Judul : So I...
Author : Kiray Nayla
Rating : General
Genre : Romance, Sad, Comedi
Main Cast : Kang Hana, Park Jungsoo, Cho Kyuhyun
Leght : Three Shot
Support Cast : Lee Sungmin, Kim Mira, Kim Ryeowook, Kim Youngwoon,
Shin donghee, Jaekyung, Kang Sora, Choi Sungjun
Hana POV
“Percayalah padaku, aku akan menjaga mu dengan baik” katanya sambil tersenyum dengan manis
“Yak..kau ini ada-ada saja”
“Aku serius”
“Ini hari minggu, kalau mau bicara serius di hari kerja saja”
“Yak...memangnya aku bicara tentang pekerjaan, ini tentang hati hana-ya”
“Sudah, konsentrasi mengemudi saja sekarang”
“Aish.. kau ini” jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang mungkin sebenarnya tidak gatal
~
Siang ini aku makan sendiri karena temanku masih sibuk, namun aku sudah begitu lapar, dari pada sakit lambungku kambuh lebih baik aku makan sendiri.
"Apa boleh aku duduk disini?" Kata seseorang yang suaranya sangat aku kenal, ya..dia park jungsoo
"Eoh..silahkan jungsoo-sshi"
Kemudian dia duduk sambil menaruh nampan berisi makan siangnya
"Kau makan sendirian?"
"Ne. Kau juga sendirian?"
"Ne, yang lain sedang ada tugas ke luar jadi aku makan sendiri"
"Eo..begitu"
Lalu kami menyantap makan siang kami
"Oh ya, akhirnya jalan menuju rumahku sudah selesai di perbaiki"
"Ooh..bagus kalau begitu"
"Ne, aku tidak perlu memutar arah lagi untuk pulang"
"Eoh..ne.."
Aigoo..ternyata dia mengantarku karena dia jalan menuju rumahnya sedang di perbaiki dan kebetulan searah dengan arah flatku. Kalau begitu mengapa tidak sepanjang tahun saja jalannya di perbaiki, agar dia tetap mengantarku pulang sampai dia jatuh cinta padaku !!
“Ooh ya, semalam kau pergi ke acara pertunangan siapa?”
“Nde? Eoh..pertunangan temanku”
“Lalu kau pergi dengan siapa?”
“Dengan beberapa temanku”
“Eoh..begitu”
~
Sejak mengenalnya sampai sekarang sudah hampir setahun hubungan ku dengan Jungsoo tidak ada kemajuan, mungkin dia memang tidak tertarik padaku, namun aku tidak bisa menutupi perasaan ku. Kami bertemu hanya sebatas di kantor, dia bahkan tidak pernah mengirimi ku pesan, berbeda dengan kyuhyun yang sekarang lebih dekat dengan ku walau pun sudah lama kerjasamanya dengan perusahan ku selesai. Memang dia sempat mengatakan kalau ingin memiliki hubungan yang lebih serius denganku, namun sampai saat ini kami tidak pernah membahasnya lagi, tapi tidak bisa di pungkiri aku juga merasa kalau kyuhyun menyukaiku, tentunya dari sikap-sikapnya selama ini.
~
Hari ini kyuhyun mengajakku menemaninya membelikan hadiah ulang tahun untuk eommanya, katanya dia sedikit bingung memilihkan hadiah yang pas, jadi memintaku membantunya. Kami mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di kota seoul, seperti biasa, jika weekend seperti sekarang tempat ini begitu ramai. Banyak gadis-gadis muda yang melihat ke arah kami, apa mereka terpesona oleh kyuhyun? Jika aku lihat dari tatapannya, sepertinya mereka merasa iri denganku yang berjalan dengan seorang namja tampan bernama cho kyuhyun, memang hari ini kyuhyun nampak begitu tampan dengan celana jeans dan kaos santai yang di padukan dengan blazer, wajahnya yang nyaris sempurna, kulit putih sebening embun di tunjang dengan tubuhnya yang tinggi menjulang dengan mudah membuat yeoja manapun jatuh cinta padanya, mungkin aku yeoja yang beruntung bisa jalan bersamanya. Untuk membuat mereka lebih iri padaku, aku mendekatkan jarakku dengannya, nampaknya kyuhyun menyadari kalau aku berada begitu dekat di sampingnya, kemudian dia melihat ke arahku dan tersenyum begitu manis dan tanpa ku duga dia meraih tanganku lalu menggenggamnya, aku melihat ke arah tangan ku yang sudah di genggamnya lalu melihatnya yang masih tersenyum, akupun membalas senyumnya. Kami jalan bersama dengan bergandengan tangan.
Setelah membeli hadiah untuk eomma kyuhyun, kami pergi ke sebuah taman untuk menikmati bintang yang bertabur begitu banyak malam ini
"Igo" kata kyuhyun sambil memberikan sekaleng softdrink padaku
"Gumawo" jawabku sambil menerimanya
"Sepertinya sudah cukup lama kita dekat dan saling mengenal"
"Ne, tidak terasa sudah sejak perusahaan mu bekerja sama dengan kantorku"
"Ne..sudah cukup lama juga aku mempunyai perasaan lain padamu"
"Nde?" Aku sedikit terkejut dengan ucapannya, bukan hanya terkejut dengan perkataan kyuhyun namun aku juga terkejut saat mataku menangkap keberadaan seseorang yang begitu aku kenal sedang duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat ku dan kyuhyun sekarang. Aku tidak salah, itu park jungsoo namun dia bersama seorang wanita, yang sekilas aku lihat sama dengan wanita yang berfoto bersamanya waktu itu, apa dia yang bernama sora? Mereka terlihat begitu akrab, ani mesra lebih tepatnya, lihat saja bahkan mereka berpegangan tangan dan saling melempar senyum, entah mengapa mataku memanas saat ini, hatiku juga rasanya hancur, seakan tidak terima dengan apa yang ku lihat.
"Mungkin kau bisa merasakan sikapku yang berbeda padamu selama ini, itu karena sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah jatuh cinta denganmu, entah mengapa aku merasa begitu nyaman berada dekat denganmu, kau adalah yeoja pertama yang pernah aku kenalkan pada orang tuaku, bahkan aku mengenalkan mu pada seluruh keluarga ku waktu itu, yaa itu karena aku merasa yakin kalau kau akan menjadi milikku. sebelumnya juga aku sudah pernah mengatakannya tentang keinginanku untuk bisa lebih dekat denganmu, namun mungkin kau tak menganggap itu serius, kali ini aku benar-benar ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. Aku mencintaimu, biarkan aku selalu di sampingmu, menjagamu, aku akan selalu ada untukmu"
Sambil mendengarkan perkataan kyuhyun, mataku masih tertuju pada jungsoo dan wanita itu. Entah mengapa, tanpa aba-aba air mata ku menngalir begitu saja
"Gwenchana?" Tanya kyuhyun yang heran melihatku menangis. Aku langsung menghapus air mataku, tak tahu dorongan dari mana aku malah memeluk kyuhyun, mungkin ini bisa sedikit menenangkan ku yang tengah patah hati dengan jungsoo
"Mianhe, apa aku membuatmu menangis?"
"Ani.."
"Lalu kenapa kau menangis?" Tanya kyuhyun yang begitu bingung
"Bisa kau biarkan aku meminjam pundakmu sebentar?"
"Selamanyapun akan aku biarkan"
Aku masih menangis di pelukkannya, mianhe cho kyuhyun, aku memang saat mencintai jungsoo, aku menyukaimu namun belum bisa mencintaimu, apa aku salah bersikap padamu selama ini?
Setelah aku puas menangis di pelukkanya, aku melepaskan pelukkan ku
"Gumawo"
"Gumawo untuk?"
"Karena kau telah meminjamkan pundakmu, juga atas semua yang kau berikan padaku"
"Asal kau bahagia aku bahagia. Namun mengapa kau menangis seperti itu?"
"Apa mungkin aku terharu dengan ucapanmu tadi yaa?" Kataku pura-pura bertanya sambil tersenyum padanya
"Mwo?? Jinjja?" Jawabnya bahagia dengan matanya yang berbinar
"Jadi apa kau juga mencintaiku?"
Tuhan..aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa sekarang. Aku tidak bisa membohongi perasaanku, yang hanya mencintai jungsoo, namun namja itu tidak mungkin menjadi milikku
“Hmmm..”
“Jebal, jawab aku”
"Ehm.." Kataku sambil menganggukkan kepalaku
"Jinjja?? Gumawo hana-ya, gumawo" jawab kyuhyun yang tiba-tiba memelukku
“Gumawo telah menerima cintaku, aku pikir selama ini kau tidak mencintaiku”
“Kau tidak pernah bertanya”
“Apa kau menungguku mengungkapkannya? Bukankah aku sudah mengatakanya beberapa kali, tapi kau saja yang tak menjawabnya. Jadi sejak kapan kau menyukaiku?”
“Aku rasa ini tidak perlu di jawab”
“Wae?? Aku ingin tahu” katanya yang melepaskan pelukkannya dan menatap ku dengan penuh tanya
“Itu rahasia ku”
“Yak...kau ini” dia kembali memelukku
"Sejak kapan kau mulai mencintaiku, itu tidak penting, yang terpenting Sekarang kau sudah resmi menjadi yeoja chinguku, jadi jangan pernah melihat pria lain selainku"
"Yak..mana mungkin aku tidak boleh melihat namja lain, harus kah aku hanya berhubungan dengan yeoja saja?"
"Bukan begitu, kau tidak boleh melirik namja yang sekalipun lebih tampan dari ku, apa lagi mempunyai perasaan dan menyukainya, arrachii?"
"Hahaha..kau ini ada-ada saja tuan cho"
"Yakseo?"
"Ish.."
"Marhaebwa hana-ya.. Yakseokae?"
"Ne..ne..nan yakseokhae"
"Geurae.. Saranghaeyo" ucapnya lembut, masih dalam pelukkan nya yang begitu memberikan kehangatan untukku, aku hanya diam tidak menjawab kata-kata cinta darinya. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi
Maafkan aku kyuhyun, karena yang ada di hatiku adalah park jungsoo, bukannya aku memanfaatkanmu, namun aku akan mencoba menerima kehadiran mu dalam hidupku, buatlah aku mencintaimu dan melupakan jungsoo.
~
Sudah 2 bulan aku menjalani hubungan dengan kyuhyun, perlakuannya terhadapku begitu manis, namun entah mengapa aku masih belum bisa sepenuhnya mencintainya. Mungkin aku bodoh masih saja mencintai jungsoo, yang sebenarnya tidak mencintaiku. Hampir setiap hari aku masih bertemu dengannya, melihat senyumnya yang selama ini aku idamkan juga sesekali berbincang dengannya.
~
"Saya rasa meeting hari ini cukup, semuanya sudah saya sampaikan, jadi bila terjadi kemungkinan terburuk, saya mohon kalian makum, karena ini semua bukan kehendak saya selaku direktur di sini" ujar Direktur Lee
"Ne, algeseumnida" jawab kami semua, dan kemudian kami kembali ke ruangan masing-masing
Ya, beginilah keadaan kantorku saat ini, terjadi suatu masalah pada kantor pusat kami yang berada di Amerika, yang menyebabkan akan terjadinya pengurangan pegawai di seluruh cabang termasuk cabang di Korea ini. Ada yang bilang, bahwa perusahaan akan mempertahankan pegawai yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun. Sementara aku baru bekerja 2 tahun disini, dan divisi ku mempunyainya pegawai yang cukup banyak, jadi mungkin salah satu dari tim ku akan ada yang di PHK, bisa jadi aku lah salah satu itu.
"Kita hanya perlu melakukan yang terbaik ya kan?" Tanya mira yg membuyarkan lamunanku sambil menyenggol tanganku yang sedang berjalan lemas menuju meja dengan
"Nde?"
"Yak..mana semangatmu kang hana?"
"Eoh..aku semangat ko"
"Ne.. Fighting (`▼´)ง !!!"
"Figjting !!!"
Kami sedikit tertawa, kemudian berjalan bersama menuju meja masing-masing.
~
"Kau mau minum apa?"
"Capuchino saja"
"Baiklah tunggu disini, biar aku saja yang belikan"
"Ok..gumawo hana-ya"
"Ne"
Kemudian aku keluar dari mobil yang di parkir di pinggir jalan tepat di depan sebuah cafe bernama handle & grathel, Malam ini setelah pulang kerja, mira mengantarku pulang. Akupun masuk ke dalam cafe yang terlihat cukup ramai, langsung aku menuju tempat memesan juga sekaligus kasir tsb, yang antriannya cukup banyak. Dari belakang aku liat seseorang yang sepertinya aku kenal, yak..itu youngwoon dengan jungsoo, ternyata mereka juga sedang mengantri aku berada satu orang di belakang mereka.
"Yak..tadi siang kau kemana huh? Kami menunggumu saat makan siang tapi kau tidak mengangkat telpon ku"
Aku mengurungkan niatku untuk menyapa mereka, karena bisa aku dengar mereka tengah asik mengobrol
"Mianhe, ponsel ternyata ku silent, aku mengantar sora fitting baju pengantin tadi"
"Jinjja? Kalian pergi bersama?"
Mwo?? Apa yang di maksud adalah sora yang sering mereka bicarakan? Fitting baju pengantin? Apa jungsoo dan sora akan menikah?
"Ne.."
"Memang sudah menetapkan tanggal pernikahannya?"
"Ne, orangtuanya ingin sora segera menikah"
Jadi mereka akan segera menikah? Tuhan...aku harap kali ini aku salah dengar, satu hal yang paling tidak ingin aku dengar adalah pernikahan jungsoo dengan wanita lain, tapi mengapa aku malah mendengarnya sendiri secara langsung. Rasanya seperti di hujam 1000 jarum, aku tak kuat menahan sakit di hatiku
"Aigoo...lalu apa dia nampak cantik dengan baju pengantinnya?"
"Dia begitu cantik" jawab jungsoo sambil tersenyum
“Beruntung sekali bisa bersanding dengan wanita secantik sora”
Kakiku lemas, seperti tak kuasa lagi berpijak, mataku memanas dan nafasku terasa sesak, selama ini aku masih selalu berharap suatu saat ada keajaiban sehingga jungsoo juga dapat mencintaiku, namun sekarang jelas sudah mengapa selama ini dia bersikap biasa saja padaku dan tak menyukaiku, dia akan menikah dan sirna semua harapanku.
"Kau mau pesan apa?" Tanya jungsoo pada youngwon yg berada di sampingnya lalu dia memalingkan matanya ke belakang, aku yang berada di belakangnya langsung membalikkan tubuhku dan bergegas keluar meninggalkan cafe ini menuju mobil mira, air mata mengalir begitu saja tanpa komando dariku.
"Yak..mana minumku?"
"Bisa antarkan aku pulang sekarang?"
"Hana-ya gwenchana?" Tanya mira yang sadar kalau aku tengah menangis sekarang
"Gwenchana, palli antarkan aku pulang sekarang"
"Ne, keundae waegeurae??"
Aku hanya diam sambil menghapus air mata dengan tisu
"Geurae..kita pulang sekarang"
Kemudian mira melajukan mobilnya, tidak lama kami sampai di halaman flat ku
"Neo jinjja gwenchana?"
"Nan gwenchana mira-ya"
"Apa kau tidak mau menceritakannya padaku? Sebenarnya ada apa? Apa aku berbuat salah? Atau karena masalah kantor?"
"Tidak..kau tidak salah apa-apa ko, juga bukan karena masalah kantor..sudah lah, kau pulang saja sudah malam. Gumawo telah mengantarku"
"Baiklah kalau kau tidak mau bercerita, kalau memang menangis bisa membuatmu lebih tenang menangislah, walau menangis tidak menyelesaikan masalahmu, mungkin jika kau berubah pikiran dan ingin menceritakannya padaku, aku akan mendengarkana dan sebisa mungkin aku bantu"
"Ne.. Gumawo..sudah pulang sana, sudah malam"
"Yak..kau mengusirku huh? Geurae..aku pulang dulu, kau baik-baik lah kalau ada apa-apa segera hubungi aku"
"Ne, gumawo.. Hati-hati dijalan"
Mira pun melajukan mobilnya menjauh dari flatku. Setelah sampai di flatku, aku langsung menuju lemari es, tenggorokkan ku terasa begitu kering, mungkin karena menangis tadi. Langsung ku buka pintu lemari es ku, aku mengambil botol air mineral dan hendak membuka tutupnya, namun aku melihat ada botol soju, aku tidak meminum soju, namun saat kyuhyun belanja kemarin ini belanjaannya tertinggal disini jadi aku memasukkan beberapa botol soju itu ke dalam lemari es. Aku malah menyimpan lagi air mineral yang sudah di tanganku dan mengambil botol soju itu lalu membuka tutupnya, kata orang ini bisa mengurangi beban masalah kita, lalu ku minum sekali
"Huewwk..rasanya tidak enak"
Kemudian aku meminum air mineral untuk menghilangkan rasa aneh alkohol
Drrttt..drttt...
Ponselku bergetar menandakan ada panggilan masuk, saat aku lihat ternyata kyuhyun yang menelepon
"Yeoboseyo"
"Kau dimana?"
"Aku di rumah, wae? Kau dimana?"
"Aku di jalan, sedang menuju flatmu, boleh kan aku datang ke tempatmu?"
"Eoh..ke sini saja"
"Geurae..sebentar lagi aku sampai"
"Ne..hati-hati di jalan"
Kemudian dia memutuskan sambungan teleponnya, dari suaranya sepertinya ada yang berbeda darinya, apa dia sedang ada masalah? Entahlah..
Kenapa selalu kyuhyun yang muncull dalam hidupku? Kenapa bukan jungsoo? Sudah kesekian kalinya aku berpikir seperti itu, mengapa aku tidak bisa bersama dengan orang yang benar2 aku cintai?
Sambil menunggu kyuhyun aku tak sadar sudah hampir sebotol soju ini ku minum, aku yang sebenarnya tidak bisa minum alkohol malam ini rasanya ingin sekali menghabiskannya dan sekarang kepalaku mulai terasa berat, sepertinya aku memang tidak hebat minum, lihat saja kepalaku sudah mulai pusing.
Ku dengar ada suara bel, itu pasti kyuhyun, langsung aku menuju pintu, saat aku membukanya aku melihat kyuhyun yang berantakkan dan aku bisa mencium aroma alkohol
"Apa aku mengganggumu?"
"Ani..masuk lah"
Kamipun masuk
"Apa kau sedang mabuk huh?"
Bukannya menjawab kyuhyun malah langsung memelukku
"Eottohkae..eottohkae hana-ya?" Dia menangiis..aku tahu dia menangis sekarang, ada apa sebenarnya?
"Kyu waegeurae??"
"Mungkin aku yang paling bersalah"
"Yak..ada apa? Kenapa kau begini? Jebal ceritakan padaku" aku menarik tubuhnya
"Tenangkan dirimu dan ceritakan semuanya padaku ne" kataku sabil membelai wajahnya, dia menarik nafas panjang sesaat
"Kau tau, investor tunggal yang ku bawa untuk mega proyek kami di tokyo tiba-tiba menarik dananya dan membatalkan kerjasama, sementara proyek sudah berjalan 80%, perusahaan kami merugi besar bahkan mungkin bisa bangkrut karena ini"
"Mwo?? Jinjja?"
"Aku sudah mencoba berusaha agar mereka tidak menarik dana nya dari proyek ini, tapi mereka tetap bersikukuh untuk membatalkan semuanya, dan saat appa tau semua ini, dia begitu kecewa padaku dan sangat terkejut hingga penyakit jantungnya kambuh"
"Lalu sekarang bagaimana keadaan appamu?"
"Aku tidak tahu, karena saat aku ke rumah sakit nuna marah besar padaku, dia menganggap aku yang menyebabkan ini semua. Dan eomma juga tidak mau bicara padaku"
Kami terdiam sesaat, aku tidak tega melihat keadaan kyuhyun yang sedang dalam masalah, senyum yang selalu dia perlihatkan padaku nampaknya hilang hari ini
"Bodoh..bodoh..memang aku bodoh, aku paling bersalah" katanya sambil memukul-mukul kepalanya
"Yak..oppa.." Aku menarik tangannya
"Jangan pernah merasa kau paling bersalah, ini semua bukan inginmu dan kau sudah berusaha sebisamu untuk menggagalkan investor itu membatalkan rencananya kan?"
"Tapi tidak ada yang percaya padaku lagi, bahkan keluargaku pun begitu"
"Keluargamu hanya belum menerima ini terjadi, di tambah appamu yang penyakitnya kambuh, mereka hanya shock dan sangat mengkhawatirkan appamu."
“Tapi mereka tidak mengkhawatirkan ku? tidak ada yang mempercayai penjelasan ku, bahkan mendengarkannya saja tidak, seakan memang aku lah yang paling berdosa. Aku juga sangat mengkhawatirkan appa, tapi untuk melihat keadaannya saja aku tidak bisa” jawabnya sambil menahan air matanya
Aku menarik tubuhnya dan memeluknya, mencoba menenangkan keadaanya yang sedang kacau sekarang, walau sebenarnya akupun tak kalah kacau darinya, masalah di kantor, jungsoo dan di tambah rasa pusing di kepalaku akibat soju tadi, ya ini bisa di bilang mabuk.
“Tenanglah, mereka hanya memerlukan sedikit waktu untuk memahami semua ini. Dan jangan pernah kau mengatakan kalau tidak ada yang mempercayaimu karena ada aku disini yang selalu percaya padamu" kataku sambil mengusap punggungnya
“Tapi ini berat hana-yaa”
“Seberat apapun pasti ada jalan keluarnya. Mana kyuhyun yang aku kenal selama ini, yang selalu optimis? Katanya kyuhyun itu seseorang yang pekerja keras, tidak mudah menyerah”
Dia tidak menjawab
“Bahkan kau begitu optimis bisa mendapatkanku sejak awal kan? Walau saat itu aku belum menyukaimu”
Dia sedikit tertawa dalam tangisannya, dan mengeratkan pelukkannya
“Cobaan yang hadir tak akan melampaui batas kemampuan kita, karena setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya, namun bagaimana kita menanggapinya dan menyelesaikannya, mungkin butuh waktu untuk menyelesaikannya, jadi jangan putus asa tuan Cho”
“Gumawo chagi” jawabnya sambil tersenyum lalu menarik tubuhnya dan menatap ke arahku
“Gumawo telah hadir di hidupku” dia mencium keningku sekilas
"Ne"
"Sebesar apapun masalahku, tetap aku namja yang paling beruntung karena ada kau di sisiku, gumawo "
Aku tersenyum, kemudian dia mendekatkan wajahnya dan tidak lama dia mencium bibirku lembut, mengapa aku merasa ada yang berbeda, Ini memang bukan ciuman kami yang pertama, namun sampai hari ini aku belum bisa membalas ciumannya karena aku belum terlalu yakin dengan perasaanku padanya, aku pun memejamkan mataku dan membalas ciumannya yang semakin lama semakin dalam, namun tiba-tiba dia melepaskan tautannya. Apa dia merasa kalau baru kali ini aku membalas ciumannya
“Gumawo” katanya sambil tersenyum lalu dia mendekatkan lagi wajahnya dan berbisik di telingaku
“Saranghae”
“Nado oppa-yaa”
Dia menciumku lagi, kali ini lebih intens yang membuat semua masalah rasanya hilang dari kehidupan kami
~Skip~
Aku terbangun dari tidurku dengan mata yang belum terbuka sempurna melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi, aku merasa udara lebih dingin walau aku memakai selimut, aku menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang ternyata aku sadari kalau tidak ada sehelai benangpun yang menempel, omo...kenapa begini? Apa yang terjadi? Saat aku membalikkan badan ternyata di sebelah ku ada kyuhyun yang sedang tertidur pulas. Mengapa dia ada disini? Kenapa kami sama-sama tidak berpakaian? Apa mungkin kami telah? Andwae...
Aku ingat sekarang apa yang telah aku lakukan sebelumnya, mengapa ini bisa terjadi, mengapa ??? aku menangis menyesali semuanya. Sementara kyuhyun yang berada di sebelahku mulai terusik dan terbangun
“chagi-yaa, apa kau menangis?” tanya nya saat menyadari kalau aku sedang menangis,
“Chagi-yaa wae?? uljima” dia menarik tanganku yang aku gunakan untuk mengelap air mataku, namun aku menyingkirkan tangannya
“Apa yang telah kau lakukan padaku huh? Kenapa sampai sejauh ini?
"Kita..."
"Katanya kau akan menjaga ku? Tapi kenapa seperti ini?”
“Mianhe, tapi tadi kau pun tidak menolaknya”
ya..memang akupun bodoh sebenarnya, itu karena aku agak mabuk tadi, tapi kan dia tetap tidak boleh melakukan itu. Gumamku dalam hati
“Yak...ini tidak seharusnya kita lakukan oppa, neo nappeun nappeun nappeun” aku sambil memukul tubuhnya
“Mianhe hana, mianhe, ini memang salahku” dia memegang tanganku dan mencoba memelukku
“Kau tahu itu adalah harta yang paling berharga, aku menjaganya selama ini, aku pikir kau bisa aku percaya, tapi kenapa kau melakukannya padaku”
“Jeongmal mianhe, maafkan aku”
Aku hanya menangis sejadi-jadinya, sementara kyuhyun memelukku erat mencoba menenangkanku, sampai aku tertidur lagi karena terlalu lelah menangis.
Keesokan paginya aku bangun sebelum kyuhyun bangun, setelah membersihkan tubuhku kemudian aku menyiapkan sarapan untuk kami, tidak lama kyuhyun bangun dan menghampiriku yang tengah memasak di dapur,
“Pagi..”
“Eoh..kau sudah bangun”
“Kau mandi saja dulu, setelah itu kita sarapan dan berangkat ke kantor” sambungku
“Ne, aku mandi dulu kalau begitu”
Percakapan kami pagi ini terasa begitu canggung, mungkin karena kejadian semalam
~
Beberapa minggu kemudian
Hari yang melelahkan, pekerjaan begitu menumpuk hari ini sampai pkl 10 malam aku baru bisa pulang, kepalaku terasa agak berat, badanku juga sedikit lemas mungkin karena terlalu lelah bekerja. Saat keluar kantor ternyata jungsoo juga tengah menunggu lift, sepertinya dia baru akan pulang juga
“eoh..hana-sshi, kau baru pulang juga?”
“Ne, pekerjaanku menumpuk hari ini”
“Pantas saja wajahmu terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?”
“Nan gwenchana, mungkin hanya terlalu lelah saja”
Tiiingg..
Pintu lift terbuka, kamipun masuk kedalam lift yang mengantarkan kami ke lantai dasar
Apa iya aku terlihat pucat? Tapi memang kepalaku rasanya pusing sekali, aku memegang keningku dan sedikit memijitnya untuk mengurangi pening ini
“Apa kau tahu kalau donghee-sshi sudah pindah ke Busan minggu lalu?”
“Nde?” Jawabku tidak terlalu sadar yg dia katakan, karena aku sibuk memijat keningku
“Nan jeongmal gwencahan? Apa kepalamu pusing?”
“Aah...ne, sedikit”
“Kalau begitu aku antar pulang saja”
“Tidak usah, merepotkan sudah malam”
“Tidak merepotkan...lagi pula, kau nampaknya tidak sehat, kalau ada apa-apa bagaimana?”
“Tapi..”
Tingg... bunyi lift yang menunjukkan bahwa kami sudah berada di lantai dasar
“Kau tunggu di loby saja, aku ambil mobil ke parkiran dulu”
“Aku keparkiran saja sekalian tidak apa-apa”
“Tidak usah, tunggu di sini saja”
Lalu dia meninggalkan ku menuju parkiran, dan aku menunggunya di loby. Jungsoo oppa memang saat baik, apa lagi melihat ku sedang tidak enak badan seperti ini, tapi apa aku harus sakit dulu baru bisa mendapat perhatian darinya? Hahahha... Ternyata ada hikmahnya juga aku lelah bekerja dan tidak enak badan hari ini, jadi jungsoo oppa bisa mengantarkanku pulang dan berada di dekatnya sudah membuatku bahagia, mungkin sebentar lagi rasa pusing ini akan hilang. Tidak lama mobilnya datang dan dia turun membukakan pintu mobilnya untukku, lihatlah aku memang tidak salah telah jatuh cinta pada namja seperti ini, namun yang salah adalah mengapa dia tidak jatuh cinta juga padaku.
“Gamsahamnda”
“Ne, hati-hati” katanya sambil memegang bagian pintu mobil agar aku tidak terpentok (?) setelah aku duduk dia kemudian menutupkan pintu menuju kursi pengemudi
“Apa lebih baik kita ke dokter saja dulu untuk memastikan keadaanmu?”
“Aah...tidak usah, aku hanya sedikit kelelahan saja”
Apa dia begitu khawatir terhadapku?
“Kau yakin? Setidaknya dokter bisa memberikanmu vitamin kan”
“Tidak...istirahat sebentar juga pasti akan lebih baik”
“Baiklah, tapi kau harus minum obat dulu, aku ada obat sakit kepala apa kau mau minum sekarang?”
“Gamsahamnida, tidak perlu nanti saja di rumah aku akan minum obat”
“Geuraeso”
Hanya butuh beberapa menit kamipun sampai di flatku
“Kau istirahatlah, kalau perlu besok tidak masuk kerja dulu”
“Tidak bisa, masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan besok, kau juga istirahat ne, maaf sudah merepotkan dan terimakasih”
“Ne, ini tidak merepotkan ku, kalau kau sakit mungkin aku ikut repot”
Mengapa dia repot kalau aku sakit? Hahaha
“Ya sudah, aku pulang dulu. Kau istirahat, kalau ada apa-apa hubungi saja aku”
Omo...apa ini mimpi? Baru kali ini dia mengatakan seperti ini
“Ne, gamsahamnida jungsoo-sshi”
“Yak...sepertinya kita sudah lama kenal,, mengapa masih bicara dengan bahasa informal seperti ini”
“Ne, sudah setahun sejak aku pindah kantor”
“Kalau begitu mulai sekarang kau panggil saja aku “oppa” bukankah aku lebih tua dari mu? Biar kedengarannya lebih akrab kan”
“Ne, jungsoo oppa”
“hehehe...baiklah aku pulang dulu ya”
“Ne, hati-hati di jalan”
Saat hendak tidur, tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk
From : Jungsoo oppa
Apa kau sudah minum obat? Segeralah tidur
Kyaaaa... dia begitu perhatian padaku, dengan cepat aku membalasnya
To: Jungsoo Oppa
Ne, aku sudah meminum obat dan sepertinya sebentar lagi pening di kepalaku akan hilang. Kau juga segeralah istirahat. Gumawo..
~
Author POV
Kyuhyun yang baru saja selesai meeting segera menuju kantor hana menemui yeoja chingunya itu. Karena malam ini ada yang ingin hana sampaikan padanya. Ternyata hana sudah menunggu kyuhyun gedung kantornya, kyuhyun menghentikan mobilnya kemudian hana langsung masuk ke mobil.
"Apa sudah lama menunggu?"
"Ani, aku baru saja turun"
"Eoh..kau belum makan kan? Kita makan saja dulu"
"Ne, terserah kau saja"
"Baiklah"
Kemudian mereka menuju sebuah tempat makan
~
Jungsoo POV
Sebelum pulang aku mampir ke sebuah tempat makan untuk mengisi perutku, setelah menghabiskan makananku aku hendak pulang, namun saat menuju pintu keluaar aku melihat hana duduk bersama seorang namja, aku menghentikan langkahku dan duduk di salah satu bangku, aku sedikit memperhatikan mereka, aku melihat hana tengah menangis dan namja itu merangkul hana sambil berbicara, sayangnya aku tidak dapat mendengar jelas yang mereka katakan
"Mianhe" kata namja itu, kemudian dia mengusap air mata di wajah hana dan mereka saling bertukar senyum
"Kaja, kita pulang" kata namja itu dan di jawab anggukan oleh hana
Kemudian mereka berdiri dan berjalan menuju pintu keluar dengan saling bergandengan tangan
Siapa namja itu? Mengapa hana menangis? Apa mereka sepasang kekasih?
Tapi Hana lucu sekali ketika sedang menangis seperti tadi hahaha,yaak..orang menangis malah aku tertawai.
"Apa anda mau memesan lagi tuan?"Tanya seorang pelayan
"Eoh..ani, aku akan pulang"
Kemudian aku langsung pulang dari tempat ini
~
"Jadi malam ini kau akan mentraktir kami dimana?"
"Terserah kalian saja, aku yg akan bayar semua" jawab ryeowook
"Kalau begitu aku akan pilih tempat yang paling mahal" sepertinya youngwon punya ide untuk menentukan tempatnya
"Yak..jangan terlalu mahal juga hyung, kecuali kalian mau menambahkan sisanya"
"Itu sama saja kau tidak mentraktir kami" jawab donghee
"Hahaha..biar aku saja yang memilih nanti, pokoknya pasti akan sesuai dengan kocekmu wook"
"Geurae..memang jungsoo hyung yg paling mengertiku"
"Yasudah, sekarang selesaikan saja pekerjaan kalian dulu"
"Ne..eeh Bagaimana kalau kita ajak hana juga?"Kata ryeowook
"Sepertinya ide bagus, dia kan menyenangkan orangnya. Sebentar, Aku akan menghubunginya"
Kemudian youngwon mengambil ponselnya dan menghubungi hana
"Yah..ponselnya tidak aktiv"
"Jinjja? Mungkin tidak ada sinyal"
"Ne, kau coba saja hubungi dia dari ponselmu"
Kemudian akupun mencoba menghubungi hana
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktiv, cobalah beberapa saat lagi"
"Ternyata benar ponselnya tidak aktiv, baiklah aku akan mengirimnya pesan, mungkin ponselnya lowbat"
"Ne, nanti setelah aktiv dia akan membacanya"
"Tapi sudah lama aku tidak bertemu dengannya" kata ryeowook
"Ne, biasanya setiap hari aku melihatnya, namun belakangan ini aku tak melihatnya lagi, apa dia sedang cuti?"
"Atau tugas keluar kota?"
Benar juga kata youngwon dan ryeowook, sudah sejak terakhir aku melihatnya bersama seorang namja malam itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi
"Eoh..mungkin dia tugas keluar kota dan di sana tidak ada signal, makanya ponselnya tidak aktiv" ujar donghee
Mungkin benar juga, dia tugas ke luar kota atau cuti, tapi mengapa sampai berminggu-minggu begitu?
"Bisa jadi begitu, hmm..kita tidak jadi pergi bersamanya kalau begitu"
ryeowook sepertinya ingin sekali pergi dengan hana
"Tapi kita tetap pergi kan walau tanpa hana? Sepertinya kau kecewa sekali tidak ada dia wookie-yaa"
"Ne, aku senang berteman dengannya karena kita seumuran"
"Senang berteman atau senang..." Ledek youngwon
"Yak..senang apa hyung?"
Author POV
2 years later
"Mengapa antriannya begitu panjang" kata hana yang tengah duduk di salah satu bangku sambil menunggu gilirannya datang untuk menemui customer service salah satu bank di seoul
"Antrian no 196 silahkan maju ke counter 4" suara panggilan untuk hana yang mempunyai no antrian 196, kemudian hana menuju customer service yang di maksud.
"Lalu mengapa bila no rekening itu tidak terdaftar, tapi aku bisa mentransfer uang dan sampai ke rekening itu?" Tanya hana yang sudah hampir emosi, karena kemarin ini dia mengirim uang pada salah satu rekening, namun setelah di transfer si pemilik rekening belum juga menerima uangnya, maka dari itu hana mencek langsung ke bank yang bersangkutan untuk memastikan kesalahan ini, dan ternyata entah hana yang salah ketik no rekening atau si pemilik rekening yang salah memberikan nomor rekeningnya.
"Tapi memang sudah kami cek, no rekening tsb tidak terdaftar agashi"
"Seharusnya jika memang tidak terdaftar, transaksiku di tolak, tapi ini malah uang yang aku transfer terkirim"
"Maafkan kami, mungkin terjadi suatu kesalahan dari pihak kami"
"Aish..lalu bagaimana nasib uang ku yang sudah terkirim ke rekening itu? Bisa kalian kembalikan saja?"
"Kalau untuk itu, kami tidak bisa memberikan keputusan sekarang, karena harus kami bicarakan dulu"
"Yak...masa uang segitu saja harus di bicarakan dulu, sudahlah aku mau uangku kembali"
"Maaf agashi, jumlah tersebut cukup besar sehingga saya tidak bisa memutuskan sekarang"
"Aigooo..eoteohke?? Kau tahu itu uang perusahaan, jadi aku mohon jangan di persulit, tolong bantu aku" kata hana dengan muka yang sedikit memohon
"Ne, akan kami usahakan" Kata customer service tsb
Hana tertunduk lesu menerima jawabannya, sambil menunggu cust. Service tsb mengurus bukti transfer yang hana punya. Tanpa di sadari ada seorang namja yang ternyata dari tadi dari memperhatikan percakapan nasabah dan cust service tsb dari balik ruangannya yang berada di belakang customer service. Namja yang sepertinya mengenal suara nasabah tersebut keluar dan menghampiiri kedua orang tersebut
"Ada apa ini? Sepertinya ada sedikit masalah, mungkin ada yang bisa aku bantu? " Tanya sang namja pada customer service
"Eoh.. Manager Park, ne agashi ini mengalami sedikit masalah, dia transfer ke salah satu rekening yang ternyata rekening itu tidak terdaftar?"
"Jeongmalyo?? Mengapa bisa begitu?"
"Aku juga tidak mengerti, mengapa agashi ini bisa salah transfer ke rekening itu"
Hana yang sedang tertunduk sontak mengangkat wajahnya, karena merasa di salahkan oleh cust service tsb
"Yak..!aku hanya transfer ke nomor rekening yang orang itu berikan padaku, bukan aku yang salah araseo!!" Kata hana sambil melihat ke arah cust service itu dengan nada yang lebih tinggi, sontak membuat orang sekitar kaget, tidak terkecuali namja yang di panggil manager tadi
"Jeosonghamnida, mungkin itu kesalahan kami" kata namja itu sambil membungkuk 90 derajat. Lalu hana melihat kearah manager itu dan saat melihat wajahnya, betapa terkejutnya hana hingga dia tidak sadar kalau mulutnya sudah terbuka lebar.
"Pa..park...jung..soo-sshi??" Kata hana sambil menutup mulutnya dan menunjuk ke arah namja itu
-TBC -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar