktur choi
"Ye"
"Baiklah.. Saya tunggu
30 menit lagi di ruang meeting. Jadi jangan sampai ada yang pulang. Ok?"
"Ye.." Jawab
semua karyawan
Hana yang sudah siap
untuk pulang mengurungkan niatnya dan kini duduk kembli di kursinya dengan
wajah sedikit murung
"Waeyo editor kang?
Sepertinya kau tidak suka sekali dengan meeting kita hari ini? Bukankh siaran
mu pkl 22.00? Sebelum itu juga meeting pasti sudah selesai" kata penulis
Kim Jaedong
"Ani.. Hanya aku
ada perlu"
"Kemana?"
"Ke.."
Hana menghentikan
ucapannya, ia juga sebenarnya masih bingung, apa kah ia benar-benar akan pergi
ke konser exo?
“Haruskah aku pergi?
atau ???” kata hana dalam hati
TBC
Maaf typo nya berserakan di mana-mana x_x
Thankyu yang udah mau baca, jangan lupa coment nya yaa..
^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar