Title : Mencintai atau Dicintai?
Genre : Romantic
Rate : 15+
Length : Chapter
Main Cast : Kang Hana ( OC ), Kim Heechul, Cho Kyuhyun
Support Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Kim Mira, Jung Eunji, Park Jungsoo, Kang Sora yang lain menyusul sesuai alur selanjutnya
Author : Kiray Nayla
Author POV
“Neo” kata heechul sambil menunjuk ke arah kyuhyun, kemudian mengalihkan pandangannya pada hana, seakan meminta jawaban akan keberadaan kyuhyun di flat hana pagi ini.
“Mengapa dia ada di sini?” Tanya heechul pada hana
” Dia… dia hanya menjaga ku oppa “
” Aku demam, lalu dia datang dan menjagaku semalaman”
“Kau sakit?” Tanya heechul yang langsung menghampiri hana dan menempelkan punggung tangannya di kening hana.Terlihat raut kekhawatiran dari wajah heechul.Sementara kyuhyun masih berada di tempatnya dan belum beranjak sedikitpun, mungkin dia masih mencerna kejadian ini.
” Kenapa tidak bilang padaku kalau kau sakit? Sekarang mana yang sakit? Apa kau sudah minum obat? Kaja, kita ke dokter “
"Aku sudah minum obat semalam, sekarang sudah baikan ko oppa”
” Tapi kau harus ke dokter, untuk memastikan keadaanmu baik2 saja “
” Nan gwenchana oppa, sebentar lagi juga aku akan ke kampus”
” Lebih baik kau istirahat saja dulu, tidak perlu ke kampus” kata heechul sambil memegang pundak hana dan menatapnya seakan memohon
” Ani.. Hari ini ada kuis dari Shin seonsangnim, kuis sebelumnya aku sudah tidak ikut”
Sementara hana dan heechul berbicara, kyuhyun masuk ke kamar hana untuk mengambil ponselnya yang di letakan dekat kasur hana, kemudian menuju cermin, untuk sekedar merapikan penampilannya yang baru bangun tidur * sebenarnya belum mandi pun kyuhyun sudah terlihat tampan kan yaa* . Kemudian kyuhyun keluar dari kamar hana
“Nan Jeongmal gwenchana oppa,, sudah kau ke kantor saja. Bukankah hari ini ada meeting dengan salah satu client terpenting mu?”
"Mungkin bisa aku undur meeting hari ini ” kata heechul sambil memasang wajah seperti orang yang sedang berpikir
“Aish…mana boleh merubah jadwal seenaknya seperti itu”
“Tapi, bagaimana denganmu?” Tanya heechul.
Kyuhyun datang dari arah kamar hana dan menghampiri mereka
“Hana, aku harus pulang sekarang.” kata kyuhyun
“Tapi..kau kan belum sarapan, sebentar aku buatkan sarapan dulu yaa”
“Aahh..tidak perlu, kau kan masih sakit, aku sarapan di rumah saja”
“Tidak apa-apa, aku sudah baikan”
” Ani, tidak usah, aku harus segera pulang, pagi ini aku juga ada kuliah”
” eoh.. Maaf telah merepotkan mu semalam”
“Gwenchana..kau cepat sembuh yaa” Jawab kyuhyun sambil berjalan melewati heechul dan menuju pintu keluar.
Dari tadi, mereka (heechul dan kyuhyun) tidak saling bersapa.
“Gumawo kyuhyun oppa” kata hana sambil mengantar kyuhyun menuju pintu
“Ne, aku pulang dulu yaa”
Kyuhyunpun keluar dari flat hana.
“Baiklah, aku juga harus ke kantor sepertinya” kata heechul sambil menghampiri hana yang masih berada di pintu setelah mengantar kyuhyun
“kau baik2 yaa.. Jangan terlalu lelah dulu, kalau ada apa2 segera hubungi aku ne” sambung heechul sambil mengelus puncak kepala hana
“Ne, sudah cepat berangkat nanti kau telat lagi”
Heechul juga keluar dari flat hana.
“Kyuhyun-sshi, chakamanyo” Kata heechul pada kyuhyun yang sudah berada di depannya. Kyuhyun berbalik melihat heechul yang sedang berjalan ke arahnya dan menghentikan langkahnya.
“Gamsahamnida, sudah menjaga hana tadi malam” kata heechul setelah berhadapan dengan kyuhyun
“Eoh, Ye ” jawab kyuhyun kemudian membalikkan badannya dan melangkah hendak menuruni anak tangga menuju parkiran.
“Ku harap kau tidak mempermainkannya, bila tidak bersungguh-sungguh, lebih baik kau menjauhinya dari sekarang, sebelum hana terlanjur mencintaimu” Kata heechul yang menghentikan langkah kyuhyun dan membuatnya kembali berbalik. Mereka saling bertatapan sesaat, sebelum heechul akhirnya berjalan melewati kyuhyun yang sepertinya masih kaget dengan apa yang di ucapkan heechul barusan.
“Aish..” Kyuhyun sambil menghempaskan nafasnya
Kyuhyun POV
“Ku harap kau tidak mempermainkannya, bila tidak bersungguh-sungguh, lebih baik kau menjauhinya dari sekarang, sebelum hana terlanjur mencintaimu”
Ucapan heechul tadi masih terngiang di telingaku. Sebenarnya apa maksud dari perkataannya itu?
Apa aku terlihat seperti mempermainkan hana?
Atau sebenarnya dia yang mencintai hana? Memang dari sikapnya terlihat tidak seperti oppa pada yeodongsaengnya, seperti yg hana bilang padaku. Namun lebih seperti namja pada yeoja. Dari tatapan matanya juga terlihat beda, apa lagi saat dia tau hana sakit, nampak sekali kekhawatiran di wajahnya. Dia juga sepertinya, tidak begitu suka dengan kehadiranku di kehidupan hana. Ish..dia terlalu berlebihan,
Eeh..kenapa aku jadi membencinya,, apa aku sedang cemburu?? Ani..ani.. Maldo andwae
“Yak..cho kyuhyun..mengapa kau melamun seperti anak ayam yang belum makan huh?”
ucapan hyukjae berhasil membuatku tersadar dari lamunan ini
” Mwo?? Kalau aku anak ayam, berarti kau anak monyet”
“Aish..enak saja kau” hyukjae sambil melayangkan tangannya, seakan ingin menjitak ku.
“Hahahha..memang kau kenapa pagi2 begini sudah melamun kyu? ” Tanya donghae
“Ani..aku tidak melamum”
“Masih tidak mengaku lagi ” jawab donghae
” aahh..mungkin karena aku mengantuk saja”
“Memang kau kemana selamam? Pulang kuliah aku dan hyukjae ke apartemenmu tapi kau tidak ada ?” tanya donghae
“Kau pergi ke club lagi ya kyu?” Kata hyukjae
“Ani.. Aku di apartemen hana”
“Mwo?? Kau di apartemen hana?” Tanya donghae dan eunhyuk berbarengan
” Apa kau tidur di apartemen hana semalam?” Sambung hyukjae
“Bahkan seranjang” jawabku dengan senyum evil mengembang di wajahku
“Omo…jadi kalian sudah melakukannya? Bagaimana? Jebal ceritakan padaku” tanya hyukjae dengan semangatnya
“Yak..hyukjae, jauhkan pikiran aneh mu itu”
” Lalu, apa lagi yang di lakukan namja dan yeoja dewasa yang tidur di ranjang yang sama sepanjang malam, ayolah jujur saja pada kami kyu”
“Ish..kau ini” aku menjitak kepalanya
“Yak..kenapa kau menjitak ku?” Hyukjae sambil mengelus kepalanya,
” Makanya jangan bicara yang aneh2, itu jawabannya”
” Lalu, apa yang kau lakukan di apartemen hana semalaman?”
” Aku memeluknya “
” Apa kau yakin hanya memeluknya?” Hyukjae sepertinya masih sangat penasaran
” Aku belum selesai bicara hyuk..”
“Ne, teruskan”
” Saat aku datang ke apartemennya, dia sedang demam dan sangat kedinginan. Karena dia tidak ada selimut lagi makanya aku memeluknya, untuk memberikannya kehangatan” jelasku
“Aigoo…lalu?” Tanya donghae
” Lalu dia tertidur di pelukkan ku sampai pagi”
“Hanya begitu saja?” Tanya hyukjae
” Kau pikir apa yang akan aku lakukan pada gadis yang sedang sakit seperti itu huhh?”
” Hahahah..ternyata kau masih punya rasa kasihan juga yaa kyu” kata hyukjae
“Ya iya lah.. Lagi pula aku ini kan pria baik-baik”
“Mungkin kalau itu terjadi pada hyukjae, aku tidak jamin gadis itu akan baik2 saja..hahaha” donghae malah meledek hyukjae
” Benar sekali hae, otak yadong hyukjae pasti sudah bekerja cepat” jawabku
“Yak..kenapa kalian jadi berpikiran jelek padaku, aku juga kan melihat sikonnya dulu. Hahaha”
Kyuhyun Pov End
~
Eunji POV
Pagi ini aku ke RS tempat hyesun di rawat, aku kira kyuhyun yang menjaganya, namun ternyata dia malah bersama hana semalaman dan hyesun bersama managernya. Mungkin yeoja bernama kang hana itu sudah menjadi yeoja chingunya yang baru sekarang.
Aku sudah sampai di ruangan hyesun sekarang, dia tengah memakan sarapannya di temani managernya
” Annyeong hyesun” kataku sambil berjalan menuju hyesun
” Aahh..eunji waseo” kata hyessun
“Annyeong” jawab managernya
” Ne, apa kau sudah baikan sekarang?”
“Ye, aku sudah sehat sekarang, sepertinya obat yang di berikan dokter sangat bagus, hingga aku langsung sembuh, heheh”
” Syukurlah kalau begitu, dokter pasti memberikan obat terbaiknya khusus untuk mu”
Kemudian aku melihat managernya mengangkat telepon dari seseorang dan keluar dari ruangan ini
“Eunji-ya, kata manager ku kemarin yang menemani ku kyuhyun, apa itu benar?”
“Eoh..ne, aku dan dia yang membawa mu ke RS kemarin saat kau pingsan di kampus.”
“Jinjja??”
“Ne “
“Jadi benar namja itu kyuhyun. Kata managerku, saat dia meninggalkan ku, dia terlihat sangat terburu-buru”
“Ne, dia pergi ke apartemennya ha….” Aish..hampir saja aku kelepasan bilang kyuhyun ke tempat hana
“Ke apartemen siapa?”
” Huh? Ke apartemennya.. Apartemennya sendiri lah”
” Tidak.. Kau tidak mau bicara apartemennnya sendiri jung eunji, marhaebwa, dia ke apartemen siapa?”
“Ani..”
“Katakan eunji-ya”
” Apa kau tidak apa2 kalau aku mengatakannya?”
” Memang kenapa? Aku kan sudah putus dengannya. Sebenarnya dia kemana?”
” Geurae, tadi pagi saat aku hendak menanyakan ke adaanmu, aku kira dia di sini, ternyata dia malah tidur di apartemen hana semalam”
” Mwo?? Kang hana? Yeoja yang akhir-akhir ini sering bersamanya itu?”Terlihat sekali hyesun begitu terkejut mendengar ucapanku. Haduh..aku merasa sangat tidak enak padanya.
“Ne, maafkan aku mengatakan ini”
“Aahh..gwenchana” jawabnya sambil menundukan wajahnya
” Sebenarnya, apa kau masih mencintainya hyesun-ah?”
“Meolla, aku sudah mencoba melupakannya, namun masih belum bisa juga. Kalau bukan karna karirku, mungkin hubunganku masih baik2 saja sekarang. Untuk meraih sesuatu memang harus ada yang di korbankan”
Jelas hyesun
” Kalau gitu, kau harus bisa jadi artis terkenal, karena sudah merelakan cintamu untuk itu “
“Tentu..aku akan bekerja keras”
” Fighting (`▼´)ง !!! Baiklah, sekarang habiskan sarapanmu”
“Ini tidak enak eunji-ya”
“Aish..kalau seperti ini bagaimana mau jadi artis terkenal, sini aku suapi yaa”
“Hehehe..baiklah”
A Days leter
Heechul POV
Hari ini aku dan jungsoo meeting dengan Choi Siwon dari Choi Corp. Investor baru perusahaan kami, di Meeting room di salah satu hotel. Kami telah mencapai kesepakatan dalam kerja sama ini, ya walaupun melalui pembicaraan yang cukup panjang.
“Semoga kerja sama ini berjalan lancar” ucap choi siwon sambil berjabatan tangan dengan ku dan jungsoo
“Ye, kami akan melakukan yang terbaik untuk proyek ini”
“Kau bisa percayakan semuanya pada kami Tuan Choi”
“Ye, aku percaya pada kalian. Kalau begitu, aku tunggu kabar selanjutnya”
“Ye, gamsahamnida”
Choi siwon pun pergi meninggalkan kami, sementara kami masih membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja setelah itu kami pun hendak pergi dan kembali ke kantor. Saat menuju pintu keluar hotel ini aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal, sedang berjalan menuju lift bersama seorang wanita. Mereka terlihat berbincang begitu akrab dengan mengembangkan senyum di wajah masing-masing. Bocah itu benar-benar !!
“Semoga semua kerja sama kita denga Choi Corp tidak ada hambatan ne heechul-aah”
“___”
“Yak.. kenapa kau diam saja, apa yang kau lihat sampai seperti itu?” kata jungsoo sambil menyenggol lengan ku, sebenarnya aku masih memperhatikan namja itu hingga tidak menghiraukan ucapannya
“Aah..ani, kau bilang apa tadi?”
“Aish…kau ini, sudah lah kita pulang saja”
“Yak..jungsoo, kau bilang apa tadi?”
“Sudahlah, aku ambil mobil dulu, kau tunggu saja di lobby”
“Geurae”
Heechul POV end
Author POV
“Saya rasa kuliah hari ini cukup, kita lanjutkan minggu depan”
“Ye,, seonsangnim”
Akhirnya, kuliah terakhir hari ini selesai.. lelah sekali jadwal kuliah hari ini begitu padat. Kalau bukan karena akan bertemu kyuhyun malam ini mungkin aku sudah menyerah. Dia sudah mengunggu ku di parkiran kampus, sepertinya dia sangat tidak sabar hingga beberapa kali mengirimi ku pesan.
“ Kau mau pulanng bersama ku hana-ya?”
“Mianhe Mira-ya, kyuhyun oppa sudah menungguku di parkiran” sambil memberikan senyum terbaik pada sahabat ku ini.
“Aigooo…sepertinya sebentar lagi kau harus mentraktirku”
“Yak..ulang tahunku masih lama, mengapa aku harus mentraktrimu huh?”
“ Bukan dalam rangka ulang tahun mu, tapi perayaan hari jadi mu dengan kyuhyun”
“Hahahaha… mengapa jadi kau yang bicara seperti itu?”
“Memang kau tidak berharap kyuhyun sunbae segera menyatakan cintanya padamu huh?”
“Aish…kau ini, lebih baik aku pulang saja” aku pergi meninggalkannya
“ Yak..kang hana, awas yaa kau”
Aku menuju parkiran, tidak lama aku menemukan sosok namja yang memang aku cari, seperti biasa dia tampil casual yang menambah ketampanannya. Dia tengah memainkan psp nya, terlihat dia menggaruk kepalanya kesal, mungkin dia kalah di permainan kesayangannya itu.
“Tuan Cho, sepertinya kau kalah lagi ya?” Kata ku yang berdiri di belakangnya, kemudian dia membalikkan badannya dan menatapku
“Yak, enak saja, mana ada seorang cho kyuhyun kalah dalam main game” jawabnya sombong
“Lalu mengapa kau nampak frustasi begitu huh?”
“Ani, ini karena psp ku low bat”
“Eoh..begitu. hehehe”
“Kuliah mu sudah selesai?”
“Ya, akhirnya selesai juga kuliah yang melelahkan hari ini”
“Kaja, aku antarkan kau pulang”
“Geurae..”
Kami menuju mobil kyuhyun, lalu ia melajukan mobilnya menuju flatku
“Kau belum makan kan?”
“Makan malam? Belum”
“Kita makan dulu ya, aku sedang ingin makan japchae di kedai langgananku”
“Hmm.. sepertinya enak makan japchae”
“Ok.. kalau begitu, Aku akan mentraktirmu japchae malam ini”
“Asiik…gumawo oppa”
“Ne” jawabnya sambil tersenyum manis
Hana POV
Kami pun menuju kedai japchae yang kyuhyun maksud, memang tidak salah kyuhyun memilih tempat ini. Rasa makanannya begitu enak, bukan hanya japchae tapi kimchinya juga sangat lezat.. setelah kenyang makan kyuhyun mengantarku pulang.
“Gumawo telah mengantar ku dan mentraktir makanan yang begitu enak malam ini”
“Ne, cheonmanaeyo. Kau pasti ketagihan makan di tempat tadi”
“Sepertinya begitu, lain kali aku yang akan mentraktirmu oppa”
“Baiklah..aku tunggu teraktiranmu”
“Apa kau mau masuk dulu?”
“Tidak, aku langsung pulang saja”
“Eoh…baiklah, hati-hati di jalan yaa”
“Ne, aku pulang dulu ya”
“Annyeong”
“Annyeong”
Hana pun mengambil kunci dari dalam tas dan membuka kunci pintu flatnya,
“Hana-ya”
Namun kembali kyuhyun memanggil hana,
“Ne” jawabku cepat
Tiba-tiba kyuhyun mendekatkan tubuhnya, dan menipiskan jarak di antara kami, sontak aku memundurkan tubuhku, namun nampaknya punggungku sudah menyentuh pintu flat.
Aku tidak bisa menggambarkan tatapan matanya yang susah di artikan. Jarak kami semakin dekat, dia memegang pinggangku dan dalam hitungan detik dia berhasil menjangkau bibirku. Aku bisa merasakan sentuhannya di bibirku ini, aku pun mulai memejamkan mataku dan membalas ciumannya.
“Yak..Cho Kyuhyun !!!”
Reflek kami melepaskan ciuman kami saat ada yang memanggil nama kyuhyun. Lalu melihat ke arah suara itu. Aigo.. itu kim heechul, mengapa dia selalu datang di saat seperti ini. Oh Tuhan, mengapa ini seperti ulangan dari kejadian waktu itu
“Baru tadi siang kau bersama yeoja di hotel XX, sekarang kau malah mencium yeojaku huh !!”
“Bersama yeoja di sebuah hotel? Apa maksudnya oppa?” tanya ku yang masih bingung
“Aku bahkan melihat jelas dengan mata ku sendiri hana, dia bersama seorang yeoja menaiki lift menuju sebuah kamar di hotel ” kata heechul oppa yang langsung menarik tanganku.
Di sebuah hotel dengan seorang yeoja? Apa yang mereka lakukan? Siapa yeoja itu? Apa maksudmu menciumku malam ini cho kyuhyun? Begitu banyak pertanyaan dalam hatiku, yang entah mengapa malah tidak bisa keluar
“ Ini tidak seperti yang dia bilang, aku akan menjelaskannya” jawab kyuhyun
“Lalu apa lagi cho kyuhyun?”
Belum sempat kyuhyun menjawab, Heechul oppa langsung membuka pintu dan membawa ku masuk ke dalam flatku, lalu menutup pintu dan meninggalkan kyuhyun di luar. Dia mendudukanku di sofa.
“Yak..kenapa kau menarik ku masuk huh? Aku harus mendengarkan penjelasannya” aku bangun dan menuju pintu
“Kang Hana, apa kau tidak percaya padaku? Dia itu bukan pria baik-baik” katanya sambil menahanku agar tidak keluar dengan menggenggam tanganku kuat
“Mengapa kau selalu menganggap kyuhyun seperti itu? Mana buktinya kalau dia tidak baik?”
“Aku melihatnya tadi siang dia bersama seorang yeoja, saat aku meeting di hotel tersebut. Apa itu kurang jelas huh?”
“Kau saja pergi ke hotel untuk meeting kan? Apa pasti yang kyuhyun lakukan itu negatif? Bisa saja dia meeting juga kan? Biarkan aku mendengarkan penjelasannya” aku mencoba melepaskan genggamannya dan menuju pintu
“Yak.. KANG HANA, Aku bilang jangan keluar !!!” heechul oppa berteriak
Aku terkejut, karena sebelumnya tidak pernah ada yang membentakku seperti itu, apa lagi heechul oppa yang selama ini selalu baik padaku.
“Oppa, kenapa kau begitu?” kata ku dengan suara yang bergetar
“KARENA AKU MENCINTAIMU !!”
“Oppa…?”
“Ya…Aku Mencintai Mu Kang Hana !!!”
Aku masih diam, dan belum bisa mencerna sepenuhnya ucapan heechul oppa,,mwo?? Dia bilang dia mencintaiku?
Dia menatap mataku, lalu kemudian mendekatkan dirinya ke tubuhku, tangannya meraih pundakku dan menarik ku kedalam pelukannya.
"Mianhae" sambil mengelus rambutku halus
"Mianhae, telah bicara seperti itu. Mianhae juga karena telah mencintaimu, mungkin kau boleh mengatakan bahwa aku tidak tahu diri telah lancang mencintaimu, namun aku hanya ingin kau tahu bahwa sebenarnya sudah lama, aah ani.. Sejak awal aku sudah memiliki peraasaan ini pada mu hana-ya.. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Aku tahu selama ini kau hanya menganggapku sebagai oppamu, dan aku selalu mencoba menjadi oppa yang baik untukmu, menjaga mu, melindungimu, namun tidak bisa..hati kecilku selalu mengatakan bahwa aku tidak bisa hanya jadi oppa untuk yeodongsaengnya, karena aku Mencintaimu sebagai seorang namja."
Aku mulai tidak bisa menahan laju air mataku yang sejak tadi sudah memaksa untuk keluar.
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, kalau memang harus selamanya kau hanya menjadi yeodongsaengku, aku akan tetap menjagamu, namun aku tak ingin kau mendapatkan cinta yang tidak tulus dari orang yang kau cintai. Saat melihat kau terluka, aku bahkan berusaha menahan sakit di hatiku, karena aku tak mampu melihatmu bersedih. Sekali lagi mianhe, jeongmal mianhe"
Air mataku malah semakin deras, setelah mendengar semua penjelasannya barusan. Aku hanya diam, tak mampu membalas atau mengatakan sepatah katapun, namun aku malah mengeratkan pelukkan ku di tubuhnya. Tidak tahu aku harus berbuat apa sekarang? Bagaimana tidak, mengapa bisa ada seseorang bisa mempunyai perasaan setulus itu padaku, mungkin terimakasih adalah kalimat yang paling tepat.
Cukup lama kami dalam keadaan seperti ini, dia masih memelukku, aku juga sepertinya masih enggan melepaskan pelukkannya, karena aku merasakan kenyamanan dalam dekapannya. Dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, seperti melepas sebuah beban. Tidak lama kemudian dia melepaskan pelukannya
"Sudah malam, kau tidurlah" sambil mengelus lembut rambutku
Sementara aku sibuk menghapus air mataku. Dia yang melihat aku tengah menghapus air mataku kemudian menangkupkan kedua tangannya diwajahku, lalu menghapus sisa air mata di pipiku
"Mianhaeyo"
Lalu dia mencium puncak kepalaku lembut.
"Aku harus pulang, kau jangan tidur telalu larut ne" sambil melepaskan tangannya dari wajahku
"Eoh..kau hati-hati ne"
"Ne" jawabnya sambil tersenyum lalu membalikkan badannya dan menuju pintu
"Oppa" entah mengapa aku malah memanggilnya dan membuatnya berbalik menatapku lagi
"Ne"
"Gumawo, jeongmal gumawo"
Dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu menuju pintu dan keluar dari flatku.
Heechul POV
Aku keluar dari flat hana dengan berbagai perasaan. Ada kelegaan setelah mengatakan semua yang aku rasakan selama ini padanya, namun rasa khawatir dan ketakutan lebih mendominasi pikiranku. Bagaimana bila setelah ini dia malah membenciku lalu Menjauhiku?. Satu hal yang sangat aku takutkan adalah bila aku tidak bisa bertemunya, melihat senyumnya dan memastikan dia dalam keadaan yang baik. Tuhan aku mohon hal itu jangan sampai terjadi. Dengan langkah sempoyongan aku sampai di parkiran, namun dari belakang ada seseorang yang menarik bahuku, aku berbalik dan
"Buugh..".
Yak..seseorang meninju wajahku, tubuhku yang tersentak sedikit kehilangan keseimbangan.
"Aku punya salah apa sebenarnya padamu huh?" Tanya kyuhyun padaku dengan penuh emosi
Aku hanya tersenyum sini sambil menatapnya
"Apa kau tidak suka melihatku dekat dengan hana? Wae?? Apa kau juga mencintai hana?"
"Itu bukan urusanmu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk hana"
"Berlaga seperti seorang oppa pada yeodongsaengnya, namun ternyata kau mencintainya kan?"
"Aku bilang itu bukan urusan mu huh !!!"
"Ish.."
Lalu aku hendak meninggalkannya, namun baru akan melangkah dia kembali berbicara
"Asal kau tahu, hana begitu mencintaiku, dia pasti akan selalu memihakku dan mempercayai semua ucapanku"
Aku membalikkan lagi tubuhku, lalu menghampirinya dan menarik kerah bajunya, dia menahan tanganku
"Berani kau menyakitinya, berarti kau berurusan dengan ku Cho Kyuhyun!!!" Kemudian aku menarik tanganku dari kerahnya dan melepaskan cengkramannya di tanganku
"Baiklah, kita lihat siapa yang di pilih hana"
Aku langsung berbalik dan pergi dari hadapannya, tanpa menjawab perkataannya,lalu menuju mobilku
"Arghh..." Sambil mengacak rambutku frustasi.
"Bocah itu benar-benar menguji kesabaranku, mengapa hana bisa jatuh cinta pada namja seperti itu sih. Aish..."
Kemudian aku menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju apartemenku.
Next morning
Kyuhyun POV
Hari ini aku harus menjelaskan yang sebenarnya pada hana. Aku menuruni anak tangga menuju lantai 1 dan melewati keluargaku yang sedang sarapan.
"Aigo..tumben sekali kau sudah bangun dan akan berangkat sepagi ini kyu?" Kata noona ku
"Memangnya kenapa kalau aku berangkat sepagi ini? Tidak merugikan mu kan?"
"Ish..aku ini noonamu, sopan sedikit bisa kan?"
"Sudah lah.. Cepat duduk sini kyu, kita sarapan bersama" pinta eommaku
"Aku langsung berangkat saja eomma"
"Kalau begitu, minum saja susunya yaa" sambil menyodorkan segelas susu segar.
Aku menerimanya lalu meminumnya, tapi tidak sampai habis
"Habiskan lah kyu.."
"Aku tidak lapar eomma"
"Tapi tetap saja kau harus mengisi perutmu dulu"
"Tenang saja eomma, penyakitpun malas berdekatan dengannya"
"Ahra-ya..."
Aku hanya menatapnya tajam
"Memang kau mau kemana kyu? Seperti terburu-buru sekali?" Tanya appa ku
"Ada kelas pagi appa"
"Eoh..kalau begitu hati-hati lah di jalan"
"Ne appa"
"Aku berangkat dulu eomma, appa"
Lalu aku memeluk eommaku dan menciumnya
"Bahkan kau tidak berpamitan dengan ku" kata noonaku
"Yak..aku berangkat noona" jawabku malas. kemudian meninggalkan ruang makan ini dan menuju ke kampus
@ Kampus
Kelasku baru di mulai nanti siang sebenarnya, namun aku ingin segera menjelaskan semuanya pada hana hingga aku datang pagi-pagi begini.
Aku menuju kantin, ternyata perutku lapar juga, tau begitu aku sarapan dulu tadi di rumah.
Di kantin aku melihat jung mira, teman dekat hana, langsung aku menghampirinya yang sedang duduk menikmati sarapannya
"Omo.." Katanya yang kaget saat melihatku tiba-tiba duduk di sebelahnya
"Kau mengagetkan ku saja sunbae"
"Mianhe.."
"Gwenchana"
"Kau tidak bersama hana?"
"Dia belum datang, memang ada apa?"
"Ani..kalau dia sudah datang beritahu aku. Berapa nomor ponselmu?"
"Eoh.. Xxxxxx " mira menyebutkan nomor ponselnya
Lalu aku menghubunginya
"Itu nomor ku, kau save ne. Dan bila hana datang segera kau kabari aku"
"Tapi maaf sunbae, tidak ada yang gratis sekarang"
"Mwo?? Maksudmu"
"Hehehhe..tidak, tenang saja aku hanya bercanda, aku akan segera mengirimmu pesan saat hana datang"
"Aahh..kau ini, geura..gumawo"
"dia pasti akan datang karena kuliah pagi ini penting, jadi jangan khawatir. Memang ada apa sunbae? "
"Ada yang harus aku bicarakan dengannya"
"Aigoo..apa itu?"
"Kau mau tahu saja mira-ya"
"Baiklah bila kau tidak mau memberitahuku. Aku harus ke kelas, sebentar lagi kuliahku di mulai"
"Baiklah, jangan lupa kabari aku ne"
"Ne sunbae"
~
"Yak.. Cho kyuhyun" hyukjae datang menhampiriku
"Kenapa kau menyuruh ku datang pagi2 begini? Bukankah kelas kita baru mulai nanti siang?"
Aku memang menyuruhnya datang pagi hari ini, sebenarnya hanya untuk menemaniku
"Lebih baik datang pagi, atau aku minta kau mengganti psp ku yang kau rusak?"
"Yak..kau mulai mengancamku lagi"
"Geurae... Lagipula tidak ada ruginya datang lebih awal, kau bisa melihat gadis-gadis cantik yang sedang sarapan di kantin ini kan"
"Aigo..kau tidak sadar telah mengurangi jatah tidurku huh? Bukankah sepanjang hari pun di kantin ini banyak gadis cantik. Aish..jinjja"
"Hahaha.. kau pasti belum sarapan, cepat pesan makanan"
"Shireo"
"Ya sudah, tadinya aku akan menraktirmu, tapi tidak jadi lah"
"Eoh..jinjja? Jangan terlalu cepat berubah pikiiran begitu kyu"
Hyukjae langsung memesan makanan.
Tak lama kemudian ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk
From : Jung Mira
Sunbae, dia sudah datang. Kelas kami selesai pkl 10.00, kau tunggu saja dekat ruangan 208
Langsung aku membalasnya
To : Jung Mira
Ne, gumawo mira-ya.. Sebagai imbalannya, aku akan memberikan nomor ponsel dongahe untukmu, dia tampan namun belum punya yeojachingu, sepertinya kau cocok denganya.hehe
Hahaha..aku berencana menjodohkannya dengan donghae.
From : Mira
Yak..sunbae, kau ini. Sudah..aku mau belajar lagi.
~
Aku sudah menunggu di depan kelas hana sambil bermain game. Tidak lama pintu kelasnya terbuka dan dosennya keluar, itu menandakan kuliahnya sudah berakhir. Aku memasukkan psp ke dalam tasku dan mencari hana dia antara mahasiswa lain yang juga keluar kelas. Dan binggoo..dia keluar sambil berbincang dengan mira, langsung aku menghampirinya
"Hana-ya"
Dia menoleh ke arahku dan agak terkejut nampaknya
"Wae?"
"Aku ingin bicara sebentar denganmu"
"Mianhe, setelah ini kami langsung lanjut ke kelas Baek seonsangnim, ya kan mira?" Tanyanya pada mira
Sepertinya dia berusaha menghindariku
"Kelasnya baek seonsangmin pkl 11 hana-ya"
"Aish..mira" ucapnya pelan sambil menatap mira tajam, mira langsung menunduk
"Kau mau bicara apa? Bicara saja"tanyanya padaku
"Apa kau mau aku membicarakannya di depan banyak orang begini?"
"Memangnya kenapa?"
"Geurae..kejadian di depan flatmu semalam, setelah kita.."
"Aish...baiklah, ikut aku"
Lalu dia menarik ku ke taman kampus
"Aku ingin menjelaskan yang sebenarnya, bahwa yang di katakan heechul kemarin tidak seperti yang di bayangkan"
"Eoh..lalu?"
Hana POV
"Memang benar kemarin aku bersama yeoja di hotel yang di sebutkan heechul. Saat heechul melihatku memasuki lift aku sedang bersama hyesun"
omo..hyesun lagi? Apa yang kau lakukan dengan mantan kekasih mu itu? Gumamku dalam hati
"Tapi aku tidak hanya berdua dengannya, sebenarnya ada eunji juga bersama kami. Kami hadir ke acara yang di buat orang tua eunji sebagai perayaan karena eunji berhasil mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di London. Tidak sengaja aku datang bersamaan dengan hyesun, sampai kami bertemu eunji yang ternyata sedang berada di loby, lalu kami jalan menuju tempat acara bersamaan, namun tiba-tiba eunji terpeleset dan hak sepatunya rusak lalu dia berjalan dengan melepas kedua sepatunya yang membuatnya di perhatikan oleh banyak orang, itu membuat kami tertawa. Mungkin itu yang di maksud heechul aku terlihat begitu bahagia bersama seorang yeoja, sebenarnya aku sedang menertawakn eunji" jelasnya panjang lebar
"Eoh..begitu" jawabku datar
"Apa kau tidak mempercayaiku?"
"Memangnya aku bilang bahwa aku tidak mempercayaimu?"
"Jadi kau mempercayaiku kan?"
"Terserah kau saja"
"Yaah..kang hana, jebal percaya lah padaku.. Aku sudah bicara yang sejujurnya dan sebenar-benarnya" katanya dengan wajah memohon dan menunjukkan aegyo nya.
"Ish...jauhkan aegyo mu, itu tidak membuatmu cute oppa"
Lalu aku berbalik dan mencoba meninggalkannya
"hana-yaa.." Menarik tanganku hingga membuatku berbalik lagi menghadapnya. Sambil beraegyo lagi
"Eoh..cho kyuhyun...mengapa kau begitu manis" jawabku sambil menepuk-nepuk pipinya, dengan gaya aegyo yang tak kalah darinya. Lalu dia tersenyum manis
"Tapi bohong" lanjutku sambul menjulurkan lidahku, lalu aku meninggalkannya
"Yak..kang hana, tunggu aku..awas yaa kau"
Kyuhyun mengejarku, lalu berjalan berbarengan denganku
"Jadi kau mempercayaiku kan?"
"Euhmm..."Jawabku sambil pura-pura berpikir
"Gumawo chagi" jawabnya sambil menaruh tangannya di bahuku. Aigo..dia malah merangkulku di kampus seperti ini
"Oppa..tanganmu" aku sambil menatapnya tajam
"Wae?"
Dia malah semakin merangkulku
Ini membuat orang sekitar memperhatikan kami
"Ish..lepaskan aku oppa" sambil mencoba melepaskan tanganya dari bahuku
"Ya..ya..ya.."
Kemudian dia menarik tangannya dari bahuku.
"Kau mau kemana?"
"Kalau kau?"
"Aku akan ke perpustakaan"
"Kalau begitu aku juga"
"Aish..apa kau mau mengikuti ku huh?"
"Ani..aku juga mau membaca buku di sana"
Kamipun menuju perpustakaan, aku mengambil buku yang aku perlukan untuk tugasku, sementara kyuhyun terus mengikuti ku dari belakang.
"Yak..mengapa kau terus mengikutiku oppa?"
"Aku sedang mencari buku" dia langsung menghadap ke deretan buku, seperti berpura-pura sedang mencari buku
"Terserah kau sajalah" lalu aku menuju tempat duduk dan membaca buku yang telah aku ambil tadi, dia juga mengambil sebuah buku dan duduk di hadapanku. Bukannya membaca buku dia malah melihat ke arah ku terus, aku yang merasa di perhatikan menjadi salah tingkah.
"Buku mu di sini" kataku sambil menunjuk bukunya di meja "Jangan terus memandang wajah cantikku saja"
"Aigo...siapa yang bilang kau cantik?"
"Lalu mengapa kau terus menatapku dari tadi?"
"Aku hanya sedang gemas dengan pipimu" langsung dia mencubit pipi
"Yak...appo" kataku dengan volume suara yang agak tinggi
"Yak... Ini perpustakaan, jangan berisik"
"Mengapa kalian bercanda di perpustakaan huh?" kata orang di bangku sebelah
"Jeosonghamnida..jeosonghamnida" kataku sambil memegang pipiku yang baru saja di cubit oleh namja yg bernama kyuhyun itu.
Sementara kyuhyun terlihat menahan tawanya, lalu menarik ku keluar dari perpustakaan.
"Hahahaha.."
"Kau malah tertawa, sementara aku, pipiku ini pasti sudah merah karena kau cubit dan malu di marahi orang tadi..ahh..jinjja"
"Mianhe..habisnya pipimu menggemaskan sekali hana-ya"
"Huuuhh.." Lalu aku mengerucutkan bibirku, kesal
"Aigoo..jangan cemberut seperti itu, kau terlihat lebih jelek"
"Ish.. Cho kyuhyuuuunn.."
"Hahahah..aku ke kelas dulu ya, sebentar lagi kuliah ku mulai" katanya sambil menggelus puncak kepala ku
"Kau selesai kuliah jam berapa?"
"Meolla.."
"Aish..ya sudah, nanti selesai kuliah hubungi aku, kita pulang bersama ne"
Lalu dia pergi meninggalkan ku
Sebenarnya kyuhyun itu mencintaiku atau tidak? Mengapa dia belum juga mengatakannya kalau memang dia mencintaiku? Rasanya sudah lama kita dekat, bahkan semalam dia menciumku.
~
A days latter
Author POV
Sudah hampiir seminggu setelah heechul mengungkapkan perasaannya pada hana, mereka tidak saling berhubungan. Heechul memang sibuk belakangan ini, namun sebenarnya ada keraguannya juga di hatinya, dia takut hana akan marah atau membencinya, hingga dia memilih untuk tidak menghubungi hana.
Sementara hana yang biasanya selalu di kirimi pesan atau di telepon oleh heechul, merasa ada yang kurang selama seminggu ini, karena tidak ada kabar dari heechul sejak namja itu menyatakan perasaannya.
"Ahjussi itu kemana sebenarnya? Apa dia marah padaku? Haruskah aku menghubunginya duluan?" Hana mengambil ponselnya dan mencari nama heechul di phonebooknya
"Aahh..ani..mungkin besok dia akan menghubungiku" hana malah menyimpan lagi ponselnya
"Tapi, aku juga tidak boleh terlalu mengacuhkannya, mungkin saja dia sedang sibuk dengan pekerjaannnya, bagaimana kalau dia terlalu lelah, telat makan dan sakit? Baiklah, aku akan meneleponnya"
Langsung hana mengambil ponselnya dan menelepon heechul. Cukup Lama hingga heechul mengangkat telepon hana
"Yeoboseyo"
"Kenapa lama sekali mengangkat teleponku?"
"Yak..aku sedang menyetir hana, jadi harus memasang headset dulu"
"Eoh..begitu.. Kau kemana saja?"
"Aku kemarin baru pulang dari Ilsan, ada proyek disana. Kau baik-baik saja kan?"
"Mengapa tidak mengabariku? Apa kau sudah lupa padaku?"
"Tidak...hanya selama disana ponselku mati, karena aku tidak membawa charger" jawab heechul yang berbohong, karena sebenarnya dia mau menghindari hana dulu
"Dasari ahjussi, charger saja bisa tidak di bawa"
"Aish..enak saja. Apa kau sudah makan?"
"Belum.."
"Yak..ini sudah jam 9malam kau masih belum makan?"
"Di luar hujan, aku malas beli makan keluar"
"Apa tidak ada makanan sama sekali di flat mu?"
"Aku belum sempat belanja, akhir-akhir ini aku cukup sibuk"
"Aish..ya sudah, kau mau makan apa? Biar aku bawakan"
"Tidak perlu oppa, lagi pula kau kan baru pulang kerja pasti lelah, langsung pulang saja, aku sudah minum susu dan cukup kenyang"
"Aahh..di dekat sini ada ramen yang enak, kau tunggu saja, sebentar lagi aku ke flatmu"
"Yasudah..terserah kau saja" hana menutu teleponnya
30 menit kemudian bel flat hana berbunyi, tanda ada seseorang datang. Dia langsung membukakan pintu dan betul saja ternyata heechul sudah datang dengan membawa makan malam untuk hana. Mereka pun makan bersama.
"Kau merusak diet ku malam ini"
"Mwo?? Jadi kau ini diet sebenarnya?"
"Selain tidak ada bahan makanan, aku juga mencoba diet"
"Aish..kau ini apa-apaan huh? Tidak ada diet-dietan, apa kau ingin tubuhmu telihat kurus seperti orang kekurangan makan? "
"Bukan begitu..tapi orang yang mengatakan pipiku gemuk bertambah banyak"
"Itu tandanya kau imut"
"Apa aku pergi ke klinik kecantikan saja untuk membuat pipiku tirus?"
"Mwo??" Lalu heechul meminum air, mungkin dia shock mendengar hana ingin pergi ke klinik kecantikan untuk operasi plastik
"Kau mau melakukan operasi plastik?"
"Bila itu jalan terakhir"
"Jangan pernah berpikir untuk melakukannya, kau sudah cantik dengan caramu sendiri"
"Tapi temanku saja ada yang melakukannya, tadinya tidak ada yang mau padanya, namun kini namja-namja mendekatinya"
"Hahahaha..memang sudah tidak ada namja yang mau mendekatimu lagi?"
"Bukan begitu"
"Kau tidak perlu khawatir, bila semua namja tidak ada yang memilihmu, kan masih ada aku"
"Huuuh.."
Sejak saat itu, hubungan mereka kembali normal, seperti sebelum heechul mengatakan perasaannya. Mereka juga tidak pernah membahas lagi masalah itu, heechul pun tak pernah menanyakan jawaban hana atas cintanya.
~
Sepulang kuliah, kyuhyun mengajak hana pergi ke suatu tempat, sepertinya dia sudah mempersiapkan sesuatu untuk malam ini. Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama, akhirnya mereka sampai ke suatu tempat, sebuah restoran Italy yang cukup terkenal dengan kemewahan dan harga makannya yang cukup mahal.
"Wahh..tumben sekali kau mengajak ku makan di tempat seperti ini oppa"
"Apa kau tidak mau mau makan disini?"
"Ani..hanya saja, ku dengar makanan disini mahal harganya, apa kau habis menang taruhan huh?"
"Tenang saja, aku tidak akan memintamu membayarnya"
"Lagi pula uang dari mana aku bisa membayar makanan disini. hehehe"
"Hari ini akan menjadi hari special untuk kita"
"Nde??"
"Kaja, duduk di bangku situ" kata kyuhyun sambil menunjuk salah satu meja yang tersedia disana
Mereka mendapat pelayanan yang sangat baik dari pelayan disini, itu karena restoran ini sering kyuhyun kunjungi dengan keluarganya, jadi mereka sudah mengenal kyuhyun.
"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu"
"Ya, katakan saja oppa"
Belum sempat kyuhyun menjawab, tiba-tiba ponsel hana berbunyi
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo, apa anda mengenal tuan Kim Heechul?"
"Ne, aku mengenalnya, kau siapa? Mengapa ponselnya ada padamu?"
"Tuan heechul mengalami kecelakaan di daerah apgujeong"
"Mwo?? Kau tidak bercanda kan?" Tubuh hana langsung lemas begitu mendengar heechul mengalami kecelakaan
"Saya tidak bercanda nona, sekarang dia ada di rumah sakit, bisa anda kesini sekarang?"
"Baiklah saya akan segera kesana, gumawo agashi" hana menutup teleponnya.
Kyuhyun yang ada di hadapan hana, bingung dengan perubahan hana yang menjadi pucat dan terlihat gemetar
"Wae geurae?? Apa kau baik-baik saja?"
Tanya kyuhyun cemas
"Kau bisa antarkan aku ke rumah sakit sekarang?"
Kemudian hana mengambil tasnya
"Siapa yang sakit?"
Hana tidak menjawab malah berdiri dan bergegas pergi
"Tunggu hana-ya"
Kyuhyun mengejar hana yang sedikit berlari menuju keluar. Kemudian dia menarik tangan hana, dan membuatnya membalikkan badannya
"Ada apa? Siapa yang sakit?"
"Kim heechul kecelakaan!!!"
"Mwo??" Tanya kyuhyun sambil melepaskan genggamannya di tangan hana, dia agak terkejut.
"Kalau kau tidak mau mengantarku, aku akan naik taxi sekarang ke rumah sakit"kata hana yang mulai meneteskan air mata
"Baiklah, aku akan mengantar mu..
sebentar, aku bayar billnya dulu" lalu kyuhyun masuk kembali ke restoran itu, sementara hana menunggu di parkiran, setelah membayar mereka menuju mobil kyuhyun.
Di perjalanan hana begitu khawatir, sambil menahan tangis dia mencoba menghubungi Kim heejin, noonanya heechul, Namun heejin sedang berada di tokyo. Hana kembali menangis
"Kau tenang lah hana, semoga keadaannya baik-baik saja"
"Bagaimana kalau dia sampai..."
"Yak..jangan berpikiran yang tidak-tidak, dia pasti baik-baik saja"
Hana malah menangis lagi. Kyuhyun mencoba menenangkannya dengan mengelus kepalanya.
Sebenarnya kyuhyun, menahan kekesalan karena acara special yang sudah dia rencanakan hancur begitu saja. Ya..hari ini dia sebenarnya akan mengungkapkan perasaannya pada hana, namun tiba-tiba saja terjadi kecelakaan pada heechul. "Mengapa dia begitu mengkhawatirkan namja itu? Apa bila aku yang mengalaminya dia akan seperti ini juga?" Gumam kyuhyun dalam hati.
Sesampainya di Rumah sakit, hana menghubungi ponsel heechul dan di angkat oleh orang yang menolong heechul tadi, mereka bertemu di Lobby Rumah Sakit dan orang itu mengatakan bahwa heechul sudah di bawa keruang perawatan. Hana langsung menuju ruangan yang disebutkan orang itu, dia berlari menuju kesana, hingga tidak sadar ternyata kyuhyun memilih untuk tidak mengikuti hana. Dia kemudian duduk di salah bangku di koridor rumah sakit, membiarkan hana menuju kamar heechul sendirian.
Setelah berlari terburu-buru akhirnya hana sampai di sebuah kamar yang di maksud, setelah masuk dia melihat heechul yang terbaring di ranjang, dengan perban di kepalanya dan jarum infus di tangannya, belum lagi luka-luka di wajah dan tangannya.
Hana semakin menagis melihat keadaan heechul yang seperti ini, langsung dia menghampiri ranjang dan duduk di bangku sebelah ranjang tersebut.
"Oppa,jebal ireona..hiks..hiks..Kau jelek bila seperti itu"
"Mengapa kau ceroboh sekali sampai bisa kecelakaan seperti ini? Apa kau sudah tak menyayangiku?" Kata hana sambil memegangi tangan heechul
Setelah beberapa lama, heechul belum juga sadar, hana yang masih di sampingnya terus berbicara sendiri sambil memeluk tangan heechul, dengan kepalanya yang baringkan di ranjang
"Oppa..jebal ireona, apa kau tidak ingin tahu, kalau aku juga sebenarnya mencintaimu. Sejak awal aku pun mencintaimu, namun kau selalu bersikap seperti oppaku dan tidak pernah menyatakan perasaanmu padaku. Kau tahu,, itu sangat membuatku bingung dan akhirnya berusaha menghapus cintaku untuk mu di hatiku dengan mencintai kyuhyun. Jebal, jawab aku..jangan pernah mencoba meninggalkan ku, juga mengacuhkan ku seperti ini. Apa lagi meninggalkan ku selamanya" Kata hana sambil menangis
"Memangnya siapa yang mau mati?" Kata heechul tiba-tiba
Hana langsung bangkit dan mengangkat kepalanya yang tengah berbaring di kasur
"Mwo?? Kau sudah sadar?"
Langsung hana memeluk tubuh heechul
"Yak..pelan-pelan, tubuhku masih sakit"
"Mianh" kata hana sambil tersenyum dan menghapus air matanya, lalu ia duduk kembali di bangku sebelah heechul
"Tapi Sejak kapan kau sadar?"
"Sejak kau mulai memeluk tanganku begitu erat, hingga membuat tanganku terasa sakit"kata heechul sambil memegang tangannya
"Mwo?? Berarti kau mendengar semua yang aku katakan?"
-TBC-
Masih bertabur Typo pasti ini FF, tapi minta RCL nya yaa readers..
Thankyu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar