Kamis, 30 April 2015

Mencintai atau Di Cintai Part 3


Title : Mencintai atau Dicintai?
Genre : Romantic
Rate : 15+
Length : Chapter
Main Cast : Kang Hana ( OC ), Kim Heechul, Cho Kyuhyun
Support Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Kim Mira, Jung Eunji, Park Jungsoo, Kang Sora yang lain menyusul sesuai alur selanjutnya
Author : Kiray Nayla



Haiii…aku datang lagi dengan part 3 mencintai atau di cintai..Bakal kaya apa kelanjutannya? Ga usah basa-basi kepanjangan, langsung aja kita ke TKP.. Cekidottt^^


Kyuhyun POV

Hari ini aku datang ke pesta ulang tahun salah satu temanku eunji, yang merupakan sahabat hyesun. Aku sangat yakin Hyesun akan datang ke pesta ini, oleh sebab itu aku datang bersama Hana, dia terlihat begitu cantik dengan dres selutut yang dia pakai dan make up tipis yang sangat cocok dengannya. Tentunya dia sangat pantas mendampingiku yang tampan ini ^^. Jadi wajar bila eunhyuk dan donghae juga mengodanya. Setelah ke dua teman ku itu pergi kini aku berdua dengan hana, namun ada beberapa teman lama yang menghampiri ku, aku ke asikan mengobrol dengan mereka hingga lupa kalau aku bersama hana, rasanya tidak enak sekali mengacuhkannya. Dia terlihat agak canggung, apa lagi aku rasa tidak ada satupun orang yang dia kenal di sini selain aku, donghae dan eunhyuk. Lalu aku menghampirinya yang sedang duduk tidak jauh dari tempat ku.




” Mianhe, aku mengacuhkan mu”
“Gwenchana oppa “
” Kau mau minum apa? biar aku ambilkan”
” Apa saja, asal tidak beralkohol”
” Baiklah, tunggu sebentar ne”

Aku menuju meja yang menyediakan berbagai minuman, sementara hana menunggu ku di tempatnya,

” Kyuhyun-sshi” aku menoleh dan ternyata itu Henry, teman ku asal china
” Henry? hei,,,apa kabar? “
aku pun berbincang sebentar dengannya,
“Mianhe kyuhyun-sshi, aku harus segera ke bandara, pesawatku terbang 1 jam lagi”
” Eoh, sepertinya kau makin sibuk ya, padahal aku masih ingin mengobrol dengan mu.”
” Saat kembali dari china, kita harus bertemu lagi.”

Setelah Henry berpamitan, aku mengambil dua gelas softdrink untuk ku dan hana, saat akan kembali ke tempat hana, aku melihat seseorang yang sangat tidak asing bagi ku, ya dia song hyesun. Ternyata tidak butuh waktu lama, dia sudah dapat menemukan kami, jadi aku tidak harus mencarinya di pesta ini.Sepertinya dia melihat keberadaan hana di pesta ini, lalu dia menghampiri hana, nampaknya hana agak terkejut di hampiri oleh hyesun. Sambil berjalan menuju mereka, aku mendengar percakapannya

” Kau, bukankah gadis yang bersama kyuhyun di kampus waktu itu?” tanya hyesun pada hana
” Ne, sunbaenim ” Jawab hana datar
” Bagaimana kau bisa ada di sini? sepertinya pesta ini bukan untuk mu ” kata hyesun
” Aku tidak melihat ada aturan yang melarang ku datang ke pesta ini”
Aku tidak menyangka hana akan menjawab seperti itu,
” Neo ” Hyesun sambil menunjuk wajah hana yang menggambarkan dia begitu kesal mendengar jawaban hana
Hana membulatkan matanya dan menatap hyesun
” Wae geurae ? ” Aku menghampiri mereka,aku datang dari arah belakang Hyesun, yang kontan membuat dia membalikan badannya dan menatapku, aku menatapnya sekilas lalu menuju ke sebelah hana. Aku bisa melihat expresi wajah hyesun yang terlihat begitu terkejut, apa lagi saat aku berada di dekat hana.
” Gwenchana? ” tanyaku pada lembut pada hana, sambil memperhatikannya dr ujung rambut ke ujung kepala
” Nan gwenchana oppa” jawab hana
” Aish… “oppa” ? ” sambil mengendus kesal karena hana memanggilku oppa
” Wae? apa salah jika dia memanggilku oppa?”

Hyesun hanya tersenyum sinis.
Aku mendengar beberapa orang berbicara di belakang kami,

” Bukankah itu kyuhyun?”
“Iya, kyuhyun kan kekasih hyesun”
“kenapa dia malah bersama gadis lain?”
“Apa hyesun di campakan dan kyuhyun memilih gadis itu?”
Aku dapat melihat wajah hyesun yang memerah, mungkin dia malu bercampur kesal, hahaha.. katanya sudah tidak mencintai ku lagi dan meninggalkan ku , tapi lihatlah wajahmu sekarang chagi, kau terlalu cemburu pada ku bukan? akui saja kalau kau memang masih mencintaiku, karena aku pun begitu.
“Tempat ini membuatku tidak nyaman, lebih baik kita pergi saja” aku sambil menggenggam tangan hana dan membawanya pergi dari sini.

Hana POV

Kyuhyun masih menggenggam erat tanganku sambil menarik ku keluar dari keramaian pesta ini. Dia tidak mengatakan apa pun sampai kami memasuki mobilnya, akupun belum ingin memulai pembicaraan di antara kita.
Sebenarnya aku merasa tidak enak dengan keadaan seperti ini, apa lagi dengan kejadian tadi dengan song hyesun, mantan kekasih kyuhyun. Aku juga masih tidak habis pikir, kenapa tadi aku bisa menjawab pertanyaan hyesun seperti itu, aku tahu itu membuatnya semakin kesal. Dia juga membuat ku kesal, dengan sikapnya. Mungkin karena aku bersama kyuhyun, Tapi bukannya sudah bukan hak dia lagi melarang kyuhyun pergi dengan siapa, lagi pula aku juga di ajak oleh kyuhyun bukan aku yang memintanya mengajakku.
Kyuhyun melajukan mobilnya dan fokus pada jalan, sedangkan aku hanya terdiam di sebelahnya.

“Mianhe, membuatmu tidak nyaman tadi” aku mencoba membuka pembicaraan
“Kau tidak salah”
“Tapi karena aku, kau jadi tidak bisa mengikuti pesta temanmu itu”
“Tidak perlu minta maaf. Harusnya aku yang minta maaf padamu, karena perlakuan hyesun tadi, lagi pula aku datang ke pesta ini, hanya karna tidak enak pada eunji yang telah mengundangku”
“Aku juga sepertinya tadi bersikap sedikit tidak sopan pada hyesun sunbae” kataku sambil menundukkan kepala ku,
“Hehehe..sudah lah tidak usah di pikirkan, lebih baik kita makan sekarang, bukan kah kau belum makan?”
” Iya sih, tapii..
” Tapi apa?”
Aku sebenarnya ingin sekali menanyakan banyak hal tentang hubungan mereka sebenarnya, apa yg membuat mereka berpisah, kenapa hyesun bersikap seperti itu, sejak kapan mereka berpisah, tapi..sepertinya suasananya tidak pas.
“Hmmm..tidak.. yasudah lah lupakan saja, kita mau makan dimana oppa?”
“Aku tahu cafe yang bagus tidak jauh dari sini”
“Geurae..kalau begitu kita kesana saja”
“Oke,, tuan putri”
“Heheheh” aku hanya tertawa kecil mendengarnya memanggilku “tuan putri”. Aigooo kyuhyun,,kau membuatku semakin menyukaimu..

Tak terasa sudah 2 jam lebih kami mengobrol di sini, sampai kami memesan minuman 2kali, karena gelas pertama sudah habis namun kami masih ingin disini, apa lagi di luar begitu dingin. Kyuhyun menanyakan banyak hal tentang ku, apa dia ingin tahu tentang ku? Entahlah..

“Oh ya, kalau pria yang waktu itu datang menjemputmu di apartemen ku itu siapa?”
” Eoh, itu Kim Heechul”
“Siapa dia?”
“Sudah lama aku mengenalnya, dia juga sudah seperti oppa ku sendiri”
“Hmm….sepertinya dia sangat mengkhawatirkan mu”
” Mungkin karena dia tidak punya adik, jadi dia sangat menyayangiku, apa lagi perbedaan umur kami cukup jauh”. ” Meskipun aku tidak ingin mengungkitnya, tapi aku meminta maaf karena dia telah melukaimu waktu itu” tambahku
“Aah, gwenchana,, malam itu memang aku salah. sudahlah katanya tidak ingin membahas kejadian itu”
“Ne..”Jawabku sambil memundukkan kepalaku
“Tidak terasa sudah malam saja, sepertinya aku harus segera mengantarmu pulang”
“Iya..sudah jam 10 ternyata, kaja kita pulang”

Kami pun pulang, setelah mengantarkan ku sampai di parkiran flat dia langsung pulang. Senyum ini rasanya tidak ingin lepas dari bibirku, bagaimana tidak, aku telah menghabiskan waktu dengan namja yang aku sukai selama ini. Berbagi cerita, bercanda dan tertawa bersama, yang mungkin aku pikir semua ini hanya akan terjadi di mimpi. Namun kini menjadi nyata, terimakasih Tuhan untuk hari ini.
Setelah mengganti baju, aku mengambil ponselku yang aku ingat ada di tas, maklum tadi sama kyuhyun, jadi lupa dengan handphone yang aku silent agar tidak menggangguku , hehhe
Ternyata ada 18 pesan dan 12 misscall, saat aku buka ternyata semua dari heechul oppa.

Sms 1 : “Kau dimana hana-ya?”
Sms 2 : “Kau di ajak kemana oleh kyuhyun? “
Sms 4 : “kenapa tidak membalas pesanku?”
Sms 7 : ” Kau bahkan tak mengangkat teleponku! Apa kau sedang bersenang2? Bagus kalau kau senang”
Sms 9 : ” aku harap kau bersenang2, asal jangan terjadi sesuatu yang tidak baik, namun kenapa tidak membalas pesan ku?”
Sms 14 : hya..kang hana, apa kau baik2 saja? Jangan membuat ku berpikiran yang tidak2 lagi, kenapa kau tidak mengangkat teleponku huh?”
Sms 17 : “kau di mana? Biar aku jemput sekarang”
Sms 18 : “hana, ini sudah malam, kau dimana? Tolong balas pesan ini atau angkat teleponku kalau kau memang baik2 saja”

Aigoo..ahjussi ini sudah seperti appa ku saja khawatirnya. Sebaiknya aku meneleponnya

“Yeob..” Belum selesai dia sudah memotongku
“Yak..kang hana, kau kemana saja? Apa kau baik2 saja, kalian pergi kemana? Sekarang di mana? Apa namja itu memperlakukan mu dengan baik ? Mengapa kau tidak membalas pesan ku juga teleponku huh? “
Aku seperti sedang di introgasi polisi saja,
” Kau ini oppa atau polisi sih? Kenapa bertanya seperti mengintrogasi ku begini”
” Aku kan hanya ingin memastikan semuanya baik2 saja”

Heechul POV

Dari sore aku mengirim sms dan menelepon hana, namun tidak ada balasan. Sebenarnya mereka pergi kemana? Apa yang sedang mereka lakukan?
Aku masih mengingat jelas kejadian buruk waktu itu, dan tidak mau kyuhyun melakukan hal yang tidak2 lagi pada hana.
Aku terus mencoba menelepon dan mengrim sms, namun masih belum ada jawaban, aahh..gadis ini membuat ku gila karna khawtir padanya, apa lagi sekarang sudah pkl 10.00 mlm. Aku samapai lupa belum makan, baiklah aku makan dulu sekarang.Tiba2 ponselku berbunyi, begitu melihat nama yang tertera di layar ponselku, aku langsung mengangkatnya

“Yeob..”
“Yak..kang hana, kau kemana saja? Apa kau baik2 saja, kalian pergi kemana? Sekarang di mana? Apa namja itu memperlakukan mu dengan baik ? Mengapa kau tidak membalas pesan ku juga teleponku huh? “
” Kau ini oppa atau polisi sih? Kenapa bertanya seperti mengintrogasi ku begini”
” Aku kan hanya ingin memastikan semuanya baik2 saja”
Dia tidak tahu betapa khawatirnya aku sih..
“Mianhe, aku lupa ternyata ponselku, ku silent tadi, tapi aku baik2 aja ko oppa”
“Aish…jangan sekali-kali lagi men-silent ponselmu, apa lagi saat pergi dengan namja”
” Ne..ne..mianhe, aku kan lupa”
” Geurae, memang kau pergi kemana?”
” Kyuhyun mengajakku ke pesta ulang tahun temannya, setelah itu kami pergi ke cafe”
“Hmm begitu,,tapi dia memperlakukan mu dengan baik kan?”
” Sangat baik, tenang saja oppa”
” Sepertinya kau bahagia sekali yaa” terdengar dari nada suaranya saat aku menanyakan kyuhyun, dia begitu senang
“Tentu lah oppa, aku sudah menunggu ini sejak lama, akhirnya bisa juga menghabiskan waktu dengan kyuhyun. Heheheh”
” Baguslah, aku ikut senang juga” kau berbohong heecul, mana mungkin aku senang mendengar yeoja yang aku cintai pergi dengan namja lain. Sakit?? Tidak perlu ditanya
“Gumawoyo oppa”
“Apa kau sudah makan?”
” Ya, tadi aku sudah makan dengan kyuhyun”
“Eoh..kalau begitu istirahatlah. Jangan sampai kau tidak bisa tidur karna terlalu bahagia, heheheh”
“Sepertinya begitu,hehehe”
“Ya sudah istirahatlah, aku juga mau tidur, jaljayo”
“Ne, jaljayo”

Hana menutup teleponnya, “saranghae” aku mengucapkan kata itu setelah hana menutup teleponnya, hahahah pengecut memang aku ini.
Mereka dekat saja, aku seperti ini, bagaimana kalau mereka berpacaran? Meollaseo..

Hana POV

Sore ini aku akan pulang menggunakan bis dari kampus walau aku sedang sedikit flu. Di halte bus ini hanya aku yg sedang menunggu, entah kemana orang-orang hari ini. Sudah lebih dari 10 menit bis yang ku nanti juga belum datang. Sampai tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depanku, tak lama sang pengemudi menurunkan kaca mobilnya.

"Hana-ya"

Aku belum melihat jelas siapa perempuan yang memanggilku itu, karena dia mengenakan kaca mata hitam

"Nde ?"

Lalu dia membuka kaca matanya, aahh..aku kenal. Dia Kang Sora eonni, kekasih Jungsoo oppa,
sahabat heechul oppa. Sudah lama mereka berpacaran dan nampak sangat serasi.

"Eoh..Sora eonnie?"

"Ne, kau mau kemana? Cepat masuk biar aku antar"

"Apa tidak merepotkan jika kau mengantarku?"

"Tidak apa-apa, lagi pula kita kan sudah lama tidak bertemu,apa kau tidak merindukan ku huh?"

"Hehehe,, aku merindukan mu eonni"

Aku langsung masuk mobilnya dan duduk di sampingnya, lalu dia kembali melajukan mobilnya. Sudah lama kami tidak berjumpa. Kami lumayan dekat, Karena heechul oppa sering mengajak ku untuk pergi bersama jungsoo oppa dan Sora eonnie, mereka begitu memanjakanku seperti adik mereka sendiri, karena usia mereka yang jauh dengan ku.

"Kau nampak semakin cantik saja eonni"

"Kau ini bisa saja, ngomong-ngomong selama ini kemana saja? Sudah lama tidak pernah mengirmiku pesan?"

"Aku hanya sibuk kuliah eonnie, kau juga tidak mengirimiku pesan, kau melupakan ku yaa?"

"Mana mungkin aku melupakan gadis manis sepertimu ini.."

"Hehehe"

"Sejak aku ambil kuliah lagi, waktuku jadi sangat terbatas"

Kang sora memang sedang meneruskan kuliah S2 nya di bidang fasion, dia juga jadi perancang busana di salah satu brand terkenal.

"Pasti sangat melelahkan yaa eonni? Jagalah kesehatanmu"

"Ne, aku minum beberapa vitamin setiap hari"

Kemudian ponselnya berbunyi

"Ne, oppa"
"_____"
"Aku sedang di jalan, kenapa?"
"_____"
"Eoh... di mana?"
"____"
"Baiklah, kita bertemu disana ne,"
"_____"
"Nado saranghae oppa.."
Lalu dia menutup teleponnya

"Apa itu jungsoo oppa?"
"Iya, dia mengajakku bertemu sebentar, katanya ada yang mau dia berikan. Kau tidak buru-buru kan? Temaniku menemuinya yaa"

"Ok, tida apa-apa,aku sedang santai ko..hehee"

"Gumawo hana-ya"

Tidak lama kami sampai di sebuah cafe, lalu duduk di bangku yang tersisa.

"Eonni, aku dengar kalian akan segera bertunangan yaa?"

"Kau tahu dari mana?"

"Ya dari heechul oppa"

"Jadi dia memberi tahu mu tentang rencana pertunangan ku dengan jungsoo oppa?"

"Iya ^^"

"Itu masih rencana saja hana-ya"

"Waahh..chukkaeyo"

"Ne, gumawo.. Lalu kau kapan menyusul kami?"

"Menyusul bertunangan maksudmu?"

"Iyaa"

"Hahah..Bertunangan dengan siapa eonnie? Pacar saja aku tidak punya "

"Apa dia belum mengatakannya juga?"

"Mengatakan apa?"

"Aish...namja itu memang benar-benar. Jadi sampai sekarang dia belum mengungkapkannya padamu?"

"Dia siapa? Mengungkapkan apa?"
Aish..aku mulai tidak mengerti dengan ucapnnya, siapa dan apa sebenarnya yg dia maksud

"Heechul oppa banyak bercerita tentang mu padaku selama ini"

"Lalu?"

"Kau tahu kalau Heechul sangat menyayangimu?"

"Iya, dia memang sangat menyayangiku seperti adiknya sendiri"

"Sebenarnya dia bukan hanya menyayangimu, namun mencintai mu"

“Huh? Maksud mu? ”

"Sora-ya"
Belum sempat sora eonni melanjutkan, seseorang memainggilnya

"Oppa"

Ternyata jungsoo oppa, dia bersama heechul oppa juga
Mereka menghampiri kami. Heechul oppa agak terkejut melihat sora eonni bersama ku.
Sebenarnya aku juga cukup terkejut dengan ucapan sora eonni tadi.. Kim Heechul mencintaiku? Apa sora eonnie hanya bercanda mengucapkannya? atau memang sebenarnya heechul oppa benae-benar mencintaiku?


Author POV

"Kau bersama hana ternyata" tanya jungsoo pada sora

"Bagaimana kau bisa ada di sini?" Tnya heechul pada hana

"Aku bertemu hana di jalan, tadinya akan langsung mengantarnya pulang, namum jungsoo oppa minta bertemu. Jadi aku mengajaknya ke sini dulu" jelas sora

"Apa kau sudah sehat betul? belum sempat hana jawab dia melanjutkan " kau tau sora-ya, hana itu sedang flu, mengapa mengajaknya kemari !?"

"Ish..dia ini, kenapa malah memarahi sora eonni" ucap hana dalam hati

"Oppa, aku sudah tidak apa-apa"

"Eoh..kau sedang sakit hana? Maaf, aku benar-benar tidak tahu"

"Ani..aku sudah tidak sakit ko eonni"

"Maafkan aku heechul oppa, aku tidak tahu kalau hana sedang sakit, makanya aku mengajaknya"

"Gwenchana eonni, heechul oppa memang suka berlebihan, lebih baik jangan di dengarkan"
Hana menatap heechul, dengan tatapan mengancam.

"Mengapa bicara seperti itu pada sora eonni, kan aku jadi tidak enak" bisik hana pada heechul

"Yak..kau ini, kalau demam lagi bagaimana?"

"Tidak mungkin,aku kan sudah sehat"

"Lagi pula Mengapa kau membawa namja aneh ini sih oppa?" Tanya sora pada jungsoo

" Aku tidak membawa mobil, mobilku di bengkel sejak kemarin, jadi meminta heechul mengantarkan ku ke sini"

"Ooh..jadi dia supirmu hari ini" hana meledek pada heechul

"Hahaha..benar sekali hana, aku kan memang cocok jadi bosnya heechul"

"Yak..mana ada supir lebih taampan dari bosnya"

"Jungsoo oppa itu lebih tampan dari kau heechul-sshi"

"Itu kan katamu sora, aku yakin menurut hana, pasti aku yg lebih tampan. Ya kan hana?" Tanya heechul

" Mwo?? Kau percaya diri sekali oppa"

"Ayo..akui saja"

"Shireo"

"Hahahaha.." Mereka semua tertawa

"Eeh..kalian tidak mau memesan sesuatu?"

"Aahh..iyaa"
Lalu mereka memesan minuman, setelah berbincang sebentar dan jungsoo memberikan sebuah bingkisan dari eommanya pada sora

"Kami harus kembali lagi ke kantor"

"Eoh..kalian masih harus ke kantor lagi?"

"Iyaa..masih ada beberapa urusan yang belum selesai"

"Hana, tidak apa-apa kan aku tidak mengantarmu? Kau pulang dengan sora saja yaa"

"Gwenchana oppa"

“Tenang, aku akan mengantarkan hana, selamat sampai tujuan” kata Sora

“Ne, gumawo sora-ya”

“Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ya”

Lalu heechul dan jungsoo kembali ke kantor dan hana di antarkan pulang oleh sora.


A few days later

Hana POV

Tingtoong *ceritanya bunyi bel*
Aigoo...hari minggu begini siapa yang bertamu sepagi ini?
Lalu aku melirik ke arah jam di dinding kamarku, aish..baru pkl 6.30. aku tidak akan membukakan pintu, tidak sopan sekali bertamu sepagi ini. Aku menutup telingaku dengan bantal dan mencoba memejamkan kembali mataku.

Tingtong..tingtong..tingtong...tingtong...
Aigoooo....siapa sih? Bukannya pulang saja, sudah tau aku tidak membukakan pintununtuknya, dia masih saja keukeuh? Bahkan membunyikan bel berkali-kali seperti itu. Aku pun bangun dan menuju pintu, awas saja...sudah bosan hidup sepertinya orang ini!!

“yak...tunggu sebentar, kau tidak sabaran sekali”

Aku pun membuka pintu

“Kau ini, gadis macam apa jam segini masih tidur, cepat ganti baju, kita olah raga”
Ooh....ahjussi ini ternyata, aish...

“Yak..kim heechul, ini hari minggu, mengapa mengganggu hari liburku huh?”

“Hya...Kang hana, coba lihat lemak di pipimu itu, aish.... lebih baik berolah raga dari pada tidur seharian”

“Shireo, kau olahraga saja sendiri, biar saja pipiki chuby begini. aku mau tidur lagi”

“kalau begitu aku akan olahraga jari saja, sepertinya memencet bell di depan pintu sini cocok untuk melatih otot-otot jariku ini”

“Mwo?? Maksud mu?”

“wae? Aku mau olahraga dsini saja, silahkan kalau kau mau tidur”

Lalu dia memencet-mencet bel flat ku

"Eoh...ternyata olahraga jari bagus juga" ucapnya sambil terus memencet bel dengan jarinya bergantian

“Yak, oppa, bagaimana aku mau tidur bila berisik seperti ini”

“makanya, lebih baik kau ikur joging bersama ku, dari pada tidurmu terganggu”

“aah...” jawabku frustasi sambill menggacak-acak rambutku

“Cepat cuci mukamu, aku tunggu disni”

“Shireooo”

“Yak....cepaatt hana” lalu heechul oppa mendorong tubuhku menuju kamar mandi. Aish...namja ini pamemaksa sekali sih...tidak tahu aku masih mengantuk apa?

Dengan berat hati dan nyawa yang belum terkumpul sempurna aku keluar dengan mengeakan training dan sepatu olah raga

“Sepertinya kau sudah siap, kaja Fighting!!” sambil mengepalkan tangannya dan mulai berlari

“Ish...” aku hanya berjalan malas

“Yak..hana,” lalu dia menarik tanganku sambil berlari

“Oppa, pelan-pelan”

Kami pun sampai ke sebuah taman yang ramai dengan warga sekitar yang juga sedang berolahraga, ada yang bermain badminton, ada anak-anak yang bermain hulahup, ada pula ibu-ibu yang sedang melakukan senam aerobik, juga ada sekumpulan anak muda yang sedang berlatih dance. Tempat ini sangat ramai dengan berbagai aktivitas. Walau sudah lama tingngal disini namun batu kali ini aku mengunjungin tempat ini di minggu pagi, karena biasanya setiap minggu pagi aku masih terlelap. Setelah cukup lelah berjoging, Lalu kami duduk di salah satu bangku yang tersedia disni

“maaf mengganggu tidurmu di minggu pagi ini, tapi kan ini untuk kebaikkan mu juga”
“huuuh, kebaikkan apa?” jawabku hanya meliriknya, sambil mengatur nafas karena lelah berlari
“kebaikkan kesehatanmu lah, Pasti ini kali pertama kau ketaman ini untuk berolahraga”
“Hehehe...kau tahu saja oppa, tapi sepertinya seru juga olah raga di pagi hari”
“Ne, makanya, jangan terlalu banyak tidur, kau harus berolahraga juga hana”
Katanya sambil tiba-tiba mengusap keringat di keningku dengan tangannya, langsung dengan tangannya tidak dengan handuk atau sapu tangan. Dia menatap mataku, tidak bisa di artikan tatapannya kali ini, yang membuatku hanya diam dan akhirnya memilih menundukkan kepalaku untuk menghindari tatapan matanya. Kemudian dia menarik tangannya dan menatap ke arah yang tidak jelas,

“Kau lelah yaa, sebentar aku belikan minum”
“Ne, oppa”

Kenapa dia seperti itu pada ku? Apa benar yang Sora eonnie katakan, bahwa heechul oppa sebenarnya mencintaiku? memang dari sikapnya belakangan ini dia terlihat agak berbeda, tapi apa mungkin dia mencintaiku? Meollaseo..
Tidak lama heechul oppa kembali membawa 2 botol air mineral.

“Ige” sambil memberikan sebotol untukku
“Gumawo”
“Apa kau sering berolah raga di taman ini oppa?” tanya ku sambil mencoba membuka tutup botol, namun nampaknya susah,
“Ya, hampir setiap minggu aku kesini” Jawabnya sambil mengambil botol yang sedang aku coba buka, dia membukakan dan memberikannya untukku
“Gumawo” sambil mengambil botol yang telah ia bukakan, “Mengapa tidak pernah mengajakku?”
“Aku tahu, kau selalu bangun siang di hari libur”
“hehhee”
“Kaja” lalu dia menarik tanganku
“Kemana?”
“Joging lagi, kau pikir mau kemana?”
“Yaaak...aku masih ingin istirahat”
“Nanti istirahat lagi” katanya sambil menarik ku untuk kembali joging, aish...


Author POV

Beberapa hari kemudian

Sore ini, kyuhyun akan mengajaka hana untuk bertemu setelah pulang kuliah. Hana pun tidak berpikir langsung menerima ajakan kyuhyun. Mata kuliah terakhir sebentar lagi selesai. Hana sudah malas dan ingin segera bertemu kyuhyun, sampai ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk, “aahh..aku kira dari kyuhyun” kata hana

From : Heechul Oppa
Kau pulang jam berapa? Aku kebetulan di sekitar dekat kampusmu. Bagaimana kalau pulang bersama?
Hana pun membalas pesan heechul

To : Heechul Oppa
Kelasku setengah jam lagi selesai, namun aku ada janji dengan kyuhyun. Mianhaeyo
Heechul yang menerima pesan itu nampak kecewa. “Huuh..dia sudah punya kyuhyun sekarang ” gumam heechul dalam hati

To : Hana
Eoh, gwenchana, kita bisa bertemu lain waktu. Kalau begitu hati2 ya, jangan pulang terlalu larut
From : Chubbyku hana
“Ne, oppa ^^”

Kyuhyun POV

Kelas ku sudah selesai, aku akan menunggu hana di parkiran kampus, kelasnya juga sudah berakhir, saat menuju parkiran aku bertemu dengan hyesun, tapi kenapa dia terlihat lebih kurus sekarang? Wajahnya juga pucat, sepertinya menjadi artis membuatnya begitu lelah. Sudahlah tidak perlu jadi artis kalau hanya membuatku begini hyesun-ah. Dia bersama eunji berjalan kearah ku, saat berpapasan, hanya eunji yg menyapaku dengan senyuman, sementara hyesun hanya berjalan dan menatap lurus ke depan.
Apa dia tidak ingin melihatku?
Aku membalas senyuman eunji dengan senyuman tipisku.
Baru beberapa langkah aku mendengar suara teriakan

“Yak, song hyesun kau kenapa?”
Song hyesun? Sepertinya itu suara eunji, aku berbalik dan melihat hyesun terjatu di lantai, mwo?? Sepertinya dia pingsan, langsung aku berlari ke arah nya
” Hyesun-ah ireona” kata eunji sambil mencoba menahan tubuh Hyesun yang lemas
“Hyesun-ah” . ” Dia kenapa eunji?”
“Meolla, dia memang terlihat tidak sehat hari ini, cepat bawa dia ke rumah sakit kyu”

Aku langsung menggendong tubuhnya yang sudah tak sadarkan diri ke mobilku dan mendudukannya di belakang bersama eunji, kami menuju rumah sakit terdekat.

“Kyuhyun-ah, eottoke? Apa hyesun tidak kenapa2?” Tanya eunji yang terlihat sangat panik
” Tenang saja, dia tidak akan kenapa2, mungkin hanya kelelahan”
” Hyesun, aku mohon sadarlah, jangan membuatku panik begini”
” Tenang eunji-ya, sebentar lagi kita sampai rumah sakit”

Setelah sampai di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan hyesun, dan meminta kami menunggu di luar.Setelah beberapa lama, akhirnya dokter keluar

” Kalian keluarga nona song?”
” Ne uisanim” jawab ku dengan eunji bersamaan
” Eoh.. keadaan nona song cukup lemah, kami sudah memberikan obat untuknya dari infus, dia kelelahan dan butuh istirahat cukup, jadi biarkan dia istirahat disini”
“Tapi, keadanya sudah membaik kan sekarang?
“Ya, kami sudah memberinya obat penenang agar dia beristirahat , jadi tidak perlu khawatir”
“Ne, gamsahamnida uisanim” jawabku
“Apa kami sudah boleh masuk sekarang?” Tanya eunji
” Ya, silahkan. Jaga dia baik2 ne”
” Ne, gamsahamnida”

Aku dan eunji pun masuk ke ruangan dimana hyesun tertidur sekarang, dengan infus di lengannya dan wajah yang terlihat pucat. Membuat ku ingin menangis dan memeluknya hangat. Aku dan eunji pun duduk di samping tempat tidur hana, menunggunya sadar. Namun dia belum bangun juga, dokter mengatakan dia akan tidur karena dokter memberinya obat penenang, agar dia bisa istirahat.
Sudah malam, eunji yang ada di duduk sebelah kasur hyesun pun, nampaknya tertidur, mungkin dia juga lelah. Aku menyuruhnya pulang, dan membiarkanku menjaga hyesun.

Author POV

Sudah 1jam sejak hana menunggu kyuhyun pkl 6.00 sore di dekat parkiran kampus, namun najma berkulit putih pucat itu tak juga tiba. Hana ingin menghubunginya, namun dia takut kyuhyun mengiranya tidak sabaran, atau kyuhyun masih ada kuliah, akan mengganggu saja jika dia menghubunginya.

"Baiklah, aku tunggu setengah jam lagi, kalau belum datang jg baru aku telepon dia”
Sudah setengah jam, namun kyuhyun tidak datang juga, akhirnya hana mencoba menelepon kyuhyun, namun tak ada jawaban.
Hari semakin gelap
“Aish..dia kemana sih?”

Hana mencoba meneleponnya lagi, juga mengirimnya sms, namun tetap tak di jawab.
Kampus sudah sepi, sekarang sudah pkl 8.00 malam.sebenarnya kemana dia? Apa dia baik2 saja? Atau ada hal buruk yang terjadi padanya? Aish…
Ternyata hujan turun malam ini, membuat hana yang akan pulang saja sendiri naik bus, mengurungkan niatnya, karna dia tidak membawa payung. Bukannya reda, hujan malah semakin deras, sudah hampir pukul 10 malam sekarang. Hana hanya menggunakan jeans dan kaus lengan pendek, membuatnya kedinginan. Dia sudah tidak mencoba menghubungi kyuhyun lagi, dan menunggu hujan untuk pulang sendirian. Namun ponselnya berbunyi, langsung dia mengangkatnya

"Yeoboseyo”
“Kau di mana hana-ya?” Tanya heechul yang mendengar suara hujan di balik suara hana
” Aah,oppa.. Aku di kampus”
“Kau masih di kampus sekarang? Bukankah kau pulang jam 6 tadi dengan kyuhyun?”
” Harusnya begitu, tapi…”
” Aish..ya sudah aku jemput sekarang, kau tunggu di situ”

Heechul menutup teleponnya dan langsung mengambil kunci mobil, untuk menjemput hana.
Hana menunggu heechul sambil menahan dingin juga lapar, karna dia belum makan dari siang tadi.
Heechul pun sampai di kampus hana, dengan memakai payung heechul menuju ke tempat hana sekarang, akhirnya heechul menemukan hana yang tengah memeluk dirinya sendiri menahan dingin, sambil duduk di koridor kampus karena ruang kelas sudah di kunci.
Heechul menghampiri hana dan melepas jacket yang dia gunakan dan di pakaikan pada tubuh hana, hana yang kaget menoleh untuk melihat siapa yang menutupi tubuhnya dengan jacket hangat ini

“Oppa”
“Kau tidak bilang, kalau memakai kaos seperti ini, jadi aku tidak membawakannya untukmu, tapi pakai saja jacket ku ini”
“Gumawo oppa-ya”
“Kaja pulang, disini dingin sekali”

Tangan kiri Heechul memegang payung, sementara tangan kanannya memeluk hana, agar yeoja itu tidak terkena hujan, karena payung di pakai tidak cukup besar untuk dua orang.
Heechul pun membukakan pintu mobil untuk hana, lalu dia masuk dan duduk di kursi pengemudi.

” Kenapa masih di sini? Apa dia tidak menjemputmu?”
“Meolla, aku sudah menghubunginya, namun tak di jawab. mungkin dia ada keperluan lain yang mendadak”
“Lalu kenapa kau tidak pulang saja dari tadi? “
” Saat aku mau pulang, hujan turun dan aku tidak membawa payung”
“Kenapa tidak meneleponku?”
“Aku takut merepotkan mu oppa”
“Aish..kau pikir aku siapa? Jangan pernah berpikiran seperti itu. Kalau aku tak meneleponmu, apa kau masih akan menunggu hujan reda dan membiarkan tubuhmu itu kedinginana?”
“Mungkin sebentar lagi hujannya reda”
” Aku mohon,lain kali jangan seperti ini lagi”
“Ne, oppa”
Kriuk..kriuk..*ceritanya bunyi perut hana
“Apa kau belum makan?” Tanya heechul
“Aah..apa kau mendengar suara perutku oppa? Aish..memalukan sekali”
“Hahahah… Itu terdengar jelas hana, kita makan dulu kalau begitu”

Aish..anak ini, sudah lama menunggu, kedinginan,lapar pula, kasihan sekali. Ini semua karena Kyuhyun, awas saja kau telah membuat yeojaku menderita seperti ini. Gumam heechul dalam hati.

Hana POV

Setelah heechul oppa menjemputku, lalu dia mengajakku makan dan mengantarkan ku pulang. Aku sangat berterimakasih pada dia yang telah berbuat ini semua pada ku, entah bagaimana kalau tidak ada dia.

"Oppa gumawo”
“Ne, cheonmaneyo hana-ya”
“Untung ada kau, kalau tidak sepertinya sekarang aku masih di kampus menunggu hujan yang belum reda ”
hujan masih belum berhenti juga sampai sekarang
“Makanya, kalau ada apa-apa kau harus langsung menghubungiku”
“Bagaimana kalau kau jadi bodyguard ku saja oppa? ” Gurauan ku padanya
” hmm..” heechul oppa berpikir sambil memegang dagu nya
” Aah,,tapi sepertinya aku tidak akan mampu membayar gaji mu, lihat saja makanmu banyak, baju yang kau beli mahal-mahal harganya belum lagi peralatanmu huuuh “
” Haahahaha.. kau tidak perlu membayarku dengan uang, cukup kau selalu sehat dan bahagia itu sudah menjadi gaji dan bonus untuk ku”
” Baik lah, kalau begitu mulai besok kau bekerja untuk ku ya”
“Siap Nyonya Besar” jawab heechul oppa sambil menunduk 90 derajat
“Hahahahaha” kami tertawa bersaa sambil heechul oppa mengelus kepalaku, membuat poni ku berantakan saja >,
“Geurae, aku pulang dulu yaa, sudah malam”
“Sudah tengah malam oppa, hehehe “
“Ne, harusnya kau sudah tidur. Ya sudah aku pulang dulu yaa, istirahatlah, besok kau kuliah kan?”
“Ne, kalau begitu skali lagi gumawo, mianhe merepotkan mu lagi”
“Ne chagi” Jawabnya dan langsung mencium keningku.

Aku agak terkejut, memang biasa dia merangkulku, namun dia memanggilku “chagi” dan mencium keningku untuk kedua kalinya setelah kejadian malam itu.
Mungkin dia semakin menyayangiku seperti adiknya sendiri.

” Ne, hati-hati lah di jalan, kalau sudah sampai rumah mu kabari aku ya” sambil mengantarnya ke pintu
“Ne, annyeong hana-ya” ucapnya sambil keluar dari flatku.
” Annyeong oppa” jawabku sambil melambaikan tangan

Aku langsung menuju kamar, Huuh..senang sekali akhirnya aku bisa bermesraan dengan kasur dan selimut hangatku sekarang.
Sebenarnya kemana kyuhyun? mengapa dia begitu tega membiarkan ku menunggunya, apa dia lupa punya janji denganku? atau dia memang hanya mengerjaiku? atau dia kecelakaan? di rampok? atau aah kenapa jadi berpikiran negafit begini, mungkin ada keperluan mendadak hingga dia tidak datang, tapi kan harusnya mengabariku.
Hatchiii… ups..aku bersin, hatchi..hatchii..
Aahh..sampai 3x begini bersinnya ㅠㅠ. Akupun langsung mengambil obat yang berada di atas mejaku, namun tak ada obat untuk flu.. Aish..yang tersisa obat hanya obat sembelit, masa aku flu minum obat sembelit sih -_-. Mungkin dengan tidur, ini akan membaik.
Baru aku menarik selimutku, tiba2 suara bel berbunyi. Kenapa heechul oppa balik lagi sih, dia tadi kan menyuruhku tidur. Sepertinya tidak ada barangnya yang tertinggal juga.
Aku menuju ke depan dan membukakan pintu

“Apa ada yang tertingga” omo..aku kaget saat melihat wajah orang yang ada di depan ku sekarang.

Kyuhyun POV

Hyesun masih belum bangun juga, aku masih menunggu di rumah sakit. Tidak tega meninggalkannya, Aku mendengar ada suara handphone berdering, sepertinya ponsel hyesun, aku mengambil ponselnya dari dalam tasnya, ternyata managernya yang menelepon, saat akan ku angkat, panggilannya sudah berakhir, jadi aku simpan lagi ponselnya. Aku jadi ingat ponsel ku, dimana aku menyimpannya yaa? Aku meraba kantong celana kun namun tidak ada, aahh..sepertinya di mobil.
Setelah aku menemukannya di dashbor, aku melihat ada 3 misscall dan 4 sms, saat ku lihat ternyata nama hana yang tertera. Aigo…aku baru ingat, tadi sore harusnya aku bertemu dengannya, babo..kenapa bisa lupa begini x_x ,aahh ini karena hyesun yg tiba2 pingsan. Hana-ya mianhe.. Akupun membuka pesan yang ternyata darinya.

From : Kang Hana
At 7.20 PM
Oppa kau di mana? Apa tidak jadi bertemu?

“Aah..apa dia masih menungguku jam 7.20 ? Mengapa dia tidak pulang saja,bahkan malam ini hujan deras. aish..kyuhyuunn bodohnya dirimu.” Gumamku merutuki kebodohanku sendiri. Aku harus meminta maaf padanya.
Langsung aku telepon dia, namun handphonenya tidak aktif. Aahh bagaimana ini?
Aku langsung menuju kamar hyesun, dan menelepon managernya untuk datang ke sini.
Setelah managernya datang, aku memintanya untuk menemani hyesun.
Sementara aku pergi ke flat hana, aku hanya ingin meminta maaf padanya.
Langsung aku mengendarai mobilku di tengah jalanan seoul yang mulai lenggang,
Aku menuju lantai 2,dimana flat hana berada. Langsung ku tekan bel di depan pintunya, agak lama tidak ada yg membuka. Atau jangan2 dia sudah tidur? Saat aku lihat jam di tangan ku ternyata sudah pkl 11.46, wajar saja bila dia sudah tidur, apa besok saja aku meminta maafnya, dari pada aku mengganggunya. Saat aku akan beranjak pergi, tiba2 pintunya terbuka

“Apa ada yang tertingga” ucapnya terpotong saat melihat wajahku
“Kyuhyun oppa, kau” tanyanya heran.
“Mianhe aku datang tengah malam begini, aku hanya ingin minta maaf pada mu, aku tadi..”
“Kau kemana sebanarnya? Pesan ku tidak di balas, telepon tidak di angkat, kau tau berapa lama aku menunggumu huh?” Jawab hana agak kesal
“Mianhe, tadi ada hal urgent”
Hatchi..hatchi.. Dia bersin di hadapanku
“Apa kau sakit?”

Belum sempat menjawab dia sudah bersin lagi

” hatchi..”

“Tidak” jawabnya sambil menutup hidungnya yang memerah dengan tisu yang ia pegang
“Tapi kau bersin berkali-kali begitu?”
“Kau tahu, saat aku akan pulang karna kau tidak juga datang, hujan deras turun. Sehingga aku menunggu hujan reda untuk pulang namun hujan tidak berhenti juga, malah semakin deras, kau tahu betapa dingin yang aku rasakan. Kau malah menghilang entah kemana ! “

Grepp..

Aku memeluknya, yang membuatnya terdiam, setelah bicara banyak tentang penderitaannya malam ini

“Jeongmal Mianhae hana-ya, aku tahu aku salah, mianhae”
Dia mencoba melepaskan pelukanku, namun aku menahannya, mencoba menenangkannya.
Aku mendengar isakan darinya, apa dia menangis? Aigoo..aku membuatnya menangis

“Hana, jebal mianhae, tadi ada temanku yang pingsan dan aku membawanya ke rumah sakit, dan ponselku tertinggal di mobil, jebal uljima”penjelasan ku sambil mengelus rambutnya
“Yak..siapa yang menangis? Aku tidak menangis, aku hanya tidak bisa bernafas karena ingus di hidungku”
Jawabnya sambil menarik tubuhnya dari pelukanku dan memperlihatkan matanya, yang memang tak menangis. Hahaha..aku jadi malu sendiri
“Eoh..aku kira kau menangis”
“Memang siapa yang sakit? “
“Hmmm..hyesun”
“Eoh”

Hana POV

“Hyesun”
Ooh..jadi gadis itu yang sakit, pantas saja kyuhyun melupakan janjinya dengan ku. Kenapa harus hyesun sih..aku lebih senang bila donghae atau eunhyuk yang sakit.

“Eoh”
“Ne”
“Sekarang bagaimana keadaannya?”
“Sepertinya sudah membaik”
“Eoh..syukurlah”
” Jadi kau memaafkan ku kan?”
“Hmmm..” Aku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal
“Jebal.. “

Hatchiii.. Lagi-lagi aku bersin ㅠㅠ dan kepalaku terasa berat saat ini

“Kau benar2 sakit hana” dia meletakan punggung tangannya di keningku
“Eeh”
“Tubuhmu juga panas, aahh eottoke? Apa kau sudah minum obat?”
” Dengan Tidur juga, ini akan hilang”
” Apa kau punya obat penurun panas?”
“Tidak ada”
“Kau tunggu sebentar, aku beli obat ke mini market di bawah”
” Tidak usah, lebih baik kau pulang, aku mau tidur saja”
“Sebelum tidur kau harus minum obat dulu, tunggu sebentar, aku akan kembali lagi”
” Tidak usah op..” Eeh dia sudah pergi saja, Ya sudah, lebih baik aku menunggunya di sofa saja sambil mengambil selimut di kamarku, rasanya dingin sekali. Tubuhku mulai menggigil sekarang, suhu tubuhku juga semakin panas sepertinya.
Tidak lama kyuhyun datang, aku membukakan pintu untuknya

“Hana, kau pucat sekali” dia memegang keningku
” Aahh..suhu tubuhmu makin panas, cepat minum obat ini” dia memberikan obat kepadaku
Aku duduk di sofa, dia sepertinya ke dapur mengambil air
“Gumawo” ucapku sambil menerima segelas air yang kyuhyun bawakan
” Ne, minum obatnya”
“Ne” setelah meminum obat itu, aku membaringkan tubuhku di sofa,
” Jangan tidur di sini,lebih baik tidur di kamar saja, di sini dingin”
“Hmmm..baiklah” jawabku sambil bangun dan menuju kamarku. Sepertinya dia mengikutiku di belakang. Aku membalikan badanku dan bertanya
“Kau mau kemana? Tidak pulang saja?”
“Mana mungkin aku meninggalkan mu, dengan keadaan seperti ini. Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam2″
” Tapi, ini sudah malam”
“Sudah kau tidurlah”
Aku yang sudah tidak tahan, langsung membaringkan tubuhku di kasur, dia menutupi tubuhku dengan selimut. Namun aku masih merasa sangat dingin
Aku malah semakin menggigil, tubuhku juga bergetar. Kyuhyun yang duduk di sebelahku melihat ke arahku cemas
” Kau kenapa hana?”
“Dingiin” aku hanya bisa menjawab kata itu. Dia lalu menggengam kedua tanganku
” Di mana kau simpan selimutmu yang lain?”
Aku baru mencucinya di laundry pagi ini dan belum sempat aku ambil sore ini
” Tidak ada lagi”
“Apa kau hanya punya 1 selimut?”
Aku hanya menggeleng, mulutku sudah tidak ingin bicara terlalu banyak
“Baiklah” jawabnya sambil melepaskan tangannya yang hangat dr tanganku.
Seketika aku merasakan ada yang menaiki kasurku yg kecil ini, mwo? Dia berbaring di sebelahku sekarang. Membuatku membulatkan mataku .
” Aku tidak akan macam-macam, ini hanya untuk menghangatkan mu”
Greep..
Dia memeluk tubuhku .
Aku hanya terdiam, sambil menahan dingin yang sekarang mulai menghangat karena tubuhnya.
Dia mendekap tubuhku, membuat kepalaku sejajar dengan dadanya.
“Apa sudah lebih hangat?”
Aku tidak menjawab, entah kenapa malah semakin menenggelamkan kepalaku di dadanya dan membalas pelukkannya, dari jarak sedekat ini aku juga bisa mencium aroma tubuhnya
“Tidurlah, aku di sini” jawabnya sambil mencium puncak kepalaku.
Aku merasakan kehangatan di pelukannya, hingga membuatku terlelap.
~
Aku terbangun saat cahaya matahari mulai masuk dari celah gorden di kamarku.
Hmmm.. Hangat sekali pagi ini,
Sesaat kemudian aku menyadari bahwa ada sebuah tangan melingkar di perutku dan tubuh seseorang yang menghangatkan punggungku, yak..aku ingat orang ini kyuhyun, dari suaranya sepertinya dia masih tertidur. Aku tidak dapat bergerak, karena ukuran kasurku yg tidak besar juga pelukkannya di tubuhku yang bila aku lepaskan, mungkin dia akan terbangun. Aku membiarkan keadaannya seperti ini dan menutup kembali mataku merasakan hangatnya pelukan kyuhyun.
Aku mencoba membalikan badanku agar bisa berhadapan dengannya, ingin sekali aku menatap wajahnya saat tidur. Aku membalikkan badanku perlahan agar tidak mengusiknya. Dia tertidur damai, dengan tangan yang masih memelukku. Aku masih tidak percaya bisa melihat wajahnya yang seputih kapas itu dari jarak sedekat ini, aku menyingkirkan rambut yg menutupi keningnya, memperhatikan rahang tegasnya, matanya, hidung mancungnya, bibirnya yang tebal, yang terlihat begitu seksi *aish..apa sih yang aku pikirkan, ini masih pagi hana..hahhaa” gumamku dlm hati.
ingin sekali aku membelai wajahnya, andai aku bisa memilikimu cho kyuhyun.
Aku masih menatap setiap detile wajahnya saat tiba-tiba dia bersuara

“Euuhmm” sambil menggeliatkan tangannya. Aahh..sepertinya dia terbangun, aku langsung menutup mataku, berpura-pura tidur. Akan memalukan sekali bila dia tahu aku sedang melihatnya.
Setelah merentangkan tangannya,dengan mata yang tertutup dia malah kembali memelukku erat, membuat wajahku berada terlalu dekat di lehernya.
“Euhm..” Suara yang keluar dari mulutnya.
“Eoh..sudah pagi” katanya sambil membuka mata
“Apa dia sudah membaik” dia mengangkat tanggannya dan menempelkan punggung tangannya di keningku,
“Syukurlah, suhu tubuhnya sudah turun”
Aku masih pura2 tidur.

Bukannya bangun,dia malah memejamkan matanya lagi. Mau sampai kapan posisi kita seperti ini oppa x_x.
Drrttt..drttt..
Ada sesuatu yang bergetar d saku celananya, aku bisa merasakannya karena kaki kami begitu dekat.

“Aish..” Katanya sambil mengambil ponsel di sakunya dan melepaskan pelukannya di tubuhku.
“Yeobeoseyo”
“______”

Author POV

“Hmm…” Kyuhyun pun menutup teleponnya, mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih belum utuh sepenuhnya. Dia duduk sebentar diranjang, lalu beranjak dari kamar hana menuju toilet.
Hana juga bangun dari tidur pura-puranya saat kyuhyun pergi meninggalkan kamarnya, dia terdiam dan duduk di ranjangnya sampai tiba-tiba suara bel berbunyi.

“Mengapa pengantar susu baru datang jam segini” kata hana sambil membenarkan tampilannya dan memakai sweater lalu berjalan menuju pintu. Biasanya di pagi hari kurir pengantar susu mengirimkan susu ke flat hana jam 6 pagi dan menyimpan susu segar di depan pintu.
Hana pun membuka pintu, namun ternyata bukan kurir pengantar susu yang datang, melain kan sesosok namja yang begitu ia kenal.

“Kenapa lama sekali membuka pintunya, kau tidak tahu ini berat”

Ternyata Kim Heechul datang dengan membawa sebuah keranjang makanan yang cukup besar.

“Oppa” Jawab hana sambil terbengong-bengong (?)

Heechul langsung masuk menuju dapur dan menyimpan bawaannya tersebut di meja.
Hana yang terdiam dan begitu kaget dengan kehadiran heechul di flatnya, bukan karena keranjang makanan yang ia bawa, tapi karena ada kyuhyun di flat hana saat ini.
” Heejin nuna baru datang dari Jepang, dia bawa oleh2 titipan mu. Tadi pagi-pagi sekali dia datang dan menyuruhku memberikan ini untuk mu karena siang ini dia harus ke busan.” Jelas heechul
“Eoh.. Gumawo”
Lalu heechul membuka kulkas dan mengambil minum
“Memangnya kau pesan apa pada nuna? mengapa berat sekali membawa itu sambil menaiki tangga ” kemudian dia meminum sebotol air mineral
Hana minta di bawakan oleh-oleh buah Nashi ( mirip buah pear namu lebih besar, renyah dan memiliki rasa yang sama tetapi lebih ringan dan kulit kasar) dan beberapa bungkus coklat kesukaannya dari Jepang .

Cekleek…

Pintu toilet terbuka, kontan membuat hana, apa lagi heechul begitu terkejut. Karena selama ini hana hanya tinggal sendiri dan jarang sekali teman hana menginap di flatnya. Heechul langsung melihat kearah pintu toilet, menunggu siapa yang akan keluar dr sana. Sementara hana menggigit bibir bawahnya menahan ketegangannya.

“Neo” kata heechul sambil membulatkan mata dan menunjuk ke arah orang yang baru keluar dari toilet, yang tidak lain adalah kyuhyun. Lalu dia beralih menatap hana seolah bertanya dan meminta penjelasan.

-TBC-


Typo masih merajarela yaa...mohon maklum, secara ini author masih amatirr bgt..

Thankyu... ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar