Title : Mencintai atau Dicintai?
Genre : Romantic,Comedy
Rate : 15+
Length : Chapter
Main Cast : Kang Hana ( OC ), Kim Heechul, Cho Kyuhyun
Support Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Mira, yang lain menyusul sesuai alur selanjutnya
Author : Kiray Nayla
Disclimer :
Ini adlah Fanfiction pertama author yang tentunya masih amat sangat amatir dan typo bertebaran di mana-mana. FF ini sebelumnya sudah di posting readfanfiction.wordpress.com dan Super Junior Fanfiction (FB) jadi kalau menemukan kesamaan judul dan cerita, ini bukan plagiat karena author yang menulis semuanya. ^^
My Frist FF, dapat inspirasi jam 11 malam untuk nulis ini. Benar-benar hasil pemikiran saya, dengan bahasa saya dan otak saya xixixixi :D. wish u enjoy it, Thankyu ^^
Story Begin
Hana POV
Drrrttt...
Aah..ada panggilan masuk,mengganggu saja tengah malam begini, tidak tahu aku sedang banyak tugas apa. Dengan malas aku mengambil handphoneku. Deg..jantung ku langsung berdetak tak karuan saat melihat nama yang tertera di layar ponsel ku adalah nama nya
"yeoboseyo"
"yeoboseyo, apa kah anda mengenal namja pemilik no ini?"
"aah..ini no cho kyuhyun, mengapa handphone nya ada pada mu?"
"eoh..tuan cho kyuhyun sepertinya mabuk berat, saya pelayang di bar X . tempat kami segera tutup, tolong anda jemput dia segera"
"tapi..kenapa kau melepon ku?"
"di panggilan terakhir handphone milik tuan cho, saya menemukan no anda non. Jadi bisa anda jemput tuan ini?
"eoh..baiklah, saya segera ke sana"
"ne..gamsahamnida"
Pelayan itu menutup sambungan teleponnya, aku langsung mengambil blazer dan menuju pintu keluar. Sambil berjalan menuju bar yg di sebutkan pelayan itu, aku tidak habis pikir..kenapa pelayan ini telepon ke no ku? apa jangan2 tadi sore saat song mira meminjam handphone ku untuk menelepon adiknya kyura, dia salah pencet yaa? aish...memalukan sekali, awas kau mira. Walau merepotkan.menjemputnya, tapi aku malah tersenyum sendiri seperti ini karena senang bisa bertemu dengannya walaupun sudah tengah hampir tengah malam begini.
Ya..cho kyuhyun adalah sunbae ku di kampus, sejak awal aku memang sudah menyukainya, bisa di bilang love at the first sight. namun kenyataan kadang menyakitkan, dia telah memiliki kekasih dan sepertinya sama sekali tak memandangku apa lagi memiliki rasa seperti ku. Begitu malang nasibku bukan? tapi merasakan cinta untuknya saja sudah menjadi kebahagiaan untuk ku.
Untung jarak bar X tidak jauh dari flat ku, jadi cukup naik taxi sebentar aku sudah sampai. Sesampainya di sana aku mencari sosok kyuhyun, karena bar ini sudah sepi jadi dengan mudah aku bisa menemukannya yang sedang tertidur dengan kepala di atas meja. melihatnya seperti itu membuat ku bertanya2 sebenarnya ada apa sampai dia sefrustasi ini dan menghabiskan beberapa botol alcohol samapai mabuk berat.
Kyuhyun pov
aah sepertinya ada yg menyebut namaku, tapi dia bicara dengan siapa? saat aku melihat ke samping, ternyata seorang pelayan sedang melepon seseorang menggunakan ponselku. Saat akan bertanya siapa yang dia telepon rasa pusing karena terlalu banyak minum di kepala ku sudah tidak tertahan lagi. jangankan untuk bertanya atau mengambil ponselku, untuk membuka mata saja berat sekali.
Aku terbangun lagi saat ada suara seseorang memanggilku.
"Kyuhyun sunbaenim, ireona " seperti ada suara perempuan d sebelah ku sambil menggoyang2kan tubuhku, suaranya tidak begitu jelas. ku cpba membuka mataku perlahan
"gwenchana?" dia bertanya pada ku.
"euhm.." aku melihatnya sekilas
"aku kang hana” Jawabnya
"eoh..kang hana, ada apa kau kesini?” tanyaku dengan kepala yg benar2 berat saat ini.
"tadi pelayan menelepon ku katanya kau harus segera pulang karna bar ini akan segera tutup"
ooh..jadi pelayan tadi menelepon hana ternyata, tapi kenapa dia? aah entah lah..
"eoh" jawabku
"kaja aku antar kau pulang, dimana kunci mobil mu? biar aku yang menyetir"
aku masih belum sadar betul dengan.semua ini, sampai akhirnya dia menemukan kunci mobil dan dompetku yg tergeletak di meja. Yeoja itu mengambil beberapa lembar uang dari dompetku untuk membayar bill ku pada pelayan. dan meminta bantuan pada seorang pelayan untuk memapah ku menuju parkiran.
Aku tahu bahwa hana sebenarnya menyukaiku sejak lama dari sepupuku yang kebetulan sekelas dengannya, bahkan beberapa kali dia menyampaikan salam dan menitipkan hadiah saat aku ulang tahun pada sepupuku suyeon. Namun aku lebih memilih Hyesun kekasihku yang telah bersamaku hampir 2 tahun, dan sekarang membuatku seperti ini. Mana mungkin dia bisa bicara seenaknya bahwa dia akan meneruskan karir aktingnya dan memilih memutuskan hubungan kami agar karirnya bisa berjalan mulus karena agency nya tidak mengijinkan hyesun untuk memiliki kekasih. Yak..bukankah banyak artis yg bisa terkenal walau mempunyai kekasih? ini benar-benar membuatku muak. Tidak masuk akal bila seorang artis tidak boleh memiliki kekasih, apa mereka tidak memikirkan perasaan ku huh??
Hana pov
aish...sepertinya dia benar2 mabuk berat, lihat saja untuk berjalan harus di bantu seperti itu. sekarang kami di parkiran, sudah sampai di mobilnya.
"gamsahmnida, sudah membantu kami" ucapku pada pelayan yg membatu kyu berjalan sambil memberikan beberapa lembar won sebagai uang tip
" ye, gamsahamnida nona. hati-hati di jalan" sambil menerima uang
"ne" jawabku sambil memasuki mobilnya dan duduk di bangku kemudi. Aku mulai melajukan mobil di jalanan seoul yang sudah sepi menuju apartemen kyuhyun. Aku memang mengetahui dimana apartemenya, karena pernah mengikutinya sepulang kuliah hanya untuk mengetahui di mana dia tinggal. Hehehe..ya sebegitu sukanya aku terhadap pria ini, sampai rela mengikutinya waktu itu..
Aku memandang wajahnya yang putih pucat berubah agak kemerahan, karena minuman beralkohol itu, namun betapa kagetnya aku saat mengetahui bahwa dia juga tengah menatapku, yang membuat tatapan kami bertemu. Langsung ku palingkan mataku ke arah jalan. Aku yakin pasti pipiku tak kalah merahnya dari pipi kyuhyun sekarang, karena malu.
"Gumawo"
Ucapnya padaku, yang tidak terlalu jelas namun masih terdengar oleh ku
"Eoh..ne, cheonmaneyo sunbae"
Tiba-tiba aku merasakan tangan hangatnya di atas tanganku yg sedang menyetir, seketika tubuhku menegang menerima perlakuannya. Rasanya ingin teriak sekarang juga karena terlalu nervous dan bahagia. Aku mencoba fokus pada jalanan yg kami lalui,namun aku tahu dan melihat dari ujung mataku kyuhyun tengah menatapku sambil tersenyum, saat aku menoleh padanya aku bisa melihat senyumnya yang manis itu. Tapi aku mencoba senatural mungkin saat ini. Tidak lama lalu dia melepaskan genggamannya di tanganku. Setelah itu, selebihnya kami hanya terdiam di perjalanan ini.
Karena jalanan yang sudah sepi, 30 menit kami sudah sampai di apartemennya. Aku membantunya keluar dari mobil, karena khawatir dia masih mabuk dan susah berjalan. Benar saja, efek alkohol itu masih terlalu besar di tubuhnya, hampir saja dia terjatuh saat keluar dari mobil,
"Eoh..gwenchana?" Tanya ku
"Nan gwenchana hana ya" jawabnya sempoyongan.
Namun aku segera membantunya dengan menarik tangannya dan dia dengan cepat memeluk bahuku, mungkin untuk memudahkannya berjalan. Akhirnya aku juga memeluk pinggangnya, agar dia bisa jalan dengan benar.
Aku memang tahu di mana apartemennya,tapi tidak tahu dimana no berapa apartemennya
"Sunbae, apartemenmu no berapa?"
"No 416" jawabnya singkat
Kyuhyun Pov
Aku sudah sampai di apartemenku sekarang, yaa diantar hana yang entah mengapa malam ini terlihat begitu cantik. Aku juga sekarang tengah merangkulnya, sebenarnya aku kuat berjalan namun aku ingin saja merangkul tubuh mungil hana.
"Sunbae, apa ini apartemen mu?" Tanyanya di depan pintu apartemen no 416 milik ku
"Aah..iya" jawabku langsung memencet tombol untuk memasukan sandi apartemenku, pintu terbuka dan kami pun masuk, hana mendudukan ku di sofa ruang tamu. Tak lama dia langsung berdiri
"Aku harus segera pulang sunbae"katanya sambil tersenyum, eeh..mengapa senyumnya manis sekali..
"Gumawo, telah mengantarku hana-ya"
"Cheonmanaeyo sunbae"
"Aah..tidak usah secanggung itu,panggil saja aku oppa ya"
"Ehm..ne oppa"
Dia tersenyum lagi,namun agak ragu.
"Oh iya, di mana aku simpan kunci mobil ini?"
"Simpan saja di atas lemari itu" sambil menunjuk lemari dekat ruang tv
"Eoh,baik lah"
Hana pun berjalan menuju lemari yang aku maksud. Entah mengapa aku ingin memeluknya saat ini, akupun berdiri dan berjalan mengikutinya.
Hana POV
Aku berjalan menuju lemari yang kyuhyun sunbae maksud, eh ani, sekarang kyuhyun oppa. Karena dia memintaku memanggilnya oppa.
Saat aku tengah meletakkannya,aku merasa ada tangan melingkar di perutku. Apakah dia tidak bisa berjalan lagi?sampai harus memelukku seperti ini.
"Hana-ya,gumawoyo"
"Ne"
"Oppa, aku harus segera pulang" sambil membalikan badanku dan mencoba melepaskan pelukan kyuhyun
Namun dia tidak melepaskan pelukannya, malah sekarang kami saling berhadapan dengan jarak sedekat ini. Aigo..aku harus bagaimana,
"Temani aku malam ini"
"Maaf aku harus pulang sekarang" jawabku sambil mencoba melepaskan pelukannya,
"Jebal, jangan pergi"
Entah mengapa aku jadi terdiam dan balik menatapnya intens, tidak bisa aku pungkiri aku sangat menyukai bahkan mencintai sosoknya.
"Maaf aku tidak bisa kyu" aku menolaknya, karena walau bagaimanapun aku tidak bisa menemaninya, bahkan dia hanya sebatas sunbaeku saja
"Aku tahu kau menyukaiku, apa kau tidak ingin bisa bersamaku huh?" Ucapnya dengan suara yg tidak begitu jelas, kareena aku tahu dia masih sangat mabuk. Mengapa dia berkata seperti itu? Aku yang malu juga takut tak sadar telah meneteskan air mata
"Kenapa menangis? Bukankah kau menyukaiku? Apa kau tak ingin menghabiskan waktu bersama ku?
Aku hanya diam tak bisa menahan isakan tangisku, sementara kyuhyun mencoba menghapus air mata di wajahku
"Uljima hana-ya"
Dia kembali memelukku dan mencium puncak kepalaku lembut, entah mengapa kali ini aku malah membalas pelukkannya, sampai tiba-tiba
Bughh..
Autor POV
Bugh..
Suara pintu terbuka dengan kencang yang sekaligus menghentikan kegiatan kyuhyun dan hanna, mereka yang terkejut menatap ke arah pintu
Seorang pria masuk dengan penuh amarah
"Hya..brengsek kau kyuhyun" sambil menghampiri kyuhyun yang masih terpaku bingung
"Oppa!!" kata hanna yang masih tidak percaya
"Kau.." Ucap namja itu sambil menunjuk ke arah kyuhyun
Bugh..namja itu meninju wajah kyuhyun dan menarik tangan hana
"Kyuhyun.." Kata hanna berusaha menolong kyuhyun, namun tangannya keburu di tarik
"Yak..siapa kau beraninya.." Jawab kyuhyun terpotong
" Jangan pernah menggangu gadisku, apalagi menodainya, ingat itu !! " Ucap pria itu sambil pergi dan menarik hana keluar dari apartemen kyuhyun
"Hya" teriak kyu frustasi,sambil memegang bibirnya yg berdarah
Hanna hanya bisa diam melihat ini,karena tidak tahu harus berbicara apa. Namun sekarang dia keluar dari apartemen kyuhyun dengan kim heechul, namja yang di panggilnya oppa tadi. Hanna dan kim heechul memang begitu dekat, apa lagi karena perbedaan umur yang cukup jauh membuat heechul yang tidak punya adik sangat menyayangi hanna. Namun ternyata bukan rasa sayang kepada seorang adik yang akhirnya di rasakan heechul.
Heechul POV
Saat aku akan ke flat hanna untuk memberikan buku yang dia minta sebagai bahan untuk tugas kulahnya yang aku beli di toko buku tadi siang. Aku melihat dia keluar terburu2, aku mengikutinya, sampai dia masuk ke sebuah bar. Untuk apa dia tengah malam begini ke bar? Pasti ada yang tidak beres. Belum sempat aku masuk ke dalam hana sudah keluar dengan seorang pria yang tengah mabuk dan seorang pelayan yang membantunya. Aku tahu kalau pria itu adalah kyuhyun, kemudian masuk ke dalam mobilnya. Aku mengikuti mereka dari belakang dan setelah sampai di apartemen kyuhyun aku merasa ada hal tidak baik yang akan terjadi, hingga aku mengikuti mereka lagi, saat mereka memasuki wilayah apartemen, ada seseorang meneleponku, ternyata atasan ku di kantor. Setelah menutup telepon, aku menuju ke apartemen kyuhyun no 416. Sebelumnya aku bertanya pada security tentang no kamar kyuhyun.
“ Permisi, aku teman dari pria yang tadi masuk bersama seorang wanita, kyuhyun namanya. Bias aku tahu no apartemenya? “ Tanya ku pada security
“ eoh.. tuan cho kyuhyun terlihat mabuk tadi”
“ iya, aku akan memberikan tas ini padanya” kata ku sambil menunjukan tas yang sebenarnya milikku
“ apartemennya no 416 tuan”
“ ye..Gamsahamnida”
Aku pun bergegas menuju lantai 4 di mana apartemen kyuhyun berada. Sesampainya di sana, terlihat pintunya tidak tertutup rapat, saat aku dorong benar saja ini tidak terkunci. Aku mencoba masuk apartemennya, di ruang tamu tidak ada orang. Aku mencari hana dan masuk ke dalam, dan terdengar suara dari salah satu ruangan yang aku yakini adalah kamar, mungkin kamar kyuhyun. Aku mendengan isakan tangis hana, langsung aku buka knop pintu itu dan membantignnya keras, membuat mereka kaget. Bukan hanya mereka, tapi aku pun tak kalah kaget menyaksikan ini. Bagaimana tidak, kang hana gadis kecil yg aku cintai sedang berpelukkan mesra seorang namja yang memang selama ini begitu dia cintai, cho kyuhyun.
" Yak..brengsek kau kyuhyun" sambil menghampiri kyuhyun yang masih terpaku bingung dengan tanpa mengenakan atasan.
"Oppa!!" kata hanna yang masih tidak percaya
"Kau.." Kataku sambil melayangkan tinjuan di wajah kyuhyun
Bugh..
Aku menarik tangan hana
"Kyuhyun.." Kata hanna pada namja brengsek itu
"Hya..siapa kau beraninya.." Ucap namja itu kepada ku
" Jangan pernah menggangu gadisku, apalagi menodainya, ingat itu !! " Ucap ku sambil menatapnya tajam lalu pergi dan menarik hana keluar dari apartemen kyuhyun
"Hya" teriak kyuhyun
Hanna hanya bisa diam, menangiis dan mengikuti langkahku.
"Oppa lepaskan, tanganku sakit" pintanya, karena aku menarik pergelangan tangannya agak kuat. Karena kesal melihat ini semua. Aku tidak menjawabnya dan terus berjalan menuju mobilku.
Aku membukakan pintu mobil dan mendorongnya masuk, lalu menuju bangku kemudi dan menutup pintu mobil
"Kau ini apa-apaan oppa" kata hanna sambil menangis dan menghadapku
" Harusnya aku yang bertanya, kau apa-apaan? Apa yang kau lakukan dengan pria brengsek itu?"
“ Itu urusanku” jawabnya
“ Tapi ini urusanku juga”
“ Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu, aku mencintainya, sangat mencintainya. Biarkan aku melakukan apa yang aku suka.” Jawabnya kasar
“Apa segitu mudahnya kau mau melakukan itu dengannya? Apa segitu di butakannya otakmu dengan cinta huh!!? Jawabku agak membentaknya, karena terlalu kesal
"Tapi aku mencintainya oppa" jawabnya pelan sambil menangis
“ Apakah itu cinta? Apakah berarti dia juga mencintaimu dengan melakukan itu? Tidak.. bahkan kau tahu kyuhyun sedang mabuk berat. Dia pasti tidak sadar melakukan itu semua padamu dan tentunya bukan atas dasar cinta.”
“_____”
“ Apa kau tidak memikirkan hal yang akan terjadi setelah ini?” ucapku emosi
“hiks,,hiks,,hiks,,”
Tangisannya semakin menjadi
Tidak tega melihatnya menangis seperti itu, apa lagi hanya menggunakan tanktop di tengah malam begini. Akupun memeluknya
“ Mianhae” ucapku sambil mengusap puncak kepalanya “ aku hanya tidak ingin hal buruk terjadi padamu, aku tidak mau kau di sebut wanita murahan hana-ya”
“ aku memang murahan, aku bodoh, aku…hiks hiks hiks” dia tidak meneruskan ucapannya malah menangis semakin menjadi
“ Uljima hana-ya, gwenchana” sambil memeluknya, mencoba menenangkannya. Lalu aku melepaskan jaket yang aku gunakan dan menutupi tubuhnya yang terbuka
“ Pakai ini, cuaca sangat dingin. Sekarang kita pulang”
“ ne” jawabnya sambil memakai jaket yang aku berikan masih sambil menahan tangisnya
Aku melajukan mobilku menuju apartemen hana, mungkin sangking lelahnya menangis dia tertidur sekarang. Betapa manisnya gadis ini ketika sedang tertidur, bodoh sekali dia mau memberikan kehormatannya kepada pria yang tidak mencintainya dan hanya memanfaantaknnya.
Mobilku pun sampai di depan flat hanna, aku memarkirkannya. Hanna masih tertidur, rasanya tidak tega untuk membangunkannya, aku menyelus kepalanya, menyingkirkan rambut yang menghalangi wajahnya.
“ hana-ya.. ireona, kita sudah sampai”
Hana POV
“ Hana-ya.. ireona, kita sudah sampai” aku mendengan suara remang-remang itu, sambil mencoba menyatukan nyawa dan tubuhnya yang sepertinya tertidur lelap. Aku membuka mata dan menemukan heechul oppa sedang menepuk-nemuk pundakku untuk membangunkanku.
“ euhm…kita sudah sampai?” jawabku pelan
“ne, kaja turun. Kau harus segera istirahat” lalu dia keluar dari mobil ini.
Aku bangun dan membuka pintu mobil, di luar sudah ada heechul oppa yang mengguku, kemudian membenarkan jaketnya yang aku kenakan dan merangkulku hangat. Kamipun menaiki tangga menuju lantai 2 dimana terdapat flat ku, tidak ada perbicaraan saat ini sampai akhirnya sampai di depan flatku dan aku mengambil kunci di kantong celana jeans ku. Aku membuka pintu dan masuk, namun dia hanya terdiam di depan pintu. Aku menoleh ke arahnya dan berkata
“mengapa diam di situ? Tidak mau masuk?”
“kau istirahatlah, aku akan segera pulang. Sudah terlalu malam”
Saat aku melihat ke arah jam memang benar ini sudah pukul 1 pagi
“aah.. ne, gumawo oppa”
“ Jangan pernah melakukan hal bodoh seperti tadi lagi”
“Ne” jawabku sambil tertunduk malu
“ Sudahlah, kau harus istirahat” sambil tiba-tiba ia menarik pundakku dan memelukku lalu mencium puncak kepalaku
“ Saranghae” ucapnya sambil melepaskan ciumannya di puncak kepalaku lalu pergi meninggalkan ku yang masih bingung akan maksud udari kata “saranghae” yang dia katakan. Aku tersadar dan masuk ke dalam flatku yang sederhana ini.
Aku tahu dia menyayangiku karena aku juga menyayanginya, dia selalu ada untukku bahkan sudah seperti oppa ku sendiri, apa lagi aku tinggal sendiri di seoul ini. Tapi apa mungkin dia… aah tidak mungkin, lebih baik aku tidur sekarang.
Kyuhyun VOP
Eugh,,mengapa terang sekali cahaya ini, cahaya yang mengganggu ketenangan tidurku sekarang. Ya ini sudah pagi, mungkin sudah siang sekarang namun kepalaku masih terasa sakit dan berat. Sesaat aku mengingat semua yang terjadi sebelumnya, saat aku tengah mabuk dan hanna dating menjemputku lalu mengantarku pulang dan seseorang meninju wajahku. Eoh..pantas saja aku merasa sakit di sekitar pipi kiriku ini. Aku juga mengingat apa yang aku lakukan terhadap hana, dia menangis. Argh,,,,,apa yang telah aku lakukan, mengapa semua bisa terjadi seperti itu, kenapa aku begitu? Aku bahkan tak menyukainya.
Drrrttt…
Ponselku berbunyi, saat menatap layarnya aku membaca nama Hyukjae, teman kuliahku dan langung mengangkatnya
“ yeoboseyo”
“hmm..” jawabku dengan nyawa yang belum terkumpul penuh
“hyaa.. cho kyuhyun, apa kau belum bangun huh? Tidak ingat hari ini ada tes?”
“ Mwo? Memang sekarang jam berapa?” aku ingat agi ini ada tes di kampusku
“ ini sudah jam 10 bodoh” jawabnya sedikit teriak
“ cepat datang jam 10.30 tes di mulai, kalau telat kau tau apa yang akan terjadi padamu, apa kau lupa Im seonsaengnim yang…”
Bip.. aku menutup telepon dari hyukjae, walau pun dia belum selesai bicara. Aku langsung bangun menuju kamar mandi. Namun aku menemukan sebuah blazer berwana hijau tosca tergeletak di lantai, aku yakin ini bukan milikku karena ukurannya yang terlalu kecil, aku mengambilnya dan menaruhnya di atas lemari. Ya aku ingat ini milik hana yang tertinggal semalam,apa aku harus mengembalikannya? entahlah, itu urusan nanti yang penting sekarang aku harus secepat mungkin sampai di kampus.
- To Be Continue-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar