Kamis, 30 April 2015

So I .. Part 3 END

Judul                   : So I...
Author                : Kiray Nayla
Rating                 : General
Genre                  : Romance, Sad, Comedi
Main Cast            : Kang Hana, Park Jungsoo, Cho Kyuhyun
Leght                   : Three Shot
Support Cast       : Lee Sungmin, Kim Mira, Kim Ryeowook, Kim Youngwoon,
                              Shin donghee, Jaekyung, Kang Sora, Choi Sungjun



"Jeosonghamnida, mungkin itu kesalahan kami" kata namja itu sambil membungkuk 90 derajat. Lalu hana melihat kearah manager itu dan saat melihat wajahnya, betapa terkejutnya hana hingga dia tidak sadar kalau mulutnya sudah terbuka lebar.
"Pa..park...jung..soo-sshi??" Kata hana sambil menutup mulutnya dan menunjuk ke arah namja itu
"Kang hana??? Kau betul-betul kang hana?"
"Omo...park jungsoo-sshi?? Ne, aku kang hana"
"Aigo.. Kang hana apa kabar? Kau kemana saja?"
"Apa kalian saling mengenal?" Tanya sang cust service
"Ne, dia teman ku di kantor sebelumnya"
"Sudah lama tidak bertemu, apa kau bekerja disini sekarang?"
"Ne, sudah hampir setahun aku disini. Kim gilyeon-sshi, apa urusan nona ini sudah selesai?"
"Saya masih sedang mencek bukti transfer, atm tempat nona ini melakukan transaksi dan menanyakan pada bagian yg bersangkutan Manager Park"
"Eoh, kalau begitu kau uruslah sampai selesai"
"Ne algeseumnida"
"Bagaimana kalau sambil menunggu kita makan siang bersama, sambil mengobrol bukan kah sudah lama kita tidak bertemu" ajak jungsoo pada hana
"Eoh..boleh juga"
Kemudian mereka berdua pergi makan siang bersama

Hana POV
Tuhan mengapa setelah 2 tahun aku harus di pertemukan lagi dengan namja ini? Setengah mati aku melupakannya, namun sekarang jantungku kembali berdetak kencang saat bertemu dengannya, matanya, senyumnya,lesung pipinya, sikap ramahnya masih sama dengan jungsoo yang aku kenal 2tahun yang lalu. Seharusnya dia bertambah tua, namun wajahnya sekarang tidak seperti namja seusianya yang lain.
Sekarang kami sedang menunggu pesanan untuk makan siang, mungkin karena sudah cukup lama tidak bertemu aku aga sedikit canggung, walau biasanya aku adalah orang yang mudah beradaptasi, namun dengan jungsoo oppa sangat berbeda



"Tapi sepertinya kau terlihat lebih cantik sekarang" katanya memecah kesunyian
"Memang dulu aku tidak cantik ya?"
"Ani..bukan begitu, kau bertambah cantik maksudku"
"Hehehe..kau bisa saja, kau juga sepertinya sangat awet muda, tidak ada yang berubah darimu"
"Jinjja? Tapi anak2 sering memanggil ku "ahjussi" dan itu sangat menyakitkan"
"Hehehe..itu karena mereka menghormatimu"
"Harusnya mereka memanggilku hyung kan?hahaha..
"Jadi kau mau mereka memanggilmu hyung begitu?"
"Iyaa..heheeh..Ohya..kau kemana saja selama ini, mengapa seperti menghilang begitu?"
"Aku di tokyo 2 tahun ini"
"Jeongmal? Memang belakang banyak orang yang bekerja di tokyo seperti mu, apa disana lebih enak? Mengapa kau tak megajakku juga?"
"Aahh..tetap saja tanah kelahiran yang paling nyaman dan aku rindukan"
"Iyaa..pasti begitu"
"Kalau kau sejak kapan bekerja di sini?"
"Aku baru setahun pindah ke bank ini"
"Eoh..pesanannya sudah datang, silahkan di makan" sambungnya saat pesanan kami datang
"Ne"
Sambil makan siang kami berbincang-bincang, setelah selesai jungsoo menawarkan untuk mengantarkanku, awalnya ku tolak karena ini kan masih jam kerja dia harus kembali ke kantor, lagi pula urusan ku dengan bank nya belum selesai, tapi karena dia terus memaksa akhirnya aku menerimanya. Dia juga bilang akan menyelesaikan urusan salah transfer ku itu.
Setelah bicara cukup banyak di perjalanan, ada satu pertanyaan yang ingin sekali aku tanyakan padanya, bagaimana tentang pernikahannya dengan yeoja itu?
"Bagaimana kabar teman yang lain, youngwon-sshi, ryeowook-sshi, dan donghee-sshi?"
"Mereka baik-baik saja, kami masih sering bertemu. Ohya.. Kim youngwon bulan depan akan menikah, aku rasa dia harus mengundang mu ke pesta pernikahannya"
"Jinjja? Aku akan datang kalau dia mengundangku"
"Ne, aku akan memberitahunya kalau aku bertemu denganmu"
"Lalu kalau kau..."
"Aahh..bukan kah ini tempat yang kau maksud?"
Belum sempat aku meneruskan pertanyaanku, ternyata kami sudah sampai di depan kantor ku
"Eoh..ne"
"Jadi kau bekerja di sini sekarang?"
"Ne, begitulah. Gumawo sudah mengantarkan ku"
"Ne, cheonmaneyo. Tidak perlu khawatir, urusan di bank itu biar aku yang bereskan, nanti aku akan menghubungimu lagi"
"Eoh..gumawo, kalau begitu aku masuk dulu"
"Ne, sampai bertemu lagi"
~
~
Drrttt..drtttt
Ponselku berbunyi, langsung ku angkat panggilan yang ternyata berasal dari jungsoo oppa
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo, aku park jungsoo"
"Ah..ne jungsoo-sshi, ada apa?"
"Untuk urusan di salah transfer itu, sepertinya ada beberapa yg harus kau tanda tangani"
"Eoh..kalau begitu besok pagi aku akan ke bank"
"Tidak perlu, biar aku antarkan saja padamu malam ini"
"Apa tidak merepotkan mu?"
"Gwenchanna, kan sekalian kita bisa bertemu"
"Baiklah, kalau begitu dimana kita akan bertemu?"
"Nanti sepulang kerja aku akan menjemputmu di kantormu, setelah itu kita makan malam, bagaimana?"
"Eoh..baiklah, nanti aku hubungi kau saat akan pulang"
"Ok.."
Kemudian malamnya kami bertemu, ternyata hanya selembar kertas yang harus tanda tangani, itu seperti surat pernyataan kalau aku sudah salah transfer. Selebihnya kami menghabiskan waktu bersama dengan makan malam dan minum kopi bersama. Tak bisa ku pungkiri, aku masih sangat mencintainya, kerja jantungku pun masih 2 kali lebih cepat dari biasanya saat berada dekat dengannya, apa lagi saat dia memandangku dan tersenyum padaku.
"Sepertinya tidak lama lagi uangmu sudah bisa kami kembalikan"
"Jinjja? Gumawo sudah membantuku"
"Ne, hanya perlu membereskan sedikit lagi saja"
"Eoh..Gumawo, kalau sampai uang itu tidak kembali bisa habis aku, karena itu uang perusahaan"
"Hehehee..kalau begitu untuk ucapan terimakasih kau harus mentraktirku "
"Baiklah, hari ini biar aku yg bayar"
"Jangan, hari ini biar aku saja yg bayar, lain kali saja kau teraktir aku, nanti aku tentukan waktunya, bagaimana?"
"Terserah kau saja kalau begitu"
"Baiklah, kau siapkan saja uang yang banyak"
"Kau ini minta di traktir atau ingin merampok ku? Mengapa harus menyiapkan banyak uang? "
"Hahaha..tenaang, mentraktirku tidak akan membuatmu miskin"
"Hahaha"

Author Pov

"Nona Kang Hana"
Saat namanya di panggil, kontan hana langsung menolehkan pandangannya pada sumber suara tersebut
"Ne" kemudian dia berjalan menuju cust. service sebuah bank tsb.
"Hari ini, uang yg anda transfer sudah bisa kami kembalikan, mohon tanda tangani beberapa surat keterangan ini"
Ujar customer service dengan sopan sambil menunjukkan beberapa lembar kertas dan memberikan ballpoint pada hana,
"Ne, gamsahamnida"
"Silahkan tanda tangan sebelah sini" kata cust. Service sambil menunjukkan bagian yg harus hana tanda tangani
"Eoh..ne"
Setelah selesai membubuhkan tanda tangannya dan menunggu proses yang sedang di lakukan, pandangan hana melirik ke sekeliling kantor bank, berharap menemukan sosok yang di carinya
"Dananya sudah masuk ke rekening anda nona kang hana"
"Ne, gamsahamnida"
"Apa ada yang mau di tanyakan lagi?"
"Tidak ada, terimakasih"
"Kalau masih ada pertanyaan, silahkan hubungi kami kembali"
"Ne.."
"Silahkan antrian berikutnya"
"Aah..chakkamanyo, boleh saya bertemu dengan Manager Park? Saya ingin mengucapkan terimakasih juga padanya"
"Eoh..sudah 2 hari dia tidak masuk kantor"
"Dia kemana?"
"Katanya dia sedang sakit"
"Jinjja?? Sakit apa?"
"Maaf, saya kurang tahu"
"Dia di rawat di Rumah Sakit mana?"
"Setahu saya, Manager Park hanya istirahat di rumahnya, tidak sampai di rawat di Rumah Sakit"
"Eoh syukurlah"
"Atau anda mau alamat rumahnya? Kebetulan tidak jauh dari sini"
"Di mana rumahnya?"
"Sebentar, saya tuliskan alamat rumahnya"
"Ne"
Kemudian cust. Service itu menuliskan alamat rumah jungsoo pada secarik kertas yang kemudian di berikan kepada hana
"Igo..yang aku tahu dia tinggal disini"
"Aahh..ne, Gamsahamnida agashi"
"Ne, cheonmanaeyo"
"Kalau begitu saya pamit dulu, sekali lagi terimakasih"
"Ne"

"Mungkin aku memang harus ke rumah jungsoo oppa untuk menjenguknya yg sedang sakit sambil mengucapkan terimakasih, tapi bagaimana kalau ada istrinya? Haruskah aku melihat mereka bersama mungkin menunjukkan kemesraannya di depan ku? Apa aku akan kuat? Tapi sekarang ini jam kerja, mungkin istrinya sedang bekerja, atau istrinya hanya ibu rumah tangga biasa? Aahh..terserah saja, lagi pula aku hanya ingin mengucapkan terimakasih, dan aku juga sudah tidak boleh lagi mencintainya". Gumam hana dalam haati
Setelah dari bank, hana menuju ke sebuah toko roti sebagai buah tangan yang akan di bawa ke rumah jungsoo.
Ternyata apartemen jungsoo memang tidak jauh dari kantornya di bank, kini hana berada di depan pintu yg bertuliskan nomor 1004, nomor apartemen yang di berikan cust service tadi. Langsung hana menekan bell di sebelah pintu, setelah beberapa menekan bell akhirnya pintunya terbuka dan muncul lah namja yang sedang memakai kaus gombrong dengan celana pendek selutut, walau dari wajahnya terlihat baru bangun tidur tapi tetap terlihat tampan dan senyuman yang menampakkan lesung pipinya itu menambah ketamp
"Eoh..kang hana" kata jungsoo agak sedikit terkejut melihat kehadiran hana
"Annyeonghaseyo"
"Annyenghaseyo, bagaimana kau bisa ada disini?"
"Aku di beri alamatmu oleh cust. Service di bank, dia bilang kau sedang sakit, jadi sekalian aku mengucapkan terimakasih dan melihat keadaanmu"
"Eoh..kalau begitu silahkan masuk, kita bicara di dalam saja"
"Ne"
Kemudian jungsoo masuk dan di ikuti hana
"Silahkan duduk"
"Ne" sambil duduk hana memperhatikan keadaan sekitar apartemen jungsoo yang terlihat sepi, apa mungkin istrinya sedang tidak ada di rumah?
"Aku tidak bawa apa-apa untukmu" kata hana sambil meletakkan sekotak roti di meja
"Wah..padahal tidak perlu repot-repot, Gumawo."
"Tidak, kebetulan toko rotinya tidak jauh dari sini"
"Kalau begitu, Mau minum apa?"
"Tidak usah, aku membawa minum" kata hana sambil menunjukkan botol air mineral yang sejak tadi di bawanya
"Tidak perlu repot-repot, lagi pula kau sedang sakit kan? Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah pergi kle dokter?"
"Ne, kemarin aku ke dokter, menurut dokter aku hanya perlu istirahat saja, mungkin karena akhir-akhir ini aku cukup sibuk, jadi keadaanku lemah dan mudah terserang virus"
"Yak..jangan telalu sibuk bekerja, kau memang sejak dulu kalau sudah bekerja lupa waktu yaa"
"Heheheh..aku tidak enak jika meninggalkan pekerjaan yang belum selesai"
"Tapi jangan di paksakan, tubuhmu juga butuh istirahat"
"Ne, ibu dokter.. Kau ini sudah seperti dokter saja"
"Hehehe.."
"Ohya, istri mu kemana? Apa dia bekerja?" Tanya hana
"Istri?? Siapa?"
"Yaa istrimu lah, kalian tidak berceraikan?"
"Yak..kang hana, kau ini bicara apa huh?"
"Nde?"
"Mana mungkin aku bercerai"
"Lalu kemana istrimu?"
"Mana mungkin aku bercerai, kalau menikah saja belum"
"Mwo??"
Jadi dia belum menikah? Lalu siapa yg menikah dengan sora itu? Mengapa dia ikut fiting baju pengantin segala? Tanya hana dalam hati
"Sampai saat ini aku belum menikah, apa kau meledekku karena di usia ku sekarang aku masih belum laku juga?"
"Aah..ani..tapi bukannya waktu itu kau akan menikah?"
"Waktu itu kapan? Kau ini ada-ada saja"
Jawab jungsoo sambil tersenyum
"Jadi kau belum menikah?"
"Beluuumm" jungsoo sambil menunjukkan jarinya yang tidak menggunakan cincin pernikahan
"Eoh.."

Lalu yang fiting baju pengantin dengan sora siapa? Mengapa aku harus mendengarkan percakapan jungsoo dan youngwoon oppa waktu itu? Pabo..pabo..harusnya waktu itu aku cari tahu dulu tentang kebenarannya, memang saat itu hatiku sangat hancur Sampai membuat pikiranku kacau dan terjadi hal yang merubah kehidupanku

Author POV

"Bagaimana urusan dengan bank? Apa sudah beres?" Tanya jungsoo yang membuyarkan lamunan hana
"Ne, semuanya sudah selesai uangkupun sudah di kembalikan"
"Baguslah"
"Gumawo, sudah membantuku"
"Cheonmaneyo, lagi pula itu sudah kewajiban kami"
Mereka pun berbincang beberapa saat, sampai hana harus pamit karena harus segera kembali ke kantornya
"Sepertinya aku harus kembali ke kantor sekarang"
"Ah..ne, gumawo telah mengunjungiku"
"Ne, semoga kau lekas sembuh oppa"
Kemudian hana beranjak untuk pergi menuju pintu keluar
"Kau naik apa?"
"Aku naik taxi"
"Kalau begitu Biar aku antar ke bawah, sambil mencari taxinya"
"Tidak perlu, aku bisa sendiri, lagi pula kau kan masih sakit"
"Gwenchana, kaja" kata jungsoo sambil membukakan pintu untuk hana
Kemudian mereka menuju lift untuk turun
"Jadi kapan kau akan masuk kerja lagi?"
"Mungkin besok, karena aku sudah bosan di rumah seharian"
"Tunggu sampai keadaanmu benar2 fitu saja dulu"
"Aku sudah sehat sekarang"
Baru sampai lantai 8, pintu lift yg di dalamnya hanya ada hana dan jungsoo terbuka, ada dua orang yang berdiri di depan lift hendak masuk, dengan membawa meja yang ukurannya cukup besar, mereka aga sedikit memaksakan untuk masuk, hingga membuat jungsoo dan hana memundurkan tubuhnya, namun tubuh hana tidak terasa sudah menyentuh dinding lift kasar yang membuat punggunya terasa nyeri,
"Aww.."
jungsoo yang sejak awal berdiri di depan hana juga ikut memundurkan, terkejut mendengar hana meringis dan membalikkan tubuhnya
"Gwenchana?" Tanya jungsoo cemas
"Gwenchana"
Belum sempat jungsoo membalikkan badannya lagi, ternyata meja yang di bawa orang tadi sudah berada tepat di belakang tubuhnya, hingga untuk berbalik badan saja sudah tidak bisa, Kini jungsoo menghadap hana, jarak mereka sangat dekat, namun tangan jungsoo menahan di dinding lift. Hana yang kaget hanya bisa terdiam dengan mata yang terbuka lebar
"Yak..mengapa kalian membawa barang sebesar ini dengan lift penumpang, harusnya di lift barang" kata jungsoo sambil
"Jeosonghamnida, lift barangnya sedang rusak tuan"
"Ini bisa membahayakan penumpang lain"
"Jeosonghamnida tuan"
Sementara jungsoo berbicara dengan orang itu, hana merasakan jantungnya seakan mau meledak, karena detakkannya semakin tidak karuan sejak dia berada dalam jarak yang begitu dekat dengan jungsoo untuk pertama kalinya, mungkin bila tangan jungsoo tidak menahan pada dinding lift, sudah tidak ada jarak lagi antara mereka. Bahkan kini hana dapat mencium dengan jelas harum parfum jungsoo. Hana hanya menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah sangat memerah sekarang
"Kau tidak apa-apa hana?" Tanya jungsoo sambil menatap hana, yang kontan membuat hana semakin grogi
"Aahh..nan gwenchana oppa" jawab hana dengan tetap menyembunyikan wajahnya
Sampai lift ini mengantarkan mereka ke lantai dasar, posisi mereka tidak berubah masih saling berhadapan.
Tiing... Bunyi yang menandakan mereka sudah sampai di lantai dasar
Kemudian orang yang membawa meja itu keluar dari lift lebih dulu baru hana dan jungsoo.
"Mianhe, kalau tadi kau merasa tidak nyaman, aku tidak bermaksud"
"Ne, gwenchana"
"Lagi pula, Bagaimana bisa terjadi kerusakan pada lift barang, hingga menyusahkan orang lain seperti itu" ujar jungsoo sedikit jengkel
"Mungkin lift barangnya sedang di perbaiki sekarang"
"Ya semoga saja"
"Kalau begitu aku pulang dulu oppa"
"Eeh..kau tunggu saja di sini, biar aku yang carikan taxi"
"Tidak perlu, di luar sangat terik mataharinya nanti kau bisa pusing biar aku saja"
"Aku sudah sehat kok, kaja"


~

Malam ini hana dan jungsoo berada di sebuah cafe, jungsoo menagih hutang hana untuk mentraktirnya. Tak terasa sudah cukup lama mereka berada di cafe yang bernama mouse & rabit itu,
"Aku sudah lama tidak berkunjung ke sungai han"
"Aku juga, sejak pulang dari tokyo aku belum pergi ke sungai han sampai sekarang"
"Bagaimana kalau kita menikmati keindahan malam di sana sekarang?"
"Sepertinya itu ide bagus, kaja kita ke sungai han"
Kemudian mereka meninggalkan mouse & rabit kemudian bergegas menuju sungai han. Sesampainya di sungai han, keadaan sekitar nampak begitu ramai, sepertinya sedang ada pertunjukan di sana, sehingga begitu banyak orang berkerumbung
"Waahh..ramai sekali, ada apa di sana?" Tanya hana
"Ne, sepertinya ada pertunjukan, mungkinkah ada seorang artis disana?"
"Tunggu, bukan kah ini lagu exo - growl" kata hana yang menyadari kalau terdengar suara nyanyian dan musik dari exo yang berjudul growl
"Jinjja? Mereka boygruop yang sedang terkenal itu kan? Ya, aku mengenal lagu ini"
"Mungkinkah mereka yang berada di sana oppa?" Hana terlihat begitu antusias, karena dia adalah noona fans dari exo
"Bisa jadi, kaja kita lihat"
Jawab jungsoo yang juga tak kalah antusias.
Kemudian dia menggenggam tangan hana dan membawanya kearah kerumunan orang-orang tersebut. Sementara hana begitu terkejut saat merasakan tangannya tengah di genggam erat oleh jungsoo sekarang, seperti sebelumnya, rasanya bagaikan ada 1000 bunga mekar indah di hati hana, sehingga hatinya begitu berbunga saat ini
Sekarang mereka telah sampai di depan kerumunan orang tersebut, dan benar saja ternyata ada beberapa member exo yang tampil di panggung, ini seperti acara sebuah produk yang iklannya di bintangi oleh member exo.
"Kyaa..ternyata benar exo" kata hana sambil mencoba melihat ke arah panggung dengan mendongkakkan kepalanya, karena pandangannya terhalang oleh penonton lainnya
"Ne, mereka adalah exo" balas jungsoo

"Cha..sekarang kita akan memilih penonton yang beruntung untuk naik ke atas panggung, siapa yang mau berada di panggung yang sama dengan exo??" Kata MC yang membuat penonton berteriak histeris begitu juga hana
"Baekhyun-sshi akan memilihnya secara langsung" lalu baekhyun turun dari panggung, yang kontan membuat penonton makin histeris, mereka mencoba mendekat ke arah baekhyun hingga saling berdorongan,
"Yak!!!" Kata hana yang mulai terdorong oleh penonton dari belakang, bukan hanya di dorong, namun juga di tabrak oleh penonton yang mencoba merangsek ke depan.
"Awas" Jungsoo yang berada di belakang hana kemudian memeluk tubuh hana agar terhindar dari penonton lainnya
"Eoh.." Hana yang terkejut kemudian memegang tangan jungsoo yang melingkar di tubunya
"Omo..dia memelukku sekarang? Eottohke?? Dia juga melindungiku, aigooo aku tidak tahu harus bagaimana, namun aku merasakan begitu nyamanan berada dalam pelukkannya. Park jungsoo, mengapa kau selalu membuatku jatuh cinta padamu huh?"
"Baekhyun-sshi, sudah memilih 2 orang yang beruntung, silahkan naik ke atas panggung" kata MC, kemudian baekhyun dan 2 orang penonton pun naik ke atas panggung. Karena sudah terpilih yang beruntung, penonton sudah tidak berebut untuk ke depan lagi sekarang, namun nampaknya ada sepasang manusia yang malah asik berpelukkan dalam keramaian ini, hingga membuat beberapa penonton melirik ke arah mereka yang di anggap sedang bermesraan di depan umum. Hana yang mulai sadar menarik tangannya yang sejak tadi memegang tangan jungsoo yang melingkar di tubuhnya
"Ehem.." Hana berdehem agar jungsoo melepaskan pelukannya, namun entah karena tidak sadar, menikmati petunjukan atau memang merasa begitu nyaman dengan posisinya yang memeluk hana, jungsoo tidak merespon hana
"Oppa.."
"Nde?"
"Ehmm" hana tidak enak bila meminta jungsoo melepaskan pelukkannya
"Aahh..ne, mianhe" sepertinya jungsoo sadar kemudian dia menarik tangannya dan kini menggaruk kepalanya, yang sebenarnya sama sekali tidak gatal. Hana hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya
"Kebanyakan penonton masih remaja, jadi mereka terlalu antusias melihat idolanya hinga berlarian seperti tadi, tapi kau tidak apa-apa kan?"
"Ne, mereka sangat antusias. Aku tidak apa-apa"
"Kalau begitu kita pergi saja, di sini terlalu ramai" ajak jungsoo yang lagi-lagi menggandeng tangan hana dan menariknya keluar dari kerumunan penonton. Setelah berjalan cukup jauh dari keramaian tadi mereka duduk di sebuah kursi
“Kau tunggu sebentar di sini, aku akan ke mini market itu membeli minum, kau haus kan?” ucap jungsoo sambil menunjuk mini market yg berada tidak jauh ari tempat mereka
“Eoh, baiklah”
Kemudian jungsoo kembali dengan membawa sekantung penuh belanjaan
“Yak oppa, mengapa kau belanja banyak sekali? Kau beli apa saja?” tanya hana sambil mengambil kantung belanjaan itu dan membukanya, ternyata isinya minuman dingin dan makanan ringan
“Ini tidak banyak” kata jungsoo sambil tersennyum
“Siapa yang mau menghabiskan makanan sebanyak ini?”
“Tidak apa-apa kalau sisa bawa pulang saja”
“Ish..kau ini”

~
Jungsoo POV

“Hahahaha..lalu kau memberikan jacketmu pada orang itu, dan akhirnya kau pulang sambil kedinginan?” tawa hana saat aku menceritakan cerita lucu saat aku menumpahkan kopi di baju seseorang musim dingin lalu
“Hahahaha... Ne, sudah dingin aku tidak jadi minum kopi, akhirnya aku pulang dan membuat kopi sendiri”
“Hahahahhaa... itu menyedihkan sekali oppa” katanya sambil tak henti hentinya tertawa, aku bisa melihat kebahagiaan dari wajahnya yang aku yakini begitu terlihat cantik apa lagi saat dia tertawa seperti ini. Aku sangat merindukan tawanya yang begitu khas, tidak seperti terakhir aku bertemu dengannya 2 tahun lalu yang saat itu dia begitu murung.
“Ne..” hanya kata itu yang keluar dari bibirku, aku tengah menikmati wajahnya dari sini, dari sampingnya
“Hahahaha..semoga itu tidak terjadi lagi yaa”
“.....”
“Oppa..”  hana menepuk pundakku masih sambil tertawa, yang secara tidak langsung membuatku tersadar
“Ahh..nde?”
“Kenapa kau diam saja? Apa kau malu karena telah menceritakannya padaku? Tenang..aku tak akan bercerita pada orang lain”
“Hehehhe...ani.. setelah youngwon tahu dia sudah menceritakannya pada semua orang”
“Jinjja? Aku tau dia memang tidak bisa menyimpan rahasia”


Drrttt..drtttt

“Yeoboseyo”
“Yeoboseyo”
“Apa kau sudah siap? Sebentar lagi aku sampai apartemenmu”
“Ne, aku sudah siap”
“Baiklah tunggu aku ne”
“Ne”
Kemudian sambungan telepon jungsoo dengan hana terputus, tidak lama bel apartemen hana berbunyi, hana sudah tau pasti kalau yang datang adalah jungsoo. Sebelum membuka kan pintu ia menuju cermin dan merapihkan tampilannya yang sebenarnya sudah terlihat sempurna
“Cermin..Apa aku terlihat cantik?” hana bertanya pada cermin
“Ne, kau sudah cantik nona” hana menjawab sendiri ucapannya
“Hahhaha..aku ini apa-apaan” katanta sambil tertawa

Hari ini hari pernikahan Youngwon, jungsoo mengajak hana untuk hadir bersama sekalian memberi kejutan pada teman2nya dengan pergi bersama hana karena jungsoo yg Awalnya ingin memberitahu kalau dia sudah bertemu dengan hana merubah pikirannya dan malah menyembunyikannya sampai hari ini.


Hana menuju pintu tak lupa memakai high hells dan mengambil hand bag yang senada dengan dress yang di pakainya. Lalu dia membuka pintu dan nampaklah seorang namja menggunakan tuxedo putih, dengan rambut yang di bentuk rapi dengan memperlihatkan keningnya di hiasi dengan senyum dan lesung pipinya
“Annyeonghaseyo”
Jungsoo masih belum membalas kata salam hana, karena sepertinya namja bermarga Park ini cukup terpesona dengan penampilan hana hari ini yang menggunakan dress di atas lutut berwana putih tulang, tidak seperti biasanya kali ini hana menggunakan make up dan membiarkan rambutnya tergerai
“Eoh..annyeonghaseyo, apa kau sudah siap?”
“Ne, aku sudah siap”
“Hana-ya, kau begitu cantik” ucap jungsoo tulus Hana yang mendengar pujian dari jungsoo hari ini merasakan pipinya sepertinya merona bukan karena blush on yang di pakainya
“Gumawo, kaja kita berangkat sekarang”
“Ne”

Mereka pun menuju tempat resepsi pernikahan youngwon, setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah gedung bernuansa modern dan dapat di lihat sudah banyak tamu yang hadir tentunya dengan pakaian serba putih, karena dress code acara ini memang putih. Merekapun memasuki tempat acara, tidak lama jungsoo melihat youngwon yang sedang berbincang dengan Ryeowook dan Donghee, jungsoopun menghampirinya di ikuti hana dari belakang
“Youngwon-aah” kata jungsoo yang langsung merangkul youngwon dari belakang, yang sontak membuat semuanya kaget dan melihat ke arah jungsoo
“Hyung..” kata youngwon
“Aah..Jungsoo hyung..”
“Chukkahamnida youngwon”
“Gumawo hyung”
“Di mana pengantinn wanitamu? Aku ingin mengucapkan selamat juga”
“Aah..dia sedang bersama sepupu-sepupunya disana” katanya sambil menunjuk ke satu arah
“Eoh..baiklah nanti aku kesana”
“Yak..kau kemana saja hyung? Lama tidak bertemu” ucap donghee
“Aku ada saja, kau yang sibuk sepertinya”
“Hyung kau bersama siapa?” tanya ryeowook yang melihat hana yang tertunduk dan berdiri di belakang jungsoo
Kemudian hana muncul dan memberikan salam
“annyeonghaseyo”
“Ommo..” ryeowook terlihat begitu terkejut melihat orang yang bersama jungsoo adalah hana
“Apa kalian ingat siapa dia?”
“Aigo... Kang Hana?” jawab youngwon
“Ne, kau Kang Hana kan?” donghee bertanya pada hana
“Ne, kang hana imnida”
“Bagaimana aku bisa melupakan yeoja seperti dia” kata ryeowook sambil mendekat ke arah hana dan langsung memeluknya
“Hana-ya, bogoshipda”
“Nado bogosipo wookie-yaa” hana membalas pelukkan ryeowook.
Hana dan ryeowook memang cukup dekat karena mereka seumuran dan sering mengobrol bersama dulu. Ryeowook adalah salah satu orang yang begitu kecewa dengan kepergian hana 2 tahun yang lalu
“Yak..yak.. kenapa kau memeluknya” jungsoo mencoba melepaskan pelukkan ryeowook pada hana dengan menarik tangan namja imut tersebut
“Biarkan hyung, aku merindukannya” ryeowook menyingkirkan tangan jungsoo yang ada di tangannya
“Aish...” kata jungsoo sambil tertawa
“Kau kemana saja selama ini? Mengapa pergi tak memberi tahuku?”
“Apa kau tidak melihat infotiment di tv huh? Di sana ada berita tentangku”
“Yak..kau bisa saja” kemudian ryeowook melepaskan pelukkannya
“Bagaimana kalian bisa ke sini bersama?” Tanya youngwon
“Aku mengajaknya sekalin untuk memberikan sureprice pada kalian”
“Memang sejak kapan kau bertemu dengannya lagi hyung?”
“Sejak sebulan yang lalu”
“Mwo?? Sudah sebulan dan kau tidak memberi tahu ku? Kau jahat sekali hyung” ryeowook nampaknya protes pada jungsoo
“Hahahaha... mianhe, kalau aku memeberi tahumu namanya buka sureprice lagi”
“Terserah kau saja, Hana-ya kau kemana saja selama ini? Bahkan ponselmu pun tidak dapat di hubungi”
“Mianhe ponselku hilang waktu itu, apa kau mau nomor ponselku yang baru?”
“Tentu, berapa nomormu?” Hana pun bertukar nomor ponsel dengan ryeowook dan mereka mulai asik mengobrol, sementara donghee pergi menuju tempat makanan yang tersedia dan jungsoo mengobrol dengan youngwon
“Bagaimana kau bisa bertemu dengannya lagi hyung?”
“Dia nasabah di Bank tempatku bekerja”
“eoh.. dia terlihat makin cantik”
“Ne seperti aku yang semakin tampan”
“Aish...kau semakin tua bukan semakin tampan”
“Yak.. apa kau mau pesta mu berantakan hari ini huh?”
“Hahahahha”
~
Beberapa teman satu kantor mereka pun hadir, karena sudah lama tidak bertemu kini terlihat jungsoo begitu asik mengobrol dan hana hanya berdiri di belajang jungsoo sambil membawa minuman
Drrrttt..drrrtttt..
“Yeoboseyo”
Hana mengangkat teleponnya kemudian pergi meninggalkan keramaian pesta menuju balkon gedung ini. Jungsoo yang menyadari hana pergi ke luar ternyata mengikutinya dari belakang, dia khawatir terjadi sesuatu pada hana
“Ne, aku baik-baik saja disini tidak perlu khawatir, kau juga jaga dirimu baik-baik jangan begadang karena bermain game terus” Sayup-sayup jungsoo mendengar pembicaraan hana di telepon
“Geurae, kau istirahatlah. Kalau begitu aku tutup teleponnya” Setelah itu hana menutup sambungan teleponnya dan membalikkan badannya hendak kembali ke dalam tempat acara, namun ia begitu terkejut saat berbalik badan dan menemukan jungsoo berada tidak jauh di belakangnya
“Oopp ppa kau di sini..?”
“Telepon dari siapa? Apa sudah selesai?”
“Hmm..ne, di dalam agak berisik, jadi aku keluar”
“Eoh... lihat pemandangan dari sini begitu indah ” kata jungsoo yang sedang menatap ke arah pemandangan kota dari ketinggian gedung berlantai 12 ini. Bukannya masuk ke dalam ruangan pesta tapi jungsoo malah menuju sebuah bangku yang tersedia di situ
“Duduk saja dulu di sini” ucap jungsoo sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya menyuruh hana untuk duduk, Kemudian hana mendekat dan duduk di samping jungsoo, mereka menikmati pemandangan sekitar tanpa mengeluarkan satu katapun.
"Yak..ternyata disini. sedang apa kalian?" terdengar suara seseorang dati belakang dan menghampiri hana dan jungsoo yang tengah menatap pemandangan kontan membalikkan badan nya menatap si yang punya suara..yang tak lain adalah ryeowook
"eoh wookie, pemandangan dari sini bagus ne" kata hana memberitahu ryeowook
"Ne memang indah..kaja masuk, sebentar lagi acara pelemparan bunga, kalian tidak ingin melewatkannya kan?"
"Jinjja, aku akan masuk"
"Baiklah" ryeowok kemudian berjalan kembali masuk
"kaja oppa kita masuk" hana bangkit dari duduknya
"Aku masih mau di sini" nampaknya jungaoo masih enggan meninggalkan tempat ini
"kalau begitu aku masuk duluan ne”
"kajima"
"tidak enak ryeowook sudah keluar memberitahu masa aku tidak mengikutinya
“Kajima” jungsoo menarik tangan hana dan membuat hana kembali duduk
"Jangan pernah meninggalkanku lagi" sambung jungsoo
hana sedikit bingung dan berpikir “sebenarnya ada apa dengan namja ini? aku kan hanya akan masuk kembali ke tempat acara, kenapa tidak boleh?”
"Cukup sekali kau menghilang dari kehidupanku, aku mohon sekarang dan selanjutnya tetaplah di sisiku"
"Nde?" hana semakin tidak mengerti apa yang di katakan jungsoo
"Jika kau tidak pergi 2 tahun lalu Mungkin yang menikah sekarang seharusnya kita bukan youngwon"
"Kau bicara apa sebenarnya oppa?"
"Saat kau pergi tanpa ada kabar dua tahun yang lalu, rasanya seperti ada yang hilang dari hidupku yang mulai merasakan kembali hangatnya cinta. Ketika aku mulai yakin kalau aku memang mencintaimu walau dengan sekuat hati aku mencoba menampik perasaan yang sebenarnya dari awal sudah ada padamu, setiap aku merindukanmu aku mencoba menahannya, mengalihkan pikiranku pada hal lain, namun semakin hari rasa itu semakin mengganggu pikiranku"
Hana begitu terkejut mendengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut jungsoo, apa yang dia maksud? apa benar namja ini mencintai hana? mengapa baru sekarang? Seperti di terjang ribuan anak panah, hati hana terasa begitu sakit tidak siap untuk mengetahui ternyata jungsoo pun mencintainya
"Nde?" tidak tahu kata apa yang harus di ucapkan hana selain kata tanya itu
"Ne, aku yakin aku mencintaimu sejak dulu. Saat kau menghilang aku mencari mu, namun aku tak menemukanmu"

Flashback

"Mira-sshi"
"Nde?"
"Bisa bicara sebentar?"
"eoh.." mira mengangguk kemudian duduk bersama jungsoo
"Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Silahkan katakan saja"
"Sudah sebulan ini aku tidak melihat kang hana, di mana dia? apa dia baik-baik saja? aku tidak bisa menghubunginya"
"Kang hana sudah resign sebulan yang lalu, aku juga tidak bisa menghubunginya dan tidak tahu dimana dia sekarang"
"Apa kau tahu alamat keluarganya?"
"Aku hanya tahu keluarganya tinggal di mokpo tapi tidak tahu tepatnya di mana"
"Apartemennya pun selalu kosong, sebenarnya dia pergi kemana?"
"Tidak tahu, aku juga mencarinya"
"Jika kau bertemu dengannya tolong beritahu aku"
"ne"
Sepulang kantor jungsoo yang masih penasaran hampir setiap hari datang ke apartemen hana, walau tidak pernah ada jawaban dari sana.
Namja itu memecet bel di depan pintu masuk, satu kali..dua kali... sampai tiba-tiba ada jawaban dari dalam, seseorang membuka pintu sontak membuat raut wajah jungsoo berubah bahagia, yaa hana sudah kembali
"Nuguseyo?" tanya seorang wanita paruh baya
"Park jungsoo imnida, apa kang hana ada di dalam?"
"Kang hana? tidak ada yang bernama kang hana di sini"
"Bukankah ini apartement kang hana?"
"eoh..mungkin dia penghuni sebelumnya, sekarang kami yang tinggal disini"
"Apa kau tahu kemana pemilik sebelumnya berada?"
"Mana aku tahu, lagi pula aku tidak mengenalnya"
"Apa kau sama sekali tidak mengetahuinya?"
"Aku menyewa apartemen disini pada pengelola gedung bukan pada pemilik sebelumnya. kalau tidak ada lagi yang penting aku harus masuk karena aku sedang masak" jawab wanita itu sedikit ketus
"eoh..maaf sudah mengganggu, gamsahamnida" jungsoo membungkukkan badannya walau wanita itu langsung berbalik dan menutup pintunya. Sejak saat itu jungsoo mulai frustasi karena tak kunjung mengetahui keberadaan hana

Flashback end


"Tidak banyak yang aku tahu tentangmu, hingga sulit mencari keberadaanmu sampai akhirnya aku menyerah dan menanti keajaiban, namun ternyata takdir mempertemukan kita lagi. ketika kita bertemu sebulan yang lalu betapa bahagianya aku bisa dekat dengan mu, asaku kembali hadir untuk bisa bersama denganmu”
Hana mulai merasa panas di matanya dan sepertinya air matanya mulai akan keluar. sakit...itu yang hana rasakan, mengapa tidak sejak dulu jungsoo orang yang paling dia nanti dan cintai mengatakan semua ini
"Kenapa baru mengatakannya sekarang? mengapa tidak sejak dulu?" kau tahu aku menunggumu 2 tahun lalu, gumam hana dalam hati.
"Aku akui mungkin aku salah satu namja paling pengecut yang pernah ada, Tiga tahun lalu aku mengalami perpisahan yang menyakitkan dengan kekasihku"
"apa dia sora?"
"kau tahu dari mana?"
jadi benar yeoja yang bernama sora itu adalah kekasihnya, tapi bukankah mereka sudah fiting baju pengantin?
"bukankah kalian sudah akan menikah? bahkan kalian sudah fiting baju pengantin bersama kan?"
"Bagaimana kau bisa tahu semua itu?"
"itu bukan urusanmu"
"Aku begitu mencintai dia saat itu, namun kami harus berpisah karena dia di jodohkan dengan namja lain, dan benar kami fiting baju pengantin tapi itu untuk pernikahannya dengan namja itu"

Flash back
Malam itu di sebuah taman sora bertemu dengan jungsoo
“Oppa, eomma sudah menetapkan hari pernikahanku”
“Jinjja?”
“Ne 3 bulan lagi, eottohke oppa?” terlihat kecemasan dari mata sora
“Cepat atau lambat kaupun harus menikah dengannya bukan?”
“Tapi aku masih mencintaimu, aku belum bisa mencintai namja itu”
“Tidak bisa sora-ya, kau harus melupakanku”
Jungsoo tersenyum sambil menggenggam tangan sora
“Kau harus bisa, kau pasti bisa mencintainya” jungsoo mencoba meyakinkan sora yang sudah menjadi mantan kekasihnya itu, karena sebenarnya sekarang dia sudah bisa melupakan sora.

Di sisi lain terdapat seorang namja yang sedang menyatakan cintanya pada yeoja pujaannya, namun sang yeoja tertuju pada pasangan jungsoo dan sora.

Flasback end

"aku mencintainya sampai sulit melupakannya, tapi sejak aku bertemu denganmu aku merasa ada yang berbeda dengamu sepertinya aku mulai jatuh cinta, namun aku takut perasaan itu hanya pelampiasan saja, aku tak mau kau malah sakit hati karena ku. aku selalu menampik perasaan itu, menghindarimu dan seakan mengacuhkanmu. tapi akhirnya aku tidak bisa menghindari perasaan itu, karena semakin aku menghindarimu aku semakin merindukanmu, saat aku mulai yakin pada perasaanku tidak lama kau malah menghilang dan itu membuat penyesalan yg begitu besar bagiku"
Setelah menjelaskan panjang lebar, hati hana semakin teriris dan kini tak ada lagi yang menhalangi laju air matanya yang membasahi pipi nya
"Kenapa baru sekarang kau mengatakan semua ini oppa?" ucap hana sambil terisak
"Mianhe.. Aku tidak mau membuat kesalah untuk kedua kalinya, jadi aku mohon tetaplah disini di sisiku, kita jalani hidup bahagia bersama"
"Aku tidak bisa" jawab hana sambil menghapus air matanya
"Wae?"
"Sekarang aku tidak bisa"
"Wae?? apa kau tidak mencintaiku?"
"Bukan begitu, tapi..." hana memalingkan wajahnya
"Tapi kenapa?"
Ingin rasanya hana mengatakan kalau dia sangat mencintai jungsoo, tapi itu tidak mungkin
"Katakan kenapa?" jungsoo memegang pundak hana agar hana kembali menatapnya
hana menundukan wajahnya, dia tak mau menatap mata jungsoo karena saat ini dia sedang berbohong dan jungsoo pasti tahu itu
"Apa kau tak mencintaiku?"
"Ne, aku tidak mencintaimu !!!"  kata hana dengan penakanan di setiap katanya mencoba meyakinkan jungsoo
Aku tahu hana mencintaiku juga, bukan itu alasan yang sebenarnya, bahkan dia tidak berani menatap mataku, pikir jungsoo.

"Tatap aku, katakan sekali lagi" jungsoo menagkupkan tangannya di kedua pipi hana membuat mau tidak mau hana menatap jungsoo, terlihat air mata yang mengalir dari mata hana, jungsoo menghapus air mata itu dengan ibu jarinya, menatap hana dalam mencoba mencari jawaban dari tatapannya
"Katakan sekali lagi kalau kau tak mencintaiku"
Bukannya menjawab hana malah semakin terisak
"Aku tidak bisa oppa.."
Jungsoo menarik hana dalam pelukkannya
"Aku mencintaimu kang hana"
Hana hanya diam dalam pelukkan hangat jungsoo, ini adalah hal yang sangat hana hindari, mengetahui perasaan jungsoo di saat yang sudah tepat lagi. Tak lama dia menarik tubuhnya
"Maaf, aku tidak bisa oppa"
"Tidak bisa kenapa?" jawab jungsoo lirih

Flashback

Author POV

Kyuhyun yang baru saja selesai meeting segera menuju kantor hana menemui yeoja chingunya itu. Karena saat ini ada yang ingin hana sampaikan padanya. Ternyata hana sudah menunggu kyuhyun di depan gedung kantornya, kyuhyun menghentikan mobilnya kemudian hana langsung masuk ke mobil.
"Apa sudah lama menunggu?"
"Ani, aku baru saja turun"
"Eoh..kau belum makan kan? Kita makan saja dulu"
"Ne, terserah kau saja"
"Baiklah"
Kemudian mereka menuju sebuah tempat makan
"Aku ingin mengatakan sesuatu"
"Katakan saja, dari semalam kau bilang ingin mengatakan sesuatu padaku" jawab kyuhyun
hana mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tasnya dan menyimpannya di atas meja
"Apa ini?" tanya kyuhyun sambil melihat amplop itu
"Aku hamil, itu hasil pemeriksaan dokter"
"Mwo??" kyuhyun begitu terkejut kemudian mengambil amplop itu dan membukanya, seketika terlihatlah hasil pemeriksaan dokter yang menunjukkan bahwa hana tengah mengandung janin berusia beberapa minggu
"Tapi kenapa bisa... "
"Apa maksudmu? kau tidak percaya? ini anakmu, apa kau lupa kita melakukannya? dan kau ingat aku hanya melakukannya denganmu"
"Bukan begitu, aku hanya tak menyangka akan seperti ini, sementara masalah ku yang lain masih belum selesai sekarang..."
"Apa kau tidak mau menerimanya?"
Kyuhyun terdiam, otaknya seakan mau pecah karena sepertinya masalah yang sedang di hadapinya begitu bertubi-tubi, di tambah kekasihnya mengandung anak mereka
"Kau mau meninggalkanku? tidak apa-apa asal jangan suruh aku membuang bayi ini"
hana menangis
"Kenapa kau berpikir begitu? aku tidak akan berbuat seperti itu"
"Aku hanya tidak ingin menambah dosa lagi oppa"
Kyuhyun menarik hana kedalam dekapannya, mencoba menenangkannya
"Kita akan membesarkan bayi itu bersama, aku akan bertanggung jawab, kita akan segera menikah"
"Jinjja? kau janji?"
"Ne, asal kau mau ikut denganku tinggal di tokyo untuk membereskan masalah perusahaan di sana"
hana hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju
"uljima, mianhe"
"Kaja, kita pulang" kata namja itu dan di jawab anggukan oleh hana


Tidak begitu jauh dari tempat hana dan kyuhyun seorang namja bernama park jungsoo sedang melihat ke arah mereka, namun jungsoo tidak tahu pasti apa yang sedang mereka bicarakan.

Flash back end

"aku sudah menikah" jawab hana lesu
"kau mencoba berbohong lagi huh? aku tahu kau juga mencintaiku kan"

“Sebenarnya apa yang membuat hana menolakku? apa benar dia sudah menikah?” beribu pertanyaan ada di benak jungso

"Aku akui sejak dulu aku mencintaimu, bahkan sangat mencintamu namun aku seperti orang bodoh yang menanti sang pangeran mencintainya, karena kau tak pernah menunjukkan kalau kau mencintaiku, awalnya aku bersabar namun aku tidak bisa hanya menunggumu yang nampaknya tak bisa berubah"
"Tapi aku mencintaimu dan kalau kau mencintaiku mengapa kau berhenti menungguku?"
"Aku mana tahu kalau kau mencitaiku juga? kau baru mengatakannya sekarang. harus sampai kapan aku menunggumu? lebih dari setahun namun kau tak pernah mengatakan dan menunjukkan kalau kau mencintaiku, sementara ada namja lain yang dengan tulus mencintaiku"
"Kau juga baru mengatakan kau menikah sekarang, mengapa tak sejak awal kita bertemu lagi?"
"Apa kau pernah bertanya tentang masalah pribadiku? tidak kan? sejak awal kita bertemu 3 tahun lalupun kau tidak pernah bertanya dan itu menbuatku yakin kau memang tak pernah mencintaiku"
"Aku tahu aku salah, aku hanya takut terjadi hal menyakitkan lagi seperti sebelumnya"
"Ketakutanmu malah membuatmu mengalaminya lagi oppa"
Jungsoo diam, mengutuki kebodohannya selama ini

"Dua tahun yang lalu aku menikah dengan seorang namja. saat itu aku hamil, lalu aku menikah dengannya dan karena masalah perusahaannya di tokyo akhirnya aku memutuskan mengikutinya tinggal di tokyo, kami menetap di sana sampai ada sedikit masalah di perusahaan keluargaku hingga aku harus pulang dan berada di sini sekarang"
"Jadi sekarang kau sudah punya anak? " jungsoo terlihat mulai frustasi
"Ketika usia kandunganku menginjak 4 bulan, aku mengalami keguguran karena terlalu pusing dengan masalah yang di alami suamiku. "
Mereka terdiam sesaat, tak sadar jungsoo pun mulai mengeluarkan air matanya, hatinya juga hancur, yeoja yang di tunggunya selama ini ternyata telah termiliki orang lain.
“Saat bertemu dengan mu lagi sebulan yang lalu, sebenarnya ada rasa bahagia namun aku khawatir, aku takut aku belum bisa melupakanmu. Dan ternyata itu benar, aku memang masih mencintaimu namun keadaanya sudah tidak memungkinkan lagi, aku....”
“Cukup, aku tidak ingin mendengarnya lagi. itu hanya semakin membuatku sakit”
Hana terdiam sambil mencoba menahan tangisannya

"Aku anggap ini hanya mimpi"
"Tapi sayang ini semua nyata oppa"
"Apa tak ada sedikitpun harapan untukku bisa berasama mu? Kita saling mencintai bukan?" tanya jungsoo dengan mata memohon menatap hana. melihat namja yang begitu dia cintai seperti ini hana pun merasa iba dan hatinya terasa semakin sakit
Hana hanya menggelengkan kepalanya pertanda memang semua ini tidak dapat berubah
"Apa kau mencintai namja itu"
"Dia yang akan hidup bersama ku sampai aku mati kelak seperti janji sakral yang aku buat bersamanya di depan tuhan, masih banyak waktu untuk membuatku lebih mencintainya"
Jungsoo tersenyum kecut,
"Mengapa kau seyakin itu? apa kau bahagia bersamanya?"
"Aku menerimanya dan mencoba hidup bahagia"
"Lalu bagaimana dengan aku?" jungsoo menundukkan kepalanya, mungkin pertanyaan itu terdengar egois namun pikirannya sudah tidak karuan lagi sekarang. haruskan dia kembali menelan pil pahit dan merasakan sakitnya patah hati yang ternyata semua ini juga karena perbuatannya sendiri yang tak bisa meyakinkan perasaannya pada hana.
"Maafkan aku" jawab hana yang kemudian memeluk jungsoo
Keduanya larut dalam haru, jungsoo tidak bisa menahan air matanya dan menangis di pundak hana begitu juga hana. mungkin hanya dengan menangis mereka bisa mencurahkan rasa sakit hati yang di rasakan karena mereka saling begitu mencintai namun tak dapat bersama.

~


"Jungsoo-ya, jangan petik bunga itu chagi"
"Aku hanya mau ambil satu"
"Tapi jangan chagi"
"Sudahlah tidak apa-apa nantikan bisa di tanam lagi"
"Tidak bisa, bibit bunga itu aku dapat dari belanda langsung"
"Nanti kita beli lagi"
"yak...kau benar-benar memetiknya" kata sang eomma saat bunga kesayangamnya sudah terpisah dari batangnya
"Jungsoo-ya, kau benar-benar" yeoja itu menahan amarah
"Aku akan memberikan bunga ini pada eomma, ini" kata namja kecil sambil tersenyum manis memperlihatkan leaung pipinya dan memberikan sebuah bunga pada eommanya yang terduduk bersama appanya
"Tapi chagi.." ibu muda itu terlihat frustasi
"Bukankah setelah menerima pemberian orang eomma harus mengucapkan terimakasih"
yak..anak ini memang bisa saja
"Ne, gamsahamnida" jawab eommanya sambil tersenyum terpaksa, dia tidak merelakan bunga yang di tangannya sudah tak bersama dengan pohon dan batangnya lagi
"Bukankah eomma sangat menyukainya? jangan hanya di biarkan bunga ini di pohonnya lebih baik di petik dan eomma bisa menyimpannya kan"
"Aigoo..anak eomma pintar sekali"
Namja kecil itu hanya tersenyum kemudian mencium pipi eommanya
"Oppa lihatlah kelakuan anakmu itu, apa yang kau ajarkan sampai seperti itu" kata yeoja itu pada suaminya
"Dia memang mewarisi kepintaranku. jungsoo-ya apa kau tidak mau mencium appa mu? kau curang sekali"
"Appa mau ku cium juga? baiklah" namja kecil itu mencium pipi appanya

Keluarga kecil yang nampaknya begitu bahagia itu duduk di halaman belakang rumahnya menghabiskan waktu akhir pekannya, mereka adalah kang hana, cho kyuhyun dan buah hati sekaligus jagoan kecil mereka cho jungsoo yang berusia 4 tahun. Tidak lama setelah kejadian bersama jungsoo di pernikahan youngwon waktu itu hana kembali ke tokyo dan menjalani hidupnya bersama kyuhyun yang memang sudah menetap di sana. Kemudian
hana melahirkan putra pertama mereka yang di beri nama cho jungsoo, tentu hana yang memberi nama anaknya, bukan tak bisa melupakan namja yang begitu ia cintai hanya saja nama itu yang keluar saat kyuhyun menanyakan nama untuk anak mereka pada hana, dan ternyata kyuhyun menyukai nama jungsoo hingga akhirnya jadi lah anak mereka di beri nama cho jungsoo. Sampai detik ini kyuhyun tidak pernah tahu sedikitpun tentang kisah hana dengan park jungsoo, hana menutupnya rapat2 dan membiarkan semuanya menjadi kenangan dan mencoba menikmati hidupnya bersama suaminya dan putra kecilnya dengan bahagia seperti pesan jungsoo.

~

Flashback
Setelah puas mengeluarkan air matanya hana melepas pelukkan jungsoo dan mereka saling bertatapan
"Mianhe" kata maaf terlontar dari mulut jungsoo
"Mianhe karena aku kau harus menahan semua rasa sakit dalam hidupmu. aku berjanji tak akan membuatmu menangis lagi karenaku. Aku mohon hiduplah bahagia bersama namja itu, lupakan saja aku yang sudah menghancurkan kebahagiaan yang sudah kau dapatkan dua tahun ini karena aku mengucapkan semua ini sekarang"
"Gwencahana, aku merasa lega karena akhirnya kita tahu perasaan yang kita pendam masing-masing selama ini"
"ehm.. aku mohon hiduplah bahagia bersamanya"
"ne.."
"kau berjanji?"
"ne..aku berjanji"

Jungsoo Pov
Memang berat melepas orang yang sangat aku cintai pergi bersama namja lain, tapi apa dayaku semua ini juga akibat kebodohanku selama ini yang tak berani meyakinkan perasaanku pada seseorang yang begitu aku cintai hanya karena ketakutanku yang tak beralasan.. sekarang aku akan menghilang menjauh dari kehidupan hana, aku mohon kalau aku tidak dapat bersamanya biarkan aku tidak pernah bertemu dengannya lagi Tuhan, ini terlalu menyakitkan.

If you love someone, tell them..
Because heart are often broken by word left unspoken..


....The End....

Inilah akhir dari kisah cinta yang sebagian di ambil dari kisah nyata ini, maaf kalo kurang memuaskan, semoga ada hikmahnya setelah baca FF ini. Intinya kalau cinta bilang cinta, jangan biarkan perasaan itu di pendam sendiri. *author berat yee kata-katanya* heheheh
Thankyu yang udah baca, jangan lupa Like n comentnya yaa, itu sangat berarti bagi saya yang amatir ini. Baiklah...sampai disini dulu paypay ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar