Kamis, 30 April 2015

Mencintai atau Di Cintai Part 5

Title : Mencintai atau Dicintai? 
Genre : Romantic,Comedy
Rate : 15+
Length : Chapter
Main Cast : Kang Hana ( OC ), Kim Heechul, Cho Kyuhyun
Support Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Kim Mira, Jung Eunji, Park Jungsoo, Kang Sora yang lain menyusul sesuai alur selanjutnya
Author : Kiray Nayla

Ehaaaii readers... Mianhe luamaa bgt ini part 5 nya, soalnya kemarin author mudiknya agak lama *trus apa hubungannya ??* hehehhe... Btw Minal Aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir batin yaa buat admin sama readers semua kalo2 author punya salah, *klo typo banyak banget*.. xixixii :D
Yasud...langsung sajah kita lanjutkan FF ini, mari ke TKP.....


"Oppa..jebal ireona, apa kau tidak ingin tahu, kalau aku juga sebenarnya mencintaimu. Sejak awal aku pun mencintaimu, namun kau selalu bersikap seperti oppaku dan tidak pernah menyatakan perasaanmu padaku. Kau tahu,, itu sangat membuatku bingung dan akhirnya berusaha menghapus cintaku untuk mu di hatiku dengan mencintai kyuhyun. Jebal, jawab aku..jangan pernah mencoba meninggalkan ku, juga mengacuhkan ku seperti ini. Apa lagi meninggalkan ku selamanya" Kata hana sambil menangis

"Memangnya siapa yang mau mati?" Kata heechul tiba-tiba
Hana langsung bangkit dan mengangkat kepalanya yang tengah berbaring di kasur

"Mwo?? Kau sudah sadar?"
Langsung hana memeluk tubuh heechul

"Yak..pelan-pelan, tubuhku masih sakit"
"Mianhae" kata hana sambil tersenyum dan menghapus air matanya, lalu ia duduk kembali di bangku sebelah heechul
"Tapi Sejak kapan kau sadar?"
"Sejak kau mulai memeluk tanganku begitu erat, hingga membuat tanganku terasa sakit"kata heechul sambil memegang tangannya
"Mwo?? Berarti kau mendengar semua yang aku katakan?"

Story Beginning

Kyuhyun POV

Hana terlihat begitu panik saat mendengar Heechul mengalami kecelakaan, bahkan dia tak menyadari kalau aku meninggalkannya di koridor rumah sakit ini, ia pergi ke ruangan heechul seorang diri. Mungkin harusnya aku berada di sampingnya saat dia melihat keadaan heechul setelah kecelakaan, namun rasanya malas sekali melihatnya menangisi namja itu, lagi pula aku dengar dari orang yang menolong heechul tadi, menurut dokter dia tidak mengalami sesuatu yang parah, hanya luka-luka sedikit saja.
Apa dia tidak tahu, kalau aku sudah menyiapkan makan malam spesial untuk menyatakan perasaanku padanya huh? Bahkan kami belum mencicipi makanan yang sudah kami pesan tadi. Aish....
Kemudian aku mengambil ponselku dan menghubungi hyukjae
“Yeoboseyo”
“Hyukjae-ya, neo eodiseo?”
“Aku sedang di apartemen donghae, wae?”
“Aku akan ke apartemen donghae juga kalau begitu”
“Geurae...tapi bawakan kami makanan ne”
“Aish..kau ini.. baiklah, nanti aku bawakan”



Mungkin menghabiskan waktu bersama kedua temanku itu bisa menghilangkan kekecewaanku hari ini.

@ Apartemen Donghae

Ternyata mereka sedang bermain playstation. Sepertinya memang game bisa membuat mood ku lebih baik
“Ini aku belikan makanan, tapi biarkan aku yang bermain gamenya” kataku sambil memberikan sekantung makanan pada hyukjae
“Nih...mainlah sepuasmu, aku sudah bosan dari tadi selalu menang dari donghae” kata hyukjae sambil menerima kantung makanan dan memberikan stick PS padaku
Lalu aku bermain playstation bersama donghae, namun entah mengapa kali ini aku selalu kalah dari donghae
“Wooaahh, aku bisa menang dari raja game ternyata.. Kyaaaaa” kata donghae kegirangan
“Hahahaha...apa kau curang donghae-ya? Bagaimana kau bisa menang darinya?”
“Untuk bermain curang saja aku tidak tahu, mana mungkin aku curang”
“Bahkan kau tidak bisa mengalahkan ku tadi, Atau ada yang salah padamu kyu? ”
“Aish... Sudah lah, aku tidak mau main lagi” kataku sambil melempar stick playstation itu
Ternyata bermain game malah semakin membuat ku bosan, bagaimana mungkin aku bisa kalah hanya oleh seorang Lee Donghae huh?
“Yak...mengapa harus melepar stick PS ku seperti itu?”

Aku tidak menjawab perkataan donghae, lalu aku menuju kulkas untuk mengambil air mineral, namun entah mengapa tutup botol nya susah sekali di buka. Nampaknya semua hal sedang tidak bersahabat denganku hari ini.

“Arrghh...” kataku sambil menyimpan botol air mineral itu di meja kemudian aku duduk di kursi
“Yak...kau ini kenapa huh? Apa sedang ada masalah?” kata hyukjae mendekatiku dan duduk di sebelahku
Kemudian Donghae datang dan duduk di sebelah ku juga, lalu dia membukakan tutup botol air mineral yang tadi akan aku minum

“Rencanaku hari ini gagal karena namja itu”
“Rencana apa? Namja siapa?” tanya hyukjae
“Ceritakan lah pada kami, mungkin kami bisa membantumu” kata donghae
“Hari ini aku mengajak hana makan malam sekaligus untuk menyatakan cintaku padanya, namun tiba-tiba ahjussi itu kecelakaan dan dia langsung pergi ke rumah sakit, padahal kami makan malam saja belum, dan aku belum sempat mengatakannya”
“Ahjussi siapa?”
“Kim Heechul”
“Yak..Kim Heechul itu siapa ?” tanya hyukjae yang mulai kesal dengan omongan kyuhyu yang kurang jelas
“Dia namja yang sangat dekat dengan hana, dan sepertinya mencintai hana juga”
“Jadi dia langsung pergi meninggalkanmu begitu saja saat tau heechul kecelakaan?” Tanya donghae
“Dia bilang bila aku tidak mau mengantarnya ke rumah sakit, dia akan pergi naik taxi, lalu aku mengantarnya”
“Eoh..Memangnya kau benar-benar mencintai hana?” tanya donghae
“Aku juga tidak tahu ini cinta atau bukan, karena memang awalnya aku hanya memanfaatkan perasaannya padaku untuk membalas hyesun yang memutuskan hubungan kami begitu saja. Aku juga ingin menunjukkan pada heechul kalau aku bisa mendapatkannya.Entah terbawa suasana atau memang aku benar-benar mencintainya, tapi aku merasa sangat nyaman bersamanya dan ingin memilikinya”
"Ooh.. " kata hyukjae
 “Lalu sekarang hana di rumah sakit sendirian?”
“Mungkin”
“Mengapa kau tidak menemaninya?”
“Ish...malas sekali menemaninya menangisi namja itu, lagi pula keadannya juga tidak separah itu”
“Aigo..jadi uri kyuhyun sedang cemburu yaa” hyukjae malah meledekku lagi
“Yak..kau !!! jinjja” kataku seakan ingin memukulnya
“Harusnya kau menemaninya, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya saat melihat keadaan namja itu?”kata donghae
“Namja itu juga tidak apa-apa kok, hanya saja kekhawatiran hana terlalu berlebihan”
“Apa mungkin itu karena hana juga mencintai heechul?” jawab hyukjae
“Kau ini bukannya menenangkanku, malah membuat mood ku semakin buruk saja”
“Sudah..kau diam saja monyet gunung”kata donghae
“Geurae...lebih baik aku menjauh dari setan yang sedang cemburu”
“Aish...!!” belum sempat aku menjitaknya dia sudah pergi
“Mungkin hana hanya shock mendengar namja itu kecelakaan, dia tidak bermaksud mengacuhkanmu sebenarnya. Dan satu lagi, kau harus meyakinkan perasaanmu padanya, jangan memilihnya karena ingin memilikinya saja, berinya cinta setulus hatimu”
“Meollaso donghae-ya...”
“Sebaiknya kau segera meneleponnya”
“Ya, nanti aku akan menghubunginya”

Hana POV
Aigo...heechul oppa sudah sadar, dia pasti mendengar apa yang aku katakan tadi. Huaaa....mengapa aku harus mengatakannya sih... paboooo kau kang hana >,
“Memang kau bicara apa huh?”
Apa dia tidak mendengar yang aku ucapkan tadi.
“Jadi kau tidak mendengarnya oppa?”
“Hmmm....Memang kenapa kalau aku mendengarnya?”
“Ish...aku tanya kau dengar atau tidak?”
“Tidak...aku tidak dengar”
Syukur lah dia tidak mendengar yang aku katakan tadi
“Kau pasti sangat ceroboh ya? Kenapa bisa sampai seperti ini??” aku malah mulai menangis lagi
“Aku juga tidak mau kecelakaan seperti ini”
“Kalau kau berhati-hati ini kan tidak akan terjadi. Hiks..hiks..”
“Yak..apa kau menangis?” saat dia menyadari kalau aku tengah menangis. Lalu dia bangun dan duduk di kasurnya juga mencoba memelukku
“Kau tidak tahu betapa cemasnya aku saat tahu kau mengalami kecelakan tadi huh?” sambil mencoba melepaskan pelukkannya
“Mianhae” dia malah semakin memelukku,
“Jangan pernah melakukannya lagi, aku tidak akan memaafkanmu. Hiks..hiks..” kataku sambil memukul-mukul dadanya
“Ne, aku janji akan lebih berhati-hati, jangan memukul ku lagi, aku ini sedang sakit”
“hiks..hiks..habis kau menyebalkan”
Kemudian dia mempererat pelukkannya sabil mencium puncak kepalaku, sampai tiba-tiba ada yang membuka pintu
"Heechul-ahh.."
Heechul oppa sontak menarik wajahnya yang tengah mencium puncak kepalaku, dan melepaskan pelukkannya
"Mianhae" Ternyata jungsoo oppa yang datang. sepertinya dia agak tidak enak, saat melihat kami sedang berpelukan seperti tadi.
"Jungsoo-ya"
"Apa kau baik-baik saja?” Kemudian dia menghampiri kami dan berdiri di sebelah kasur heechul oppa
"Nan gwenchana"
"Heejin noona yang memberi tahuku kalau kau kecelakaan. kau ini bagaimana, masa bisa sampai kecelakaan seperti ini? " lanjutnya
"Yak..aku juga tidak mau mengalaminya, tapi kejadian tadi begitu tiba-tiba"
"Geurae, lain kali harus hati-hati"
"Dengar itu oppa, banyak orang yang mencemaskan mu"
"Ne..aku minta maaf, lain kali tidak akan begini lagi"
"Awas kau!!!" Kataku sambil menatapnya tajam dan mencubit tangannya
"Hana-ya, tanganku sakit. Mungkin akan patah sekarang, awww... Ini sakit sekali"
"Yang benar oppa? Mianhe,mianhe"
"Aduuh..kepalaku jadi pusing" katanya sambil memegang kepala
"Eoh..jeongmal?" Tanyaku
"Ne..di sini yang sakit" katanya sambil menarik tanganku untuk mengelus kepalanya.
"Aigo..kau ini manja sekali kim heechul"
"Yak..jungsoo, aku ini sedang sakit, kau tidak lihat perban ini" dia menunjuk perban di keningnya
"Aish..hehehe"

Tok..tok..tok..
"Permisi" kata seorang suster
"Moon Uisanim akan memeriksa keadaan pasien" kemudian dia masuk sambil membawa nampan makanan, mungkin untuk makan malam heechul oppa dan meletakkannya di atas meja,
"Annyeonghaseyo"
"Annyeonghaseyo Moon uisanim" kata jungsoo oppa
"Permisi sebentar, saya akan memeriksa keadaan Tuan Kim"
"Silahkan" kata kami yang langsung menjauh dari kasur heechul oppa, agar dokter bisa leluasa memeriksa heechul oppa.
Tidak lama, Moon uisanim selesai memeriksa heechul oppa
"Bagaimana keadaannya uisanim?"
"Tidak ada luka yang parah, atau tulang yang patah, kami hanya memberikan obat melalui infus untuk mencegah infeksi pada lukanya saja"
"Nanti bila infus ini sudah habis, kau ganti dengan yang baru yaa" kata uisa pada susternya
"Eoh..jadi keadaannya tidak menghawatirkan?" Kataku sambil menatap heechul sekilas, tadi dia bilang tangannya seperti mau patah, ternyata tidak ada yang patah, aish..
"Tidak..tuan Kim hanya mengalami luka goresan dan lebam saja, besok juga sudah bisa pulang setelah infus yang kedua habis"
"Sykurlah, gamsahamnida uisanim"
"Cheonmaneyo, kalau begitu saya tinggal dulu ya"
"Selamat istirahat tuan kim"
"Ne, gamsahamnida"

Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan ini
"Apa kau tidak dengar, lukamu itu tidak parah, kenapa tadi bilang tanganmu patah huh?"
"Dia itu memang manja saja, ingin di perhatikan oleh mu" kata jungsoo oppa padaku
"Ish... "
"Yak..memang tanganku sakit rasanya seperti mau patah, syukurlah kalau tidak patah"

Setelah itu kami malah mengobrol, hingga tidak terasa sudah lumayan malam.

"Geurae, sudah malam hana, biar aku saja yang menemani heechul malam ini, aku antarkan kau pulang yaa" kata jungsoo oppa
"Tidak usah oppa, biar aku saja yang menjaganya, besok aku tidak ada kuliah, kalau kau besok harus kerja kan?"
"Iya sih,Tapi apa kau mau mengurus pasien yang manja seperti dia? Itu akan merepotkan hana-ya"
"Kalau dia merepotkan akan benar-benar aku patahkan tangan"
"Yak..kau sadis sekali.. Sudah kalian pulang saja, aku tidak apa-apa sendirian disini"
"Aigo..seperti anak hilang saja kau sendirian di rawat di rumah sakit tidak ada yang menemani. Sudah Biar aku saja yang menjagamu malam ini"
"Apa tidak apa-apa kau menjaganya?" Tanya jungsoo oppa
"Tidak apa-apa oppa"
"Yasudah, kau pulang saja jungsoo, hana yang akan menjagaku malam ini"
"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu, kalian baik-baik ya, kalau ada apa-apa hubungi aku saja"
"Ne, gumawo oppa"
"Gumawo jungsoo-ya"
"Ne..aku pulang yaa"
Kemudian dia bergegas pulang
"Hati-hati dijalan oppa"
"Ne, annyeong" dia menutup pintu dan pergi dari ruangan ini

"Sepertinya aku lapar, bukan kah tadi suster membawan makan untukku?"
"Ne, apa kau mau makan sekarang?"
"Ne, bisa membawakannya kesini?"
"Geurae" kataku sambil mengambil nampan makan malamnya
"Apa perlu aku suapi?"
"Tidak usah, nanti itu merepotkanmu, kau mematahkan tanganku lagi"
"Hahahah..aku hanya bercana oppa"
"Kalau begiitu suapi yaa"
"Baiklah" lalu aku mulai menyuapinya
"Ish..makanan rumah sakit memang tidak enak"
"Makanya jangan sakit

“Kriuk..kriuk..*bunyi perut laper ceritanya*.
Memang perut ini tidak bisa di kontrol, selalu berbunyi dan membuatku malu. Aku memang lapar, tapi plisss jangan berbunyi seperti itu.
Heechul oppa menghentikan makannya
"Apa itu bunyi perutmu?"
"Heheheh..kau mendengarnya yaa?"
"Apa kau belum makan?"
"Ne"
Aku memang belum makan, tadi di restoran aku bersama kyuhyun sudah memesan makanan, tapi tidak sempat aku makan karena keburu aku tinggal kerumah sakit. Omo.. kyuhyun? Dia kemana? Aku benar-benar lupa padanya
"Kalau begitu makan saja ini, aku sudah kenyang"
"Ani..nanti aku akan beli ke depan"
"Sudah malam, makan ini saja" lalu dia mengambil sendok di tanganku, dan menyuapiku
"Aaaa.." Katanya sambil membuka mulutnya
Lalu menyuapi sesendok nasi dan lauknya padaku, akupun memakannya
"Sepertinya karena sedang lapar, makanan tidak ada rasanya seperti ini pun jadi terasa enak"
"Hahaha..kau ini ada-ada saja" lalu dia menyuapiku lagi
"Yak..kan kau yang sakit, mengapa malah jadi aku yg di suapi?"
"Kalau begitu sekarang gantian, kau yang menyuapiku"
"Hahaha..sinikan sendoknya" lalu aku mengambil sendok dari tangannya

Kami malah saling menyuapi bergantian sampai makanan ini habis.
Ooh iya bagaimana dengan Kyuhyun oppa, aku sudah membatalkan makan malam bersamanya, aku harus meminta maaf, lebih baik aku telepon saja. Setelah heechul oppa tertidur, aku keluar ruangannya untuk menelepon kyuhyun, saat aku ambil ponsel dari dalam tasku ternyata terdapat 2 misscall dari kyuhyun. Langsung aku meneleponnya, tidak lama kemudian dia mengangkat teleponku
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo kyuhyun oppa"
"Ne, hana-ya.. Kau di mana?"
"Aku masih di rumah sakit, malam ini aku menemani heechul oppa"
"Eoh.."
"Oppa, mianhae karena makan malam tadi jadi berantakan karena aku"
"Gwenchana, lagi pula ini bukan karena mu dan kecelakaan heechul-sshi juga tidak ada yang tahu dan tidak ada yang menginginkan bukan?"
"Ne, sekali lagi mianhae, lain kali aku yang akan meneraktirmu sebagai permintaan maafku"
"Geurae, itu gampang. Kau jangan terlalu lelah, istirahatlah, mungkin sebaiknya kau minum vitamin agar tidak kelelahan"
"Ne, gumawo"
"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku saja"
"Ne..kalau begitu aku tutup teleponnya yaa"
"Ne, jaljayo"
~
Next Morining
Author POV
Pagi ini setelah dokter memeriksa keadaan heechul, dia sudah di perbolehkan pulang karena keadaannya sudah baik. Setelah menyelesaikan administrasi dan membeli obat di apotek heechul dan hana bergegas pulang ke apartemen heechul dengan menggunakan taxi, karena mobil heechul mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu jauh, merekapun sampai di apartement heechul.
“Kau mau makan siang apa oppa?”
“Apa kau mau memasakannya untukku?”
“Hehehhe... Aku akan membelinya atau memesankan untukmu saja”
“Uh..Aku kira kau akan memasak untukku”
Tingtong..tingtong.. Suara bel apartement heechul berbunyi, lalu heechul langsung menuju pintu dan membukanya
“Eomma, Appa”
"Aigoo..anak eomma" Kata Ny kim yang langsung memeluk heechul
“Kami ke rumah sakit, tapi ternyata kau sudah pulang, apa kau baik-baik saja? Mengapa tak memberitahu eomma kalau kau kecelakaan? Kalau heejin tak memberi tahu, eomma tidak akan tahu” sambung ny kim.
“Mianhae, aku hanya tidak ingin mengkhawatirkan kalian, lagi pula ini tidak parah ko”
"Tapi setidaknya kau harus memberitahu kami" kata Tuan Kim
"Nan gwenchana appa"
“Aish..kau ini” eomma dan appa heechul kemudian masuk ke dalam
Kemudian hana menuju pintu dan berdiri di belakang heechul
“Annyeonghaseyo” kata hana
“Eoh... Hana"
"Annyeonghaseyo" jawab Tuan Kim
"Kata heejin kau yang menemani heechul di rumah sakit ne?” Tanya ny Kim
“Ne, eommonim”
“Gumawo hana-ya”
“Mianhe telah merepotkanmu” kata appa heechul
“Gwenchana abeoji”
“Kalian belum makan siang kan? Ini eomma bawakan, Kita makan bersama ya ” kata Ny Kim sambil menunjukkan bungkusan yang di bawanya sejak tadi
“Biar aku bawakan eomma” kemudian hana mengambil bungkusan berisi makanan dan menuju dapur untuk menyiapkannya
“Gumawo hana-ya” kata ny Kim sambil menuju ruang tamu. Kemudian mereka duduk bersama di sofa
“Bagaimana kau bisa mengalami kecelakaan begitu heechul-aah?” tanya tuan Kim pada heechul
“Sebenarnya mobil itu yang salah, lampu sudah berubah merah dia masih melajukan mobilnya. Aku yang datang dari arah berlawanan kemudian menghindari mobil itu dan menabrak pembatas jalan, untung tidak terlalu kencang”
"Apa mobil itu langsung pergi begitu saja?"
"Ne..mobil itu langsung pergi"
"Ish...beraninya dia membuat anakku seperti ini" kata Ny Kim yang kesal
“Memang banyak orang ceroboh di jalan raya, kita yang mengemudi dengan benar malah menjadi korbannya. Lain kali kau harus lebih berhati-hati” jawab tuan Kim
“Ne, appa”
“Lalu bagaimana menurut dokter tentang lukamu ini?” kata Nonya kim sambil memegang luka heechul
“Ini tidak apa-apa, kata dokter hanya luka goresan, cuma karena mencegah infeksi aku di beri obat melalui infus, makanya semalam aku menginap di rumah sakit ”
“Syukurlah”
“Kalau begitu, eomma membantu hana dulu ya untuk menyiapkan makan siang” kemudian nyonya kim menuju dapur dan menyiapkan makan siang.
“Apa sudah selesai?” tanya Ny Kim pada hana
“Sedikit lagi eommonim”
“Sini eomma bantu”
“Tidak usah, biar aku saja yang menyiapkannya, eomma tunggu di depan saja”
“Tidak apa-apa”

Nyonya Kim dan Hana begitu akrab, sambil menyiapkan makanan mereka terus mengobrol sampai semuanya siap

“Sudah selesai, eomma pannggil appa dan heechul dulu untuk makan yaa”
“Biar aku saja, lebih baik eomma tunggu disini”
“Eoh...geurae”
“Ne”
Lalu hana menuju ruang tamu memanggil heechul dan appanya untuk segera makan. Setelah semuanya berkumpul di meja makan mereka mulai menyantap makan siangnya

“Kau harus makan yang banyak, agar lukamu cepat sembuh” kata nyonya kim sambil menaruh lauk-pauk di piring heechul
“Ne, eomma”
“Kau juga harus makan yang banyak hana-ya”
“Ne, eommonim”
"Apa semua ini eomma yang memasaknya?"Tanya hana
"Ne, eomma yang memasaknya tadi pagi"
"Waahh..pantas saja rasanya lezat sekali"
"Ahhh..kau ini bisa saja"
"Kau harus belajar masak dari eommaku, agar masakanmu lezat seperti ini"kata heechul
"Kalau kau mau, eommaa dengan senang hati akan mengajarkanmu masak"
"Ne, eommonim"
"Datanglah kerumah kami, nanti kita masak yang banyak, sekaligus eomma mengajarimu masak"
"Ne, aku ingin sekali datang ke rumah kalian, tapi eomma janji yaa akan memasak yang banyak sambil mengajariku"
"Ne, eomma janji padamu. Nanti saat heejin pulang dari tokyo, kalian datang yaa ke rumah kami"
"Ne..eomma" jawab hana

Kemudian mereka melanjutkan makan siangnya

“Sepertinya hana sudah semakin dewasa sekarang, kau sudah bisa merawat heechul di rumah sakit dan tadi saat menyiapkan makanan ini juga kau begitu cekatan, lalu kapan kau siap menikah dengan oppamu ini?”
“Nde?” hana yang terkejut malah tersedak mendengar ucapan eomma heechul barusan
“Yak..eomma, mengapa kau bicara seperti itu?” kata heechul pada eommanya
“Ini minumlah” heechul sambil memberikan segelas air kepada hana, lalu hana meminumnya dan heechul mengusap-usap punggung hana
“Heechul-aah..Kau ini selalu saja begitu bila eomma bicara tentang pernikahan, ingat usiamu itu sudah 31 tahun, sudah waktunya kau menikah, ya kan yeobo?”
“Saat noonamu lahir, appa itu seusiamu” jawab tuan kim
“Ya, tapi jangan bicarakan itu sekarang”
“Ish...pokoknya eomma ingin segera mendengar kabar baik itu dari kalian”
Sementara hana yang bingung dengan pembicaraan ini hanya diam sambil melanjutkan makannya. Jika hana bilang kalau dia bukan kekasih heechul, itu hanya membuat heechul lebih malu lagi di hadapan orang tuanya, jadi hana memilih diam dari pada salah bicara.
Setelah selesai makan siang, mereka berbincang-bincang sambil menonton televisi, keadaan yang sempat kaku tadi kembali melebur menjadi atmosfir (?) kekeluargaan yg kental, eomma heechul menyediakan buah-buahan sebagai teman mereka bersantai.

"Oppa, kau harus meminum obat setelah makan"
"Eoh..memang ada obat yang setelah makan yaa?"
"Yak..kau ini, memang meminum obat itu setelah makan, geurae aku siapkan dulu obatnya"
Lalu hana mengambil obat dari tas heechul dan menuju dapur untuk mengambil segelas air
"Hana benar-benar baik dan perhatian padamu, bahkan kau sendiri saja lupa untuk meminum obatmu"kata ny Kim
"Ne, kau harus menjaganya heechul-ya" lanjut Tuan Kim
"Eoh.. Ne" jawab heechul yang sebenarnya bingung harus menjawab apa
Kemudian hana datang dengan membawa obat dan segelas air putih
"Ige, minum obatnya dulu" hana sambil memberikan obat
"Ne, gumawo" lalu heechul meminum obatnya
"Untung kau mengingatkannya minum obat, jika tidak mungkin dia tidak akan meminum obatnya" kata Ny kim pada hana
"Ne, eomma..heechul oppa itu seperti harabeoji saja, sering lupa"
"Yak..enak saja kau" jawab heechul
Mereka semua tertawa mendengar ucapan hana tadi.
~
Tak terasa sudah sore, kemudian eomma dan appa heechul hendak pulang
“Apa eomma harus menginap disini untuk mengurus mu?”
“Tidak perlu, seperti anak kecil saja, aku baik-baik saja kok”
“Geurae, kalau begitu kami sepertinya harus pulang, nanti malam appa ada jamuan makan malam bersama rekan bisnisnya”
“Eoh...kalian pulang saja, jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja”
“Ne, Mianhae eomma tidak bisa lama-lama disini”
“Gwechana eomma”
“Hana-ya, Eomma titip heechul, tolong jaga dia"
"Ne eommonin"
" Kau menginap disini bukan?”
“Ani...aku tidak menginap di sini ”
“Hana pulang ke flatnya eomma”
“Eoh...eomma kira kau menginap disni”
“Kalau begitu kami pulang dulu yaa” kata tuan Kim sambil bergegas pulang
“Ne, hati-hati di jalan eomma appa” kata heechul dan hana sambil mengantar mereka keluar.
Setelah kedua orang tuanya pergi, mereka kembali masuk ke apartment.
Dalam hati hana berpikir, bahwa eomma heechul benar-benar menganggapnya sebagai kekasih heechul, bahkan dia tidak melarang hana menginap di apartement heechul.

“Maafkan sikap eommaku ne”
“eomma mu sangat  baik oppa”
“Iya, tapi perkataannya tadi jangan kau pikirkan, dia memang begitu”
“Heheheh...makanya kau segeralah menikah, sepertinya mereka sudah ingin menimang cucu dari mu”
“Aish..kau lagi, malah bicara seperti itu”

~
Keesokan harinya @ Kantin Kampus
“Mengapa makanmu sedikit sekali sekarang mira-ya, apa kau sedang diet?”
“Ani..., aku hanya mengurangi makanku saja sediki-sedikit”
“Ya itu sama saja diet namanya”
“Terserahmu sajalah”
“Tumben sekali, sepertinya kau sedang jatuh cinta ya?”
“Kau ini bicara apa”
“Ya..aku ingat saat kau jatuh cinta pada Ryeowook waktu itu, bahkan kau melakukan diet ketat agar terlihat sempurna di hadapannya, namun setelah hubungan kalian berakhir kau malah balas dendam dengan memakan semua makanan”
“Aish...kenapa mengungkit-ungkit lagi masalah itu sih”
“Hahaha..mianhae, geurae marhaebwa, kau sedang jatuh cinta pada siapa?”
“hmmm... akhir-akhir ini aku sering berhubungan dengan donghae oppa”
“Mwo?? Donghae temannya kyuhyun maksudmu?”
“Ne, bahkan kyuhyun yang mengenalkannya denganku, sejak itu kami jadi lebih dekat”
“Aigo...kau ini ada-ada saja, semoga hubungan kalian lancar”
"Donghae oppa baik orangnya"
"Ne, untung kyuhyun mengenalkanmu pada donghae, tidak pada hyukjae yang terkenal playboy itu.."
“Hahahah.. Lalu Kalau kau dengan kyuhyun bagaimana?”
“Aku juga tidak tahu”
"Hmmm... Ooh iya, bagaimana keadaan heechul oppa?” Tanya mira
“Dia hanya mengalami sedikit luka di lengan dan keningnya, tidak ada yang terlalu parah”
“Eoh.. syukurlah”

Kemudian Kyuhyun dan kedua temannya datang sambil membawa makanan masing-masing menghampiri tempat hana dan mira yang sedang makan

“Annyeong, apa kami boleh duduk di sini?” tanya hyukjae sambil menunjuk bangu di sebelah hana dan mira yang kosong
“Eoh..silahkan, duduk saja” kata hana
Kemudian mereka semua makan di satu meja yang sama sambil berbincang-bincang
“Kalian datang kan ke Showcase sabtu besok?” tanya hyukjae
“Kalau sempat kami akan datang” jawab hana
“Kalian harus datang, karena donghae dan hyukjae akan perfome” kata kyuhyun
“Jinjja? Kalian akan menyanyi atau dance?”
“Jadi kau tidak tahu hana-ya? Bahkan orang sekampus sudah heboh membicarakan tentang penampilan mereka” tanya kyuhyun
“Aigo...aku sampai ketinggalan info ternyata, baiklah aku akan datang. Tapi awas ya kalau penampilanmu mengecewakan”
“Yak..mana mungkin kami mengecewakan” kata donghae
“Tenang, kami telah mempersiapkan penampilan yang memukau, mungkin kau juga akan terpesona pada ku” ujar hyukjae dengan percaya dirinya
“Aish...hana itu tidak mungkin terpesona oleh mu, jangan mimpi kau” kata kyuhyun
“Hahaha... Mungkin saja kan dia bisa terpesona pada ku, ya kan hana?” hyukjae masih berharap hana akan terpesona olehnya
“Memangnya jika kau terpesona oleh mu kau akan menjadikan ku pacar mu juga?? Jadi yang ke berapa??”
“Hahaha..aku ini tidak punya pacar kau tahu?”
“Lalu kemarin malam kau kencan dengan siapa?” kata donghae
“Yak...itu kan hanya...”
“Aish...kau itu benar-benar yaa..hahaha” kata hana
“Sudahlah..jangan coba merayu hana” kata donghae
“Ne..ne..ne..” jawab hyukjae
“eeh..Kau juga akan datang kan mira?” lanjut hyukjae
“Tentu aku tidak akan melewatkan penampilan kalian, apa lagi donghae oppa sampai sedikit cedera saat latihan kemarin”
“Jadi kau cedera donghae-ya?” tanya Kyuhyun
“Ne, tanganku sempat terkilir kemarin” jawab donghae
“Iya..untung ada aku yang menolongnya” kata hyukjae
“Bahkan kyuhyun oppa saja tidak tahu jika dongahe oppa cedera, mengapa kau bisa tahu mira-ya?”
“ituu...karena Donghae oppa memberitahuku saat telepon kemarin”
“Yaaaak...ternyata kau sering menelepon mira yaa” ledek hyukjae
“Sepertinya berkat aku, ada yang jadi lebih dekat sekarang” kyuhyun semakin meledek
“Kalian ini bicara apa sih” kata donghae malu-malu
“Yak.. mengapa wajah kalian berdua menjadi seperti tomat begitu?” kata hana sambil menunjuk wajah mira dan donghae yang duduk bersebrangan
“Aigoo..” kata hyukjae sambil menunjukkan aegyo nya dan membuat mereka semua tertawa
Setelah mereka selesai makan, mereka hendak menuju kelas
“Sudah selesai kan, kaja kita ke kelas” kata Donghae
“Sepertinya kalian pergi saja duluan, nanti aku menyusul dengan hana” kata kyuhyun pada yang lain
“Nde?” jawab hana yang bingung
"Memang kenapa?" tanya hyukjae
"Sudahlah...kalian duluan saja sana" jelas kyuhyun
“Geurae, kalau begitu kami duluan ne” kata donghae
"Aku ke kelas duluan hana" kata mira pada hana
"Eoh.."
Setelah yang lain pergi kini tinggal hana dan kyuhyun berdua
“Apa hari minggu kau ada acara?”
“Memang kenapa?”
Belum sempat kyuhyun menjawab, ponsel hana berbunyi dia mengambil ponselnya sambil menatap kyuhyun
“Angkat lah” kyuhyun menyuruh hana mengangkat teleponnya
“Mianhe, aku angkat telepon ini dulu”
“Ne” jawab kyuhyun,
Lalu hana mengangkat telepon dari heechul
“Yeoboseyo”
“Kau dimana?”
“Aku di kampus, ada apa?”
“Aku harus mengganti perban di keningku ini, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya”
“Yak.. oppa kau ini, masa mengganti perban saja tidak bisa. Baiklah, setelah kuliah aku akan ke apartemenmu”
Apa itu heechul yang meneleponnya? Ish..sepertinya mereka memang sangat dekat, gumam kyuhyun dalam hati.

“Tapi kalau itu merepotkanmu, lebih baik tidak usah. Aku akan melihat caranya dari internet saja” kata heechul
“Ish... tidak, setelah kelas ini selesai kuliah sore ini aku akan langsung ke apartemenmu”
“Baiklah, gumawo.. ooh ya, minggu aku harus cek ke dokter, kau temani aku ne. Aku mana mengerti mengenai obat, perban dan lainnya”
“Ne, jangan khawatir, aku akan menemanimu”
“Geurae... gumawo hana-ya”
“Ne, kalau begitu sampai bertemu di apartemenmu, aku tutup teleponnya yaa” kemudian hana menutup telepon dan memasukan ponselnya ke dalam tas

“Mianhae oppa, sepertinya hari minggu ini aku sudah ada acara”
“Eoh..ya sudah lain kali saja”
“Aku mengantar heechul oppa ke dokter siang hari, mungkin sore atau malam aku ada waktu”

“Jadi dia menolak ajakku untuk pergi menemani namja itu,,aish....” gumam kyuhyun dalam hati

“Gwenchana, lain kali lagi saja”
“Hmm.. Mianhe”
“Gwenchana..”
“Sepertinya kelasku akan segera di mulai, aku pergi duluan yaa”
“Eoh...geurae, aku juga harus segera ke kelas”
Kemudian mereka menuju kelas bersamaan.
~
Setelah selesai kuliah hana langsung menuju halte bus untuk ke tempat heechul, tidak perlu waktu lama dia sudah sampai di depan apartemen heechul, kemudian hana segera memencet kode di depan pintu apartemen heechul, sejak lama heechul memberitahu kode apartemennya pada hana, jadi hana dapat masuk kapan saja.
"Naega waseo" kata hana sambil masuk ke apartemen heechul.
Heechul yang sedang duduk di sofa menonton tv kontan memalingkan pandangannya pada pintu masuk
"Eoh..kau sudah datang, mengapa tidak meneleponku kalau kau sudah mau sampai. Apa kau langsung ke sini dari kampus?"
"Ne, aku naik bis dari kampus,Ponselku lowbat oppa" kemudian hana menuju sofa dan duduk bersama heechul
"Bagaimana keadaanmu? Apa lukanya sudah membaik? Lebamnya sudah hilang?" Tanya hana sambil memperhatikan luka heechul
"Sepertinya luka ini sudah mulai kering, namun masih terasa perih bila terkena air, lebamnya pun sudah membaik"
"Yak..kan kata dokter luka ini jangan terkena air dulu, kau ini bagaimana sih" kata hana agak keras
"Yak..ini juga tidak sengaja terkena air saat aku mandi, lagi pula kan susah juga" jawab heechul tak kalah kerasnya
"Ish..turuti saja apa kata dokter, ini juga kan agar luka mu cepat sembuh, angkat tanganmu saat kau mandi"
"Iya..akupun mengangkatnya saat mandi, tapi tadi terkena air tidak sengaja"
"Aish...nanti harus lebih hati-hati lagi"
"Ne, suster bawel"
"Huuuh" kata hana sambil mengerucutkan bibirnya dan memicingkan matanya menatap heechul

~

"Yak..appooo"
"Diam oppa, ini sedikit lagi, jangan bergerak"
"Tapi pelan-pelan hana"
"Cha..selesai" kata hana yang baru selesai mengganti perban di kening heechul
"kau tahu, kau tidak akan lulus jadi suster, bila seperti ini caramu"
"Yak..sudah baik aku mau memasang perban ini, lagi pula aku tidak berniat menjadi suster, apa lagi punya pasien seperti mu" hana yang kesal sambil menunjuk perban itu dan menekannya, membuat heechul merasa sakit
"aaww..appoo" sambil mengelus keningnya yang terasa sakit itu
"Rasakan itu, harusnya kau bilang terimakasih padaku"
"Aigoo..kau jahat sekali pada oppamu ini, geurae gumawo"kata heechul dengan terpaksa
"Sepertinya kau terpaksa mengucapkan terimakasihnya, tidak dengan senyum lagi"
"Geurae.. Gamsahamnida" kata heechul yang tersenyum semanis mungkin
"Nah...harusnya seperti itu" kata hana yang juga tersenyum manis sambil menangkupkan tangannya di kedua pipi heechul yang kontan membuat wajah heechul berhadapan dengan wajah hana, tak sadar kedua mata mereka bertemu sehingga membuat mereka saling menatap satu sama lain, untuk beberapa saat mereka saling memandang, ada perasaan aneh dalam hati hana saat melihat heechul sedekat ini, sepertinya jantungnya berdetak tidak normal saat ini. Sementara heechul pun tak ingin mengalihkan pandangannya dari wajah hana, Sampai akhirnya hana menyadari keadaan ini dan kemudian memalingkan pandangannya juga menarik tangannya dari kedua pipi heechul.

"Aku mau ke toilet dulu" kata hana pergi meninggalkan heechul. Keduanya menjadi sedikit kaku, terlihat dari hana yang enggan menatap mata heechul saat dia bicara
"Eoh.." Jawab heechul.
"Mengapa dia terlihat aneh begitu?" Kata heechul dalam hati, kemudian dia kembali menonton tv, sampai hana kembali dari toilet

"Kau mau makan apa? Kita pesan delivery saja ya"
"Terserah kau saja, aku ikut saja"
"Baiklah, tapi kau harus makan apa yg aku pesankan yaa"
"Ne, tenang saja..aku kan pecinta makanan"
"geurae..sebentar aku telepon dulu yaa"
"Ok.."
Setelah memesan lewat telepon, tidak lama makanan yang mereka pesan sampai, merekapun menikmati makan malam ini.
"Oppa, setelah makan aku mau pulang yaa"
"Tapi mobilku masi di bengkel, kau naik taxi saja ya"
"Tidak usah, aku naik bis saja"
"Hanya sepertinya di luar hujan hana-ya"
"Jinjja?"
Kemudian hana melihat ke luar melalui jendela, dan ternyata memang di luar sedang hujan cukup deras
"Aish..aku tidak bawa payung lagi"
"Ya sudah, nanti aku antar kau ke bawah untuk mencari taxi"
"Tapi kalau luka mu terkena air hujan bagaimana? Tidak apa-apa aku cari taxi sendiri saja, kau cukup meminjamkan payung untuk ku"
"Gwenchana, aku akan memakai jas hujan agar tidak kehujanan dan airnya terkena lukaku"
"Aish..sudah lah, aku sendiri saja"
"Kau ini..! tapi tunggu sebentar lagi kalau mau pulang, hujannya masih sangat deras"
"Ne"

Sampai jam 10 malam hujan masih deras juga, mereka masih mengobrol bersama sambil menunggu hujan reda
"Sepertinya aku harus pulang sekarang oppa"
"Kau ini apa-apaan, hujan masih deras"
"Gwenchana, kan bisa pakai payung"
"Tidak..kalau terjadi sesuatu di jalan bagaimana?"
"Tidak akan, lagi pula kan aku akan naik taxi" kata hana sambil membereskan tasnya
"Yasudah, aku antar yaa"
"Jangan...aku berani ko"
"Tapi, ini sudah malam. Lebih baik Kau menginap disni saja, kau tidur di kamarku biar aku tidur di sofa"
"Tidak usah, aku pulang saja, lagi pula hujannya sudah tidak sederas tadi"
"Kau ini keras kepala sekali"
"Hehhehe..aku pulang yaa" kata hana sambil berdiri dari sofa hendak menuju pintu namun tiba-tiba
Jedeerrrr.. Glegerrr... *sound petir gimana sih sebenernya? Anggap aja kaya gitu yaa*
"Kyaaaa.." Kata hana yang kaget dan langsung memeluk heechul, heechul yang kaget karena hana memeluknya hanya diam saja
"Huaa..petirnya besar sekali" kata hana yang ketakutan, sambil heechul membalas pelukkannya
"Apa kau masih mau pulang huh?" Tanya heechul pada hana yang masih memeluknya
Belum menjawab petir malah kembali mengagetkan hana lagi
"Jelegerrrr"...
Hana semakin mengeratkan pelukkannya pada heechul
"Aku takut.."
"Tenang..ada aku disini"
"Sudahlah, malam ini kau menginap disini saja yaa" sambung heechul yang di jawab anggukkan oleh hana, mungkin hana masih takut dengan petir besar yang menggelegar tadi.

Setelah beberapa saat akhirnya hana melepaskan pelukkannya
“Kalau begitu, aku akan membererskan kamarku dulu ya”
“Aku ikut” jawab hana cepat, karena dia masih ketakutan dengnan perit
“Kau tunggu saja disini”
“Aku takut sendirian di sini”
“Aku kan hanya ke kamar, masa kau takut sih.. kalau begitu kita bereskan kamarku bersama saja”
“Yasudah, kaja”
Kemudian mereka menuju kamar heechul yang agak berantakkan, baju berserakkan di mana-mana, selimut tidak di lipat, kertas yang bertebaran di lantai belum, lagi bungkus sisa makanan ringan yang tergeletak di meja.
“Apa Shim ahjuma tidak datang membereskan apartemen mu hari ini?”
“Saat dia datang aku masih tidur, dia tidak berani membereskan kamarku jika aku masih tidur”
“Eoh...pantas saja kamarmu  berantakkan seperti ini”
“Hehehe... Sudahlah kau duduk saja, biar aku yang membereskannya”
“Dimana-mana wanita itu lebih rapi dalam melakukan sesuatu, apa lagi membereskan kamar. Kau saja yang duduk biar aku yang membereskan ini”
“Memangnya kau bisa?”
“Tentu saja”
“Jinjja?? Kau memang calon istri yang baik hana”
“Ish...kau ini, sudah sana duduk saja.. kau hanya akan menggangguku”
“Baiklah, aku akan membiarkan mu membereskan semuanya dan mengawasinya dari sini” kata heehchul yang menuju kasur dan duduk memperhatikan hana
“Terserah kau saja”
~
“Sepertinya sudah beres” kata hana yang merasa keadaan kamar heechul sudah lebih baik sekarang
“Nde?” lalu heechul memalingkan wajahnya yang sedang asik memainkan game di ponselnya dan melihat kesekitar kamarnya
“Apa sudah rapi Tuan Kim?”
“Aku rasa sudah cukup rapi, Kau memang berbakat menjadi petugas kebersihan hana-ya”
“Yak...Kau ini, malah mengejekku petugas kebersihan” jawab hana sambil mengerucutkan bibirnya kesal
“Tidak...kau lebih tepat menjadi calon istri yang baik, bukan petugas kebersihan”
“Aish... aku lelah mau istirahat” kata hana sambil duduk sebelah heechul
“Apa kau mau tidur dengan celana jeans seperti itu huh?”
“Ah..iya juga, kalau begitu aku pinjam training mu yaa oppa”
“Ne, sebentar aku ambilkan” lalu heechul menuju lemari dan mengambil sesetel training untuk di pakai hana malam ini
“Ige, pakai yang ini saja” kata heechul sambil memberikannya pada hana
“Eoh..gumawo”
“Ya sudah, kau keluar sana aku mau tidur”
“Yak...ini kan kamarku, mengapa malah aku yang di usir”
“Aku mau ganti baju, lagi pula Bukankah malam ini kamarmu jadi kamar ku huh?” kata hana sambil mendorong tubuh heechul
“Ne..ne..”
“Cepat sana keluar, ini kau bawa sekalian” kata hana sambil memberikan bantal untuk heechul
“Ya baiklah” jawab heechul sambil menerima bantal yang di berikan hana dan keluar dari kamarnya
Kemudian hana mengganti pakaiannya dan memakai setelan training milik heechul yang kebesaran di tubuh mungil hana
“Sepertinya ini terlalu besar, namun baju ini nyaman di gunakan tidur” kata hana, lalu membaringkan tubuhnya di kasur dan menarik selimut tebal yang mengahangatkan tubuhnya di tengah dinginnya hujan yang sepertinya enggan berhenti, sambil memasang headset di telinganya, seperti biasa sebelum tidur hana selalu mendengarkan lagu agar tidurnya lebih nyenyak.
Baru saja hana terlelap tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membangunkannya
“Yak...siapa sih, mengganggu saja” kemudian dia menatap layar ponselnya dan tertera nomor yang tidak dia kenal
“Yeoboseyo”
“Hana-ya, ini aku mira”
“Mira-ya waegeurae? malam-malam begini meleponku?”
“Maaf ponselku mati. Kau tahu..aku mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ada di tugas kita dari dosen Baek, aku sedang di bandara mengantar orang tuaku ke tokyo, aku bertemu dengan kakak sepupuku changmin oppa, ternayata dia juga mengerjakan tugas yang sama dulu”
“Jinjja?”
“Ne, dia memberitahu judul buku sumber referensi untuk tugas kita”
“Jeongmal? Apa saja?”
“Cepat kau tulis judul bukunya, karena sebentar lagi dia akan segera berangkat ke London”
“Eoh...sebentar aku cari kertas dulu” kemudian hana bangun dari kasur dan menuju meja belajar heechul mencoba mencari kertas atau buku disana,
“Paliwa hana, tidak enak ini aku menggunakan ponsel changmin oppa”
Ada sebuah buku yang tersimpan di dalam laci meja itu, langsung hana mengambilnya lalu membuka halaman terakhir untuk menulis
“Ne, apa judul bukunya”
Lalu mira menyebutkan judul-judul buku tersebut yang langsung di catat oleh hana,
“Geurae, jadi 1,2,...6 buku refensi untuk tugas kita ini”
“Ne, kau sudah mencatatnya semua kan?”
“Ne..sudah aku catat”
“Ok,,kalau begitu aku tutup teleponnya ya, sepertinya pesawat changmin oppa segera berangkat”
“Eoh..sampaikan terimakasihku padanya yaa”
“Ne”
Mira menutup teleponnya, sementara hana membaca kembali judul buku yang di sebutkan mira tadi, lalu merobek kertas yang merupakan halaman terakhir dari buku yang ternyata bila di perhatikan nampak seperti sebuah buku catatan / diary. Karena cukup penasarann hana membalikkan buku tersebut dan membuka cover depannya yang menunjukkan halaman pertama dari buku tersebut, hana lumayan terkejut saat melihat isi dari halaman pertama tersebut, karena terdapat sebuah foto yang merupakan fotonya dan foto heechul yang sedang berselca bersama, yang seingat hana foto itu di ambil sudah cukup lama
“Bukankah foto ini di ambil saat aku baru masuk kuliah? Ternyata dia masih menyimpannya” kata hana sambil tersenyum menatap foto tersebut.
 Namun ada yang berbeda karena foto itu sudah di tambahkan  coretan-coretan, ada beberapa lambang love bersamaan dengan tulisan I Love You di sampingnya.
Jlebbb... hana agak tersentak setelah melihatnya
“Apa dia benar-benar mencintaiku? Bukankah banyak wanita mendekatinya, namun mengapa sampai sekarang tidak ada yang dia pilih satupun? Mungkinkah itu karena aku? Aah...sudahlah, lebih baik aku tidur”
Hana menutup buku tersebut dan menyimpannya kembali di dalam laci, saat akan tidur lagi hana merasa ingin buang air kecil, lalu dia keluar kamar untuk menuju toilet. Setelah dari toilet, hana menuju ruang tv dan terdapat heechul yang sudah terlelap tidur di sofa dengan memeluk tubuhnya sendiri, sepertinya dia begitu kedinginan. Bagaimana tidak, cuaca begitu dingin di tengah hujan malam ini sementara heechul tidur di luar tanpa menggunakan selimut
“Aigoo...aku lupa memberinya selimut” lalu hana masuk ke kamar dan mengambilkan selimut kemudian menyelimuti tubuh heechul, kemudian dia berjongkok dan memandang wajah heechul yang terlelap begitu damai, entah dorongan dari mana hana malah menyentuh wajah heechul dan menyibakkan rambut yang menghalangi keningnya. Bisa dirasakan kulit heechul begitu dingin
“Oppa mianhe, membuatmu kedinginan seperti ini” kata hana dengan suara sekecil mungkin, agar tidak mengganggu tidur heechul. Setelah itu dia kembali ke kamar dan bergegas untuk tidur.
Heechul POV
Sepertinya aku mencium bau masakan, walaupun mata ku masih enggan terbuka, namun hidungku tidak dapat menangkal bau masakan yang nampaknya datang dari arah dapur ini. Dengan malas aku membuka mata, ternyata matahari sudah mulai hadir, namun siapa yang memasak sepagi ini? Sontak aku langsung bangkit dan melihat ke arah dapur, ternyata hana yang sedang memasak
“Kau sudah bangun oppa? Cepat cuci mukamu, lalu kita sarapan” kata hana yang melihatku bangkit dari sofa
“Euhm... ternyata kau yang memasak? Nanti saja, aku masih mengantuk” dengan nyawa masih masih belum sepenuhnya terkumpul aku malah kembali berbaring di sofa
“Yak...tidak bisa, nasi goreng spesial ku sudah matang”
“Euhm...” aku kembali memejamkan mataku
“Oppa, cepat bangun” katanya yang ternyata sudah berada di dekatku sambil menarik selimutku
“Yak...aku masih mengantuk, kau makan saja duluan”
“Eoh...jadi kau membiarkan ku sarapan sendirian? Atau kau tidak mau memakan masakkan ku huh? Baiklah, akan aku bawa pulang saja nasi gorengnya dan memakannya sendirian di flatku” kemudian dia pergi meninggalkanku menuju dapur
“Yak..kang hana, bukan begitu” kata ku yang langsung bangun dan menghampirinya
“Sudah..kau tidur saja lagi” jawabnya agak ketus
“Tidak..aku akan mandi saja, kau siapkan saja dulu sarapannya” lalu aku menuju toilet,
Setelah selesai mandi, aku kembali ke dapur dan melihat hana sedang menyiapkan sarapan untukku. Aku tersenyum, membayangkan betapa indahnya bila yang terjadi pagi ini dapat terjadi setiap hari dalam hidupku, dimana hana membangunkanku, membuatkan sarapan untuk ku dan anak-anak kita, Mwo? Anak?  Hahahaha aku jadi tertawa sendiri
“Yak...apa kau mentertawaiku oppa?”
“Nde? Tidak..mengapa aku menertawaimu?”
“Lalu mengapa kau tertawa sendiri seperti itu
“Aah...ani, apa sarapannya sudah siap?”
“Aish...sudah, cepat duduk disini”
Aku pun duduk dan mulai memakan nasi goreng buatan hana, yang sebenarnya agak terlalu asin
“Bagaimana rasanya?” tanya hana sambil menunggu jawabanku
“Ehmm...luamayan lah”
“Yah..sepertinya tidak enak ya”
“Ani...ini sudah cukup enak kok, kau coba saja sendiri” kataku sambil menyuruhnya memakan nasi goreng ini, karena dari tadi dia belum memakannya
“Ahh..ini terlalu asin, wekksss” kata hana setelah mencicipi masakannya
“Masa sih? Tapi menurutku tidak” kemudian aku memakan beberapa sendok nasi goreng ini dengan lahapnya, untuk menunjukkan kalau aku menyukai masakannya, setidaknya aku menghargainya yang sudah susah payah memasak untukku.
“Yak...kalau tidak enak jangan di teruskan oppa”
“Kau ini, sudah makan saja, lagi pula kita tidak boleh menyia-yiakan makanan kan?”
“Terserah kau saja”
“Oh ya, Setelah ini kita ke bengkel ya, mobilku sudah selesai di service”
“eoh..jadi kau akan mengambil mobilmu, setelah itu antar aku pulang ne, siang ini aku ada kelas”
“Ok”
Setelah selesai sarapan kami pergi ke bengkel untuk mengambil mobilku yang sudah selesai di service setelah kecelakaan kemarin, lalu aku mengantar hana pulang ke flatnya. Sesampainya di parkiran ada seseorang berdiri di depan sebuah mobil yang di parkir tidak jauh dari mobilku, lalu kami keluar
“Bukankan itu kyuhyun?” kata hana yang menyadari keberadaan pria itu dan langsung bergegas menghampirinya, aku hanya mengikutinya dari belakang. Kyuhyun yang juga menyadari kedatangan seseorang, langsung tersenyum saat melihat ternyata hana yang menghampirinya, namun senyumnya langsung hilang saat melihat ada aku di belakang hana
 “Kyuhyun oppa, ada apa kau disini?”
“Kau dari mana?”
“Aku dari bengkel, kenapa kau ada di sini?”
“Bukankah kau ada kelas sebentar lagi, aku juga mau ke kampus, jadi lebih baik kita berangkat bersama ”
“Eoh..” jawab hana yang terlihat agak bingung
“Geurae, sepertinya aku harus pulang hana-ya” kataku pada hana
“Eoh...kau tidak masuk dulu oppa?”
“Tidak usah, kau harus segera berangkat ke kampus kan?”
“euhm..geurae, kalau begitu gumawoyo oppa”
“ne, aku pulang dulu” kataku yang reflek mengusap puncak kepala hana, seperti biasanya setiap aku akan berpisah dengannya. Bisa aku lihat kyuhyun sepertinya menahan amarahnya melihat sikapku pada hana
“Ne, hati-hati oppa”
“Ne, annyeong” lalu aku meninggalkannya menuju mobilku
“annyeong”
Heechul POV end
~
Hana POV
Setelah heechul oppa pulang, kemudian aku naik menuju flatku untuk ganti pakaian, sementara kyuhyuh yang menungguku di mobilnya. Tidak lama aku selesai berganti pakaian dan menuju parkiran untuk segera menuju kampus bersama kyuhyun, di perjalanan kyuhyun nampaknya tidak banyak bicara sampai kami sampai di parkiran kampus, sepertinya dia memendam sesuatu
“Ada yang ingin aku katakan padamu”
“Eoh..katakan saja oppa”
Kemudian dia menarik nafasnya panjang lalu mengatakan
“Mau kah kau menjadi yeoja chingu ku hana-ya?”
“Nde?” tanyaku yang cukup terkejut dengan ucapannya barusan
“Ya..aku mencintaimu, mau kah kau menjadi yeoja chingu ku?”
Jujur aku tidak tahu harus menjawab apa
“Euhm....”
“Aku tidak memaksamu menjawabnya sekarang              , kau boleh memikirkannya dulu, aku hanya ingin kau tahu kalau aku mencintaimu”
Mungkin dia tahu kalau aku masih bingung, jadi dia memberi  ku waktu
“Eoh..gumawo”
“Aku mohon kau memberikan jawaban yang adil untukku”
Jawaban yang adil untuknya? Itu berarti secara tidak langsung dia memaksaku untuk menerimaku begitu?
“Ne, aku akan memikirkannya”
“Geurae, gumawo hana-ya”
“Ne, kaja kita turun”
“Eoh..”
Kamipun keluar dari mobil dan menuju kelas masing-masing, sesampainya di kelas tidak lama dosen ku masuk dan memberikan kuliahnya, namun entah mengapa pikiranku tidak dapat fokus mencerna materi yang di sampaikan hari ini, aku masih bingung dengan jawaban yang akan aku berikan pada kyuhyun.
“Hana..” bisik mira padaku
“Hmm..” jawabku sambil menatapnya
“Cepat jawab” ucap hana masih dengan suara yang nyaris tak terdengar
“Jawab apa?”
“Kang Hana-sshi, mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku barusan huh?” kata Myeol Seonsangnim padaku, aigoo..aku bahkan tidak tahu apa yang dia katakan, apa lagi jawaban dari pertanyaannya
“Cheosonghamnida, bisa di ulangi lagi pertanyaannya seonsangnim?”
“Mwo?? Sepertinya kau memang tidak memperhatikanku ne?”
“Ani...”
“Kalau kau masih mau mengikuti kelasku, tolong perhatikan dengan baik materi yang aku berikan”
“Ye.. seonsangnim” kataku sambil menunduk
Lalu dia kembali melanjutkan kuliahnya sampai selesai, yang mau tidak mau aku harus terlihat mendengarkannya walau pikiranku melayang kemana-mana.
“Kau ini memikirkan apa sih hana?” tanya mira sambil membereskan bukunya
“Aah..eobseo”
“Yak...sudah jelas, kalau kau sedang memikirkan sesuatu sampai tidak fokus begitu”
“Euhm...”
“Katakan saja padaku”
“Kyuhyun oppa memintaku menjadi yeoja chingunya”
“Mwo???? Lalu kau jawab apa? Tentu kau menerimanya kan?” kata mira dengan volume yang agak berlebihan
“Yak..kupingku tidak tuli, jangan bicara sekeras itu”
“Hehehehe...mianhe, aku terlalu senang mendengarnya, kalau begitu hari ini adalah hari jadi kalian.. cieeee...”
“Aku belum memberinya jawaban”
“Mwo?? Kenapa kau tidak langsung  menerimanya? Bukankah itu yang kau tunggu sejak lama huh?”
“Meollaseo...aku akan memikirkannya lagi”
“Omo...apa kau sudah tidak mencintainya lagi?”
“Bukan begitu..tapii...”
“Kau jangan bodoh hana Ini kesempatan baik, kau tahu sendiri berapa banyak yeoja yang mengantri menjadi yeoja chingu nya kyuhyun setelah dia putus dari hyesung, tapi kyuhyun malah memilihmu”
Benar kata mira, harusnya aku senang mendengar kyuhyun memintaku jadi yeojachingu nya apalagi sudah dari sejak lama aku menyukainya, namun entah mengapa ini tidak sebahagia yang di bayangkan, apa aku mulai berhenti mencintainya?? Tidak..tidak..cintaku untuknya kan begitu besar, mana mungkin hilang begitu saja.
“Eottohke mira-ya?”
“Yak..kau tinggak mengatakan iya saja padanya tidak susah kan?”
“Ne, aku akan memikirkannya”
“Pikirkanlah baik-baik”
~

Hana mulai bingung nih, harus ga sih dia nerima cinta Kyuhyun yang selama ini mungkin hanya mimpi bagi hana untuk menjadi yeoja chingu nya? Atau sama heechul yang begitu tulus mencintainya?
Jawabannya tunggu di next part, yang bakalan jadi part terakhir dari nih FF..
Mianhe kalo typo masih ngikutin terus di part ini, kalo  feel nya kurang dapet juga mohon maklum yaa..hehehe
Tapi komennya tetep yaa readers...
Thankyuu ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar